Dalam konteks sosial di Tiongkok, ada satu pola bicara yang sangat menjengkelkan. Jika kamu ingin membuat seseorang merasa jijik, cukup gunakan pola ini saja. Rumus inti dari pola ini adalah: pertama-tama buat seolah-olah lawan tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali, ketika lawan hendak membantah dan membuktikan dirinya tidak bersalah, langsung tutup mulutnya dengan kata-kata pengampunan dan lapang dada. Mengapa saya begitu yakin bahwa pola bicara ini menjengkelkan? Karena beberapa hari yang lalu saya benar-benar merasa jijik karenanya.



Adegan 1: Menyalahkan orang lain di tempat kerja. Misalnya, kamu dan rekan kerja, lalu atasan tiba-tiba bertanya apakah suatu tugas sudah selesai, padahal kalian berdua sebenarnya belum mengerjakannya. Rekan kerjamu langsung berkata: "Eh? Bukankah aku sudah minta kamu kerjakan ini? Kenapa belum selesai?" Kamu tentu harus membantah: "Kapan aku diminta kerjakan ini?" Tapi baru saja kamu mengucapkan itu, dia langsung menyela: "Sudahlah, sudahlah, jangan bicara lagi, biar aku yang kerjakan. Tidak apa-apa, nanti aku tahu sendiri." Dengan pola ini, secara tidak sadar atasan akan menganggap: kamu salah, dan dia sangat lapang hati; sementara kamu sendiri merasa sangat tertekan.

Adegan 2: Dokumen hilang. Misalnya, ada dokumen perusahaan yang hilang, dan saat atasan menegur, rekan kerjamu berkata: "Eh, bukankah aku sudah minta kamu tempatkan dokumen itu di suatu lokasi tertentu?" Kamu akan siap berkata bahwa kamu sama sekali tidak pernah diberitahu, tetapi dia langsung berkata lagi: "Sudahlah, tidak apa-apa, ini salahku, lain kali aku simpan sendiri." Hasilnya apa? Kesalahan seolah-olah ada padamu, padahal dia yang merasa bertanggung jawab dan sangat lapang dada.

Mengapa pola bicara ini efektif? Pastikan bahwa premis utama dari pola ini adalah: membuat kesalahan seolah-olah fiktif. Jika lawan benar-benar melakukan kesalahan, dengan pola ini dia tidak akan merasa jijik. Dia hanya akan berpikir: "Ya, memang aku salah." Hanya jika dia tidak melakukan kesalahan, kamu menuduh terlebih dahulu, lalu mengampuni, dan menutup mulutnya, barulah lawan akan merasa tidak nyaman dan tertekan secara emosional.

Bagaimana menghadapi orang seperti ini? Harus disesuaikan dengan situasi. Dalam acara resmi dan sopan (misalnya di tempat kerja): jangan buru-buru membuktikan diri, karena begitu kamu mulai membuktikan, dia akan langsung menutup mulutmu dengan kata pengampunan, dan malah terlihat lebih mulia. Dalam situasi tidak resmi: langsung tunjukkan fakta di tempat, potong pertunjukannya, jangan beri dia kesempatan untuk menyelesaikan tuduhan dan proses pengampunan ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)