

Pola bullish engulfing terdiri atas satu candle merah kecil yang diikuti oleh candle hijau yang jauh lebih besar dan sepenuhnya menelan candle sebelumnya. Candle hijau tersebut menandai pergeseran momentum pasar yang jelas, saat tekanan beli melampaui tekanan jual sebelumnya.
Pada pola ini, candle hijau menunjukkan minat beli yang kuat dari investor dan mengisyaratkan potensi pembalikan bullish di akhir tren turun. Trader memanfaatkan pola ini untuk mengidentifikasi peluang masuk posisi long, karena pola ini mengindikasikan perubahan sentimen pasar dari bearish ke bullish.
Pola bearish engulfing adalah kebalikan dari bullish engulfing. Dalam pola ini, candle hijau kecil ditelan dan sepenuhnya dikuasai oleh candle merah yang lebih besar setelahnya. Pola ini menegaskan dominasi tekanan jual, saat penjual kembali memegang kendali usai fase beli.
Pola ini mengisyaratkan potensi pembalikan bearish setelah tren naik, sekaligus menjadi peringatan bagi trader dengan posisi long. Besarnya candle merah dibandingkan candle hijau menonjolkan kembalinya kontrol penjual atas pergerakan harga.
Pola dark cloud cover terjadi ketika candle hijau diikuti oleh candle merah yang dibuka di atas titik tengah candle sebelumnya lalu ditutup di bawah titik tengah tersebut. Secara visual, pola ini menyerupai awan yang menutupi matahari—sebuah metafora pergeseran sentimen pasar.
Formasi ini penting karena menunjukkan peningkatan tekanan jual dan potensi pembalikan setelah tren naik. Ciri utamanya adalah candle merah menembus jauh ke dalam body candle hijau, menandakan kekuatan penjual dan keraguan pembeli.
Ichimoku cloud breakout adalah pola teknikal berbasis indikator Ichimoku, di mana harga menembus ke atas atau ke bawah area cloud yang dibentuk oleh indikator ini. Breakout ini menjadi penanda perubahan dinamika pasar yang signifikan.
Pola ini mengindikasikan tren naik jika terjadi breakout ke atas, atau momentum turun jika breakout ke bawah. Pergerakan semacam ini sering kali mengawali perubahan tren besar dan biasanya dikonfirmasi dengan kenaikan volume perdagangan, sehingga memperkuat sinyal.
Pola claw top terbentuk ketika dua candle dengan level tertinggi yang hampir sama muncul setelah tren naik yang kuat. Secara visual, kedua candle ini tampak seperti dua cakar di puncak, menandakan level resistance yang jelas.
Pola ini penting karena memudahkan identifikasi resistance dan menyoroti pelemahan momentum beli, yang dapat mendahului pembalikan arah ke bawah. Pola ini menandakan kekuatan pembeli mulai menipis dan pasar mungkin mendekati puncaknya.
Claw bottom adalah kebalikan dari claw top. Pada pola ini, dua candle dengan titik terendah yang hampir sama muncul setelah tren turun berkepanjangan, membentuk pola menyerupai dua cakar di dasar grafik.
Formasi ini mengindikasikan adanya support kuat pada level harga tertentu dan mengisyaratkan potensi pembalikan bullish. Kemunculan dua level terendah yang sama menunjukkan penjual berupaya menekan harga lebih rendah tetapi gagal, sehingga mengonfirmasi minat beli yang kuat di level tersebut.
Pola bullish harami menampilkan candle merah besar diikuti oleh candle hijau kecil yang sepenuhnya berada di dalam body candle merah. Kata "harami" berasal dari bahasa Jepang yang berarti "hamil", menggambarkan candle hijau kecil di dalam candle merah besar.
Pola ini menandakan berkurangnya tekanan jual secara signifikan, yang bisa menjadi indikasi pembalikan naik di akhir tren turun. Trader memaknai pola ini sebagai perubahan sentimen, di mana pengaruh penjual melemah dan pembeli mulai masuk pasar.
Bearish harami merupakan kebalikan dari bullish harami. Dalam pola ini, candle hijau besar diikuti candle merah kecil yang sepenuhnya berada di dalam body candle hijau.
Struktur ini menunjukkan melemahnya minat beli dari investor dan mengindikasikan potensi pembalikan ke bawah setelah tren naik. Kegagalan candle merah kecil untuk melanjutkan kenaikan menandakan melemahnya dominasi pembeli, sementara penjual mulai masuk pasar.
