Dengan harga $27 per saham, debut Chime di Nasdaq menandai momen penting bagi perusahaan teknologi keuangan yang mengincar pasar publik
Perusahaan teknologi keuangan Chime resmi memasuki pasar publik, mengumpulkan $864 juta melalui penawaran umum perdana yang dihargai $27 per saham. Penawaran ini, yang menilai perusahaan sekitar $11,6 miliar secara fully diluted, merupakan salah satu IPO fintech terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir.
Pencatatan ini datang di saat minat investor terhadap penawaran teknologi baru tampaknya mulai kembali setelah beberapa kuartal yang tenang. Langkah Chime untuk go public menandakan momentum baru di pasar publik bagi perusahaan fintech — sektor yang mengalami lonjakan valuasi selama pandemi dan kemudian mengalami koreksi tajam saat tekanan makroekonomi meningkat.
BACA SELENGKAPNYA:
* **Chime Tetapkan Rentang Harga IPO Menjelang Debut Juni**
* **Chime Mengajukan Pendaftaran Go Public: Ujian Baru untuk Pasar IPO Fintech**
* **Chime Tunda IPO di Tengah Gejolak Pasar Terkait Tarif Baru AS**
* **Chime Luncurkan Pinjaman Instan untuk Akses Dana Cepat Tanpa Pemeriksaan Kredit**
Dari Startup ke Nasdaq
Didirikan pada 2012 oleh Chris Britt, mantan eksekutif Visa, dan Ryan King, mantan karyawan Comcast, Chime menempati ceruk di bidang perbankan konsumen dengan bermitra dengan bank yang diatur untuk menawarkan layanan tanpa biaya. Modelnya berakar pada aksesibilitas dan kenyamanan, menyediakan fitur seperti overdraft tanpa biaya dan akses deposit langsung lebih awal melalui antarmuka yang berorientasi mobile.
Alih-alih memegang lisensi perbankan sendiri, Chime memanfaatkan kemitraan dengan bank yang sudah ada untuk menawarkan layanannya. Pendekatan ini memungkinkannya untuk berkembang dengan cepat tanpa harus menanggung beban kepatuhan dari lembaga keuangan tradisional.
Selama dekade terakhir, Chime telah berkembang menjadi salah satu nama paling dikenal di bidang fintech konsumen.
Penetapan Harga IPO dan Waktu Pasar
Chime awalnya memasarkan IPO-nya dengan rentang $24 hingga $26 per saham tetapi menetapkan harga di atas tengahnya yaitu $27, mencerminkan permintaan investor yang kuat. Perusahaan akan diperdagangkan dengan simbol ticker ‘CHYM’ di Nasdaq Global Select Market mulai hari Kamis.
IPO ini datang di tengah peningkatan listing publik secara umum, setelah debut kuat Circle awal bulan ini. Setelah masa yang panjang tanpa aktivitas, investor mulai kembali secara hati-hati ke nama-nama teknologi yang berorientasi pertumbuhan — terutama yang memiliki model bisnis yang mapan dan basis pengguna yang kuat.
Waktu yang dipilih Chime tampaknya strategis. Rencana awal untuk listing ditunda karena volatilitas pasar yang dipicu oleh perkembangan geopolitik, termasuk pengumuman tarif dari mantan Presiden Donald Trump. Tetapi dengan volatilitas yang kini menstabil dan selera risiko yang kembali, bulan Juni menjadi jendela bagi perusahaan yang ingin mengalahkan perlambatan musim panas.
Dukungan dan Penjaminan Emisi
Investor Chime meliputi gabungan dari perusahaan ekuitas pertumbuhan dan modal ventura besar: DST Global, ICONIQ, dan General Atlantic adalah beberapa nama paling terkemuka yang mendukung perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini mendukung Chime melalui putaran pendanaan sebelumnya, termasuk puncak valuasi tahun 2021 sebesar $25 miliar — lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar IPO-nya.
Meskipun penurunan valuasi tampak tajam, hal ini konsisten dengan recalibrasi yang lebih luas di sektor fintech. Perusahaan kini dinilai lebih konservatif, berdasarkan pendapatan aktual dan keberlanjutan pertumbuhan, bukan multipel era pandemi.
Penjamin utama untuk penawaran ini meliputi Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan J.P. Morgan — sebuah sinyal kepercayaan institusional terhadap prospek publik Chime.
Prospek untuk Listing Fintech
IPO Chime mungkin menjadi gambaran tentang apa yang akan datang di sektor fintech. Pencatatan ini bisa menjadi acuan bagi perusahaan lain yang mempertimbangkan langkah serupa, terutama yang menunda rencana publik mereka selama penurunan pasar 2022–2023.
Industri fintech secara umum telah mengalami masa pendinginan setelah bertahun-tahun euforia, tetapi recalibrasi ini juga memperjelas ekspektasi investor. Profitabilitas, keterlibatan pengguna, dan ekonomi unit yang berkelanjutan kini menjadi fokus utama — dan Chime tampaknya menyesuaikan diri dengan prioritas tersebut.
Seiring layanan keuangan terus berkembang, pendekatan Chime yang berorientasi mobile dan tanpa biaya tetap resonansi dengan basis pengguna yang semakin besar yang kecewa dengan biaya dan kompleksitas perbankan tradisional. Keberhasilannya — atau kegagalannya — di pasar publik akan diawasi secara ketat, baik oleh pesaing maupun oleh investor yang mencari gambaran lebih jelas tentang bagaimana pertumbuhan fintech pasca pandemi sebenarnya berjalan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Chime IPO Mengumpulkan $864M dengan Harga $27 per Saham
Temukan berita dan acara fintech teratas!
