Orang yang memiliki kekuatan hati yang kuat, satu orang dapat menenangkan seribu pasukan dan kuda. Kekuatan sejati bukanlah seberapa besar kekuatan fisik, tetapi ada semangat yang tak tergoyahkan di dalam hati. Itu dapat membantumu melampaui ketakutan, mengenakan baju zirah tak kasat mata, tidak panik saat menghadapi masalah, dan tidak mundur saat menghadapi kesulitan. Kepercayaan diri ini berasal dari kesadaran diri yang jernih, juga dari ketahanan untuk bangkit kembali setelah jatuh berkali-kali. Orang seperti ini tidak hanya mampu mengendalikan diri sendiri, tetapi juga dapat menstabilkan orang di sekitarnya. Keyakinan mereka seperti terompet tanpa suara, mampu membakar kepercayaan seluruh tim. Daya pengaruhnya jauh lebih kuat daripada perintah. Ketika kekuatan hati mencapai tingkat tertentu, "tidak mungkin" perlahan-lahan dapat diubah menjadi "pasti bisa". Mereka memiliki tujuan yang jelas, langkah yang mantap, meskipun menghadapi angin dan hujan di sepanjang jalan, serta keraguan yang terus-menerus, mereka tidak mengubah arah. Akhirnya, mereka sering dapat menemukan jalan mereka sendiri dan melakukan apa yang mereka inginkan. Pada akhirnya, kekuatan hati adalah inti spiritual seseorang. Dalam pertarungan hidup ini, pada akhirnya, yang terpenting adalah apakah lampu di hati cukup terang. Dengan memelihara semangat yang benar, menstabilkan hati dan pikiran, meskipun jalan di depan gelap, kamu tetap bisa menerangi dirimu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Orang yang memiliki kekuatan hati yang kuat, satu orang dapat menenangkan seribu pasukan dan kuda. Kekuatan sejati bukanlah seberapa besar kekuatan fisik, tetapi ada semangat yang tak tergoyahkan di dalam hati. Itu dapat membantumu melampaui ketakutan, mengenakan baju zirah tak kasat mata, tidak panik saat menghadapi masalah, dan tidak mundur saat menghadapi kesulitan. Kepercayaan diri ini berasal dari kesadaran diri yang jernih, juga dari ketahanan untuk bangkit kembali setelah jatuh berkali-kali. Orang seperti ini tidak hanya mampu mengendalikan diri sendiri, tetapi juga dapat menstabilkan orang di sekitarnya. Keyakinan mereka seperti terompet tanpa suara, mampu membakar kepercayaan seluruh tim. Daya pengaruhnya jauh lebih kuat daripada perintah. Ketika kekuatan hati mencapai tingkat tertentu, "tidak mungkin" perlahan-lahan dapat diubah menjadi "pasti bisa". Mereka memiliki tujuan yang jelas, langkah yang mantap, meskipun menghadapi angin dan hujan di sepanjang jalan, serta keraguan yang terus-menerus, mereka tidak mengubah arah. Akhirnya, mereka sering dapat menemukan jalan mereka sendiri dan melakukan apa yang mereka inginkan. Pada akhirnya, kekuatan hati adalah inti spiritual seseorang. Dalam pertarungan hidup ini, pada akhirnya, yang terpenting adalah apakah lampu di hati cukup terang. Dengan memelihara semangat yang benar, menstabilkan hati dan pikiran, meskipun jalan di depan gelap, kamu tetap bisa menerangi dirimu sendiri.