Partition pattern menggambarkan serangkaian candle yang tampak terpisah atau memperlihatkan ketidakpastian, menandai fase transisi penting di pasar. Pola ini dicirikan oleh candle kecil dan tidak adanya arah yang jelas, menandakan keraguan pelaku pasar.
Pola ini dapat mendahului breakout besar atau kelanjutan tren, sehingga trader sebaiknya menunggu konfirmasi sebelum mengambil keputusan. Pola ini sering menandai fase konsolidasi—periode saat pasar "beristirahat" sebelum pergerakan yang lebih besar.
Pola bullish counterattack melibatkan dua candle, di mana candle kedua dibuka di bawah penutupan sebelumnya dan ditutup mendekati harga pembukaannya sendiri, setelah tren turun yang berlanjut.
Pola ini penting karena menandakan pembeli mulai masuk, mengisyaratkan potensi pembalikan naik. Pola ini sangat bernilai karena menunjukkan pembeli mampu mempertahankan posisi dan menutup dengan kuat, meski dibuka secara bearish—menggambarkan keyakinan dan kekuatan.
Bearish counterattack muncul setelah tren naik, ketika candle kedua dibuka lebih tinggi namun ditutup mendekati penutupan sebelumnya. Pola ini memperlihatkan bahwa meskipun sempat menguat, penjual berhasil mengambil alih kendali.
Signifikansi pola ini ada pada sinyal tekanan jual di area resistance, sering kali menjadi peringatan bahwa pergerakan bullish mulai melemah dan pembalikan ke bawah dapat segera terjadi.
Flying candles merujuk pada dua candle berturut-turut yang bergerak ke arah sama, baik ke atas maupun ke bawah. Pola ini menunjukkan momentum kuat yang berkelanjutan ke satu arah.
Kekuatan pola ini adalah memberikan konfirmasi pergerakan arah yang tegas, menandakan kemungkinan besar tren saat ini akan berlanjut. Jika dua candle berturut-turut ditutup ke arah yang sama—terutama dengan body besar—ini menunjukkan pelaku pasar memiliki pandangan harga yang sejalan.
Memahami pola candlestick sangat penting bagi trader yang ingin mencegah kerugian sekaligus menemukan peluang profit di pasar keuangan. Dua belas pola yang dibahas—bullish engulfing, bearish engulfing, dark cloud cover, Ichimoku cloud breakout, claw top, claw bottom, bullish harami, bearish harami, partition pattern, bullish counterattack, bearish counterattack, dan flying candles—menjadi fondasi analisis teknikal.
Setiap pola memberikan sinyal jelas terkait pembalikan tren, kelanjutan, maupun pergeseran sentimen pasar. Menguasai pola-pola ini, dengan tambahan konfirmasi dan manajemen risiko yang disiplin, membuat trader mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dan konsisten. Praktikkan teknik-teknik ini secara disiplin dan sabar untuk membangun strategi trading yang tangguh dan menguntungkan berdasarkan interpretasi candle hijau dan sinyal teknikal lainnya.
Dalam crypto, candle hijau melambangkan pertumbuhan, harapan, dan energi positif. Candle ini merepresentasikan pemulihan pasar, tren naik, serta pembaruan. Secara spiritual, candle hijau dikaitkan dengan kelimpahan, penyembuhan, dan kemakmuran, mencerminkan optimisme dan kenaikan harga pada grafik.
Candle hijau menandakan harga penutupan berada di atas harga pembukaan dalam periode tertentu, memperlihatkan tekanan beli dan sentimen pasar positif. Candle ini menjadi indikator teknikal utama untuk mengidentifikasi tren bullish.
Candle hijau terbentuk saat harga penutupan melebihi harga pembukaan, mengisyaratkan momentum bullish. Ini biasanya terjadi ketika permintaan lebih besar dari penawaran, menandakan sentimen positif dan kenaikan volume perdagangan crypto.
Candle hijau dalam crypto tidak memiliki makna keagamaan. Ini adalah istilah teknikal untuk kondisi ketika aset ditutup di atas harga pembukaannya pada periode tertentu, menandakan sentimen pasar positif dan potensi kenaikan harga ke depan.
Candle hijau menandakan kenaikan harga (penutupan di atas pembukaan), sedangkan candle merah menandakan penurunan harga (penutupan di bawah pembukaan). Candlestick menampilkan tren pasar pada beragam timeframe.











