Hongkong vorantreibt eine umfassende Modernisierung seiner Finanzinfrastruktur. Mit koordinierten Maßnahmen des Finanzdienstleistungs- und Schatzamts sowie der Wertpapier- und Terminaufsichtsbehörde entsteht derzeit ein neuer regulatorischer Rahmen, der zwei Kernbereiche der globalen Finanzmärkte adressiert: digitale Vermögenswerte und traditionelle Rohstoffhandel.
Digital Assets: Dari Regulasi ke Implementasi Praktis
Inisiatif regulasi ini sudah menunjukkan keberhasilan awal. Peraturan Stablecoin Hong Kong, yang mulai berlaku pada 2025, saat ini dioperasionalkan oleh Otoritas Keuangan Hong Kong. Secara paralel, pemerintah sedang menyusun rancangan undang-undang komprehensif yang mencakup layanan konsultasi dan manajemen untuk aset virtual dan akan disahkan pada tahun yang sama di Dewan Legislatif.
Strategi dua langkah ini – pertama mengatur stablecoin, kemudian menstrukturisasi seluruh ekosistem – menunjukkan komitmen jangka panjang Hong Kong dalam sektor keuangan digital. Proses perizinan di bawah Otoritas Keuangan Hong Kong menunjukkan bahwa regulasi tidak lagi bersifat teoretis, melainkan menghasilkan izin usaha yang nyata.
Hong Kong sebagai Pusat Internasional Perdagangan Emas
Lebih ambisius lagi adalah rencana Hong Kong untuk pasar emas. Pemerintah menargetkan peningkatan cadangan emas sebesar lebih dari 2.000 ton dalam tiga tahun. Ini adalah bagian dari inisiatif strategis untuk memposisikan Hong Kong sebagai pusat cadangan emas regional.
Untuk mewujudkan visi ini, telah didirikan sebuah Dewan Pengelola untuk Sistem Penyelesaian Emas Pusat Hong Kong – sebuah sistem yang sepenuhnya dikendalikan negara. Fase pengujian mekanisme penyelesaian direncanakan untuk 2025, yang menunjukkan bahwa operasionalisasi sistem ini akan segera dilakukan.
Perluasan cadangan emas ini memberikan Hong Kong beberapa keuntungan: memperkuat posisinya sebagai pusat penghubung antara China dan pasar internasional, mendiversifikasi infrastruktur keuangan, dan menciptakan bidang usaha baru bagi lembaga keuangan lokal.
Optimalisasi Pasar sebagai Keunggulan Kompetitif
Sejalan dengan proyek struktur ini, Departemen Keuangan dan Perbendaharaan sedang meninjau langkah-langkah pengurangan pajak. Salah satu inisiatif yang sangat menarik adalah mempercepat siklus transaksi saham dari T+2 menjadi T+1. Percepatan ini akan membuat pasar saham Hong Kong lebih kompetitif dibandingkan bursa global lainnya dan meminimalkan risiko penyelesaian.
Hong Kong memanfaatkan strategi yang sudah terbukti: melalui kejelasan regulasi, peningkatan infrastruktur, dan insentif pajak, berusaha menarik aliran modal institusional dan swasta. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Hong Kong tidak akan mempertahankan posisinya melalui deregulasi, melainkan melalui regulasi yang cerdas dan modernisasi pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Hongkong memperkuat klaimnya sebagai pusat keuangan internasional dengan regulasi yang diperluas
Hongkong vorantreibt eine umfassende Modernisierung seiner Finanzinfrastruktur. Mit koordinierten Maßnahmen des Finanzdienstleistungs- und Schatzamts sowie der Wertpapier- und Terminaufsichtsbehörde entsteht derzeit ein neuer regulatorischer Rahmen, der zwei Kernbereiche der globalen Finanzmärkte adressiert: digitale Vermögenswerte und traditionelle Rohstoffhandel.
Digital Assets: Dari Regulasi ke Implementasi Praktis
Inisiatif regulasi ini sudah menunjukkan keberhasilan awal. Peraturan Stablecoin Hong Kong, yang mulai berlaku pada 2025, saat ini dioperasionalkan oleh Otoritas Keuangan Hong Kong. Secara paralel, pemerintah sedang menyusun rancangan undang-undang komprehensif yang mencakup layanan konsultasi dan manajemen untuk aset virtual dan akan disahkan pada tahun yang sama di Dewan Legislatif.
Strategi dua langkah ini – pertama mengatur stablecoin, kemudian menstrukturisasi seluruh ekosistem – menunjukkan komitmen jangka panjang Hong Kong dalam sektor keuangan digital. Proses perizinan di bawah Otoritas Keuangan Hong Kong menunjukkan bahwa regulasi tidak lagi bersifat teoretis, melainkan menghasilkan izin usaha yang nyata.
Hong Kong sebagai Pusat Internasional Perdagangan Emas
Lebih ambisius lagi adalah rencana Hong Kong untuk pasar emas. Pemerintah menargetkan peningkatan cadangan emas sebesar lebih dari 2.000 ton dalam tiga tahun. Ini adalah bagian dari inisiatif strategis untuk memposisikan Hong Kong sebagai pusat cadangan emas regional.
Untuk mewujudkan visi ini, telah didirikan sebuah Dewan Pengelola untuk Sistem Penyelesaian Emas Pusat Hong Kong – sebuah sistem yang sepenuhnya dikendalikan negara. Fase pengujian mekanisme penyelesaian direncanakan untuk 2025, yang menunjukkan bahwa operasionalisasi sistem ini akan segera dilakukan.
Perluasan cadangan emas ini memberikan Hong Kong beberapa keuntungan: memperkuat posisinya sebagai pusat penghubung antara China dan pasar internasional, mendiversifikasi infrastruktur keuangan, dan menciptakan bidang usaha baru bagi lembaga keuangan lokal.
Optimalisasi Pasar sebagai Keunggulan Kompetitif
Sejalan dengan proyek struktur ini, Departemen Keuangan dan Perbendaharaan sedang meninjau langkah-langkah pengurangan pajak. Salah satu inisiatif yang sangat menarik adalah mempercepat siklus transaksi saham dari T+2 menjadi T+1. Percepatan ini akan membuat pasar saham Hong Kong lebih kompetitif dibandingkan bursa global lainnya dan meminimalkan risiko penyelesaian.
Hong Kong memanfaatkan strategi yang sudah terbukti: melalui kejelasan regulasi, peningkatan infrastruktur, dan insentif pajak, berusaha menarik aliran modal institusional dan swasta. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Hong Kong tidak akan mempertahankan posisinya melalui deregulasi, melainkan melalui regulasi yang cerdas dan modernisasi pasar.