Keinginan adalah salah satu insting manusia, jika mampu mengelola keinginan dengan baik, itu akan menguntungkan dalam trading, sebaliknya akan mempengaruhi kinerja trading.
Pertama, keinginan dan kemampuan harus seimbang, jika keinginan lebih besar dari kemampuan maka akan menimbulkan penderitaan, keinginan yang tidak terpenuhi adalah hal yang paling menyakitkan, misalnya penuh harapan terhadap target keuntungan dan tingkat kemenangan dalam trading, ketika kondisi pasar memenuhi syarat, kamu tidak dapat mencapai targetmu, maka akan merasa sakit hati. Untuk menghindari rasa sakit itu, kamu mungkin melakukan tindakan tidak rasional.
Kedua, tidak boleh memiliki keinginan berlebihan terhadap pasar dan instrumen, misalnya jika sebuah pola puncak besar ditembus dan kamu membuka posisi short, itu tidak masalah, tetapi jika kamu memiliki keinginan terhadapnya, itu akan mempengaruhi emosimu. Bentuk awal keinginan adalah harapan, keinginan, pengharapan, dan sebagainya. Ketika kamu berharap bahwa terobosan ini akan turun drastis, kamu mungkin akan membuka posisi besar. Jika gagal menembus, akan menyebabkan kerugian besar. Ketika kamu berharap bahwa terobosan ini pasti akan menghasilkan keuntungan besar, dan gagal menembus, kamu akan merasa sangat kecewa. Dalam pengaruh emosi kecewa, kamu mungkin melakukan banyak tindakan trading yang tidak rasional, seperti terburu-buru membuka posisi secara sembarangan. Ketika kamu memiliki terlalu banyak harapan terhadap sebuah instrumen, itu akan menyebabkan ketegangan dan kecemasan, sehingga sulit untuk tetap tenang.
Berdasarkan pemahaman kita tentang pasar, kita harus objektif dalam menafsirkan pasar, menyerahkan seluruh tubuh dan pikiran kepada pasar. Oleh karena itu, hambatan terbesar dalam trading adalah diri sendiri, yaitu subjektivitas, emosi, dan kelemahan manusia.
Subjektivitas: terlalu banyak pikiran, percaya diri berlebihan, merasa paling benar, prasangka awal, asumsi subjektif
Kelemahan manusia: serakah, keberanian bertaruh, keinginan, mengejar kenaikan dan menjual saat jatuh, naluri, harapan hati, menghindar, intuisi, mencari jalan mudah dan aman, preferensi jangka pendek, bias konfirmasi, penyesalan dan kebencian, dan lain-lain
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana mengenali kelemahan subjektif, emosi, dan kemanusiaan Anda - platform pertukaran mata uang digital kripto
Kelemahan manusia—Bagaimana keinginan mempengaruhi trading
Keinginan adalah salah satu insting manusia, jika mampu mengelola keinginan dengan baik, itu akan menguntungkan dalam trading, sebaliknya akan mempengaruhi kinerja trading.
Pertama, keinginan dan kemampuan harus seimbang, jika keinginan lebih besar dari kemampuan maka akan menimbulkan penderitaan, keinginan yang tidak terpenuhi adalah hal yang paling menyakitkan, misalnya penuh harapan terhadap target keuntungan dan tingkat kemenangan dalam trading, ketika kondisi pasar memenuhi syarat, kamu tidak dapat mencapai targetmu, maka akan merasa sakit hati. Untuk menghindari rasa sakit itu, kamu mungkin melakukan tindakan tidak rasional.
Kedua, tidak boleh memiliki keinginan berlebihan terhadap pasar dan instrumen, misalnya jika sebuah pola puncak besar ditembus dan kamu membuka posisi short, itu tidak masalah, tetapi jika kamu memiliki keinginan terhadapnya, itu akan mempengaruhi emosimu. Bentuk awal keinginan adalah harapan, keinginan, pengharapan, dan sebagainya. Ketika kamu berharap bahwa terobosan ini akan turun drastis, kamu mungkin akan membuka posisi besar. Jika gagal menembus, akan menyebabkan kerugian besar. Ketika kamu berharap bahwa terobosan ini pasti akan menghasilkan keuntungan besar, dan gagal menembus, kamu akan merasa sangat kecewa. Dalam pengaruh emosi kecewa, kamu mungkin melakukan banyak tindakan trading yang tidak rasional, seperti terburu-buru membuka posisi secara sembarangan. Ketika kamu memiliki terlalu banyak harapan terhadap sebuah instrumen, itu akan menyebabkan ketegangan dan kecemasan, sehingga sulit untuk tetap tenang.
Berdasarkan pemahaman kita tentang pasar, kita harus objektif dalam menafsirkan pasar, menyerahkan seluruh tubuh dan pikiran kepada pasar. Oleh karena itu, hambatan terbesar dalam trading adalah diri sendiri, yaitu subjektivitas, emosi, dan kelemahan manusia.
Subjektivitas: terlalu banyak pikiran, percaya diri berlebihan, merasa paling benar, prasangka awal, asumsi subjektif
Emosi: bersemangat, kecewa, menyesal, pesimis, putus asa, marah, sombong, gengsi, takut
Kelemahan manusia: serakah, keberanian bertaruh, keinginan, mengejar kenaikan dan menjual saat jatuh, naluri, harapan hati, menghindar, intuisi, mencari jalan mudah dan aman, preferensi jangka pendek, bias konfirmasi, penyesalan dan kebencian, dan lain-lain
**$WAI **$XCX **$PUBLIC **