Berlangganan newsletter FinTech Weekly
Dibaca oleh eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna dan lainnya
IPO Chime Mengumpulkan $864 Juta, Menandai Kebangkitan Fintech
Dengan harga $27 per saham, debut Chime di Nasdaq menandai momen penting bagi perusahaan teknologi keuangan yang mengincar pasar publik
Perusahaan teknologi keuangan Chime resmi memasuki pasar publik, mengumpulkan $864 juta melalui penawaran umum perdana yang dihargai $27 per saham. Penawaran ini, yang menilai perusahaan sekitar $11,6 miliar secara fully diluted, merupakan salah satu IPO fintech terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir.
Pencatatan ini datang di saat minat investor terhadap penawaran teknologi baru tampaknya mulai kembali setelah beberapa kuartal yang tenang. Langkah Chime untuk go public menandakan momentum baru di pasar publik bagi perusahaan fintech — sektor yang mengalami lonjakan valuasi selama pandemi dan kemudian mengalami koreksi tajam saat tekanan makroekonomi meningkat.
BACA SELENGKAPNYA:
Dari Startup ke Nasdaq
Didirikan pada 2012 oleh Chris Britt, mantan eksekutif Visa, dan Ryan King, mantan karyawan Comcast, Chime menempati ceruk di bidang perbankan konsumen dengan bermitra dengan bank yang diatur untuk menawarkan layanan tanpa biaya. Modelnya berakar pada aksesibilitas dan kenyamanan, menyediakan fitur seperti overdraft tanpa biaya dan akses deposit langsung lebih awal melalui antarmuka yang berorientasi mobile.
Alih-alih memegang lisensi perbankan sendiri, Chime memanfaatkan kemitraan dengan bank yang sudah ada untuk menawarkan layanannya. Pendekatan ini memungkinkannya untuk berkembang dengan cepat tanpa harus menanggung beban kepatuhan dari lembaga keuangan tradisional.
Selama dekade terakhir, Chime telah berkembang menjadi salah satu nama paling dikenal di bidang fintech konsumen.
Penetapan Harga IPO dan Waktu Pasar
Chime awalnya memasarkan IPO-nya dengan rentang $24 hingga $26 per saham tetapi menetapkan harga di atas tengahnya yaitu $27, mencerminkan permintaan investor yang kuat. Perusahaan akan diperdagangkan dengan simbol ticker ‘CHYM’ di Nasdaq Global Select Market mulai hari Kamis.
IPO ini datang di tengah peningkatan listing publik secara umum, setelah debut kuat Circle awal bulan ini. Setelah masa yang panjang tanpa aktivitas, investor mulai kembali secara hati-hati ke nama-nama teknologi yang berorientasi pertumbuhan — terutama yang memiliki model bisnis yang mapan dan basis pengguna yang kuat.
Waktu yang dipilih Chime tampaknya strategis. Rencana awal untuk listing ditunda karena volatilitas pasar yang dipicu oleh perkembangan geopolitik, termasuk pengumuman tarif dari mantan Presiden Donald Trump. Tetapi dengan volatilitas yang kini menstabil dan selera risiko yang kembali, bulan Juni menjadi jendela bagi perusahaan yang ingin mengalahkan perlambatan musim panas.
Dukungan dan Penjaminan Emisi
Investor Chime meliputi gabungan dari perusahaan ekuitas pertumbuhan dan modal ventura besar: DST Global, ICONIQ, dan General Atlantic adalah beberapa nama paling terkemuka yang mendukung perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini mendukung Chime melalui putaran pendanaan sebelumnya, termasuk puncak valuasi tahun 2021 sebesar $25 miliar — lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar IPO-nya.
Meskipun penurunan valuasi tampak tajam, hal ini konsisten dengan recalibrasi yang lebih luas di sektor fintech. Perusahaan kini dinilai lebih konservatif, berdasarkan pendapatan aktual dan keberlanjutan pertumbuhan, bukan multipel era pandemi.
Penjamin utama untuk penawaran ini meliputi Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan J.P. Morgan — sebuah sinyal kepercayaan institusional terhadap prospek publik Chime.
Prospek untuk Listing Fintech
IPO Chime mungkin menjadi gambaran tentang apa yang akan datang di sektor fintech. Pencatatan ini bisa menjadi acuan bagi perusahaan lain yang mempertimbangkan langkah serupa, terutama yang menunda rencana publik mereka selama penurunan pasar 2022–2023.
Industri fintech secara umum telah mengalami masa pendinginan setelah bertahun-tahun euforia, tetapi recalibrasi ini juga memperjelas ekspektasi investor. Profitabilitas, keterlibatan pengguna, dan ekonomi unit yang berkelanjutan kini menjadi fokus utama — dan Chime tampaknya menyesuaikan diri dengan prioritas tersebut.
Seiring layanan keuangan terus berkembang, pendekatan Chime yang berorientasi mobile dan tanpa biaya tetap resonansi dengan basis pengguna yang semakin besar yang kecewa dengan biaya dan kompleksitas perbankan tradisional. Keberhasilannya — atau kegagalannya — di pasar publik akan diawasi secara ketat, baik oleh pesaing maupun oleh investor yang mencari gambaran lebih jelas tentang bagaimana pertumbuhan fintech pasca pandemi sebenarnya berjalan.