The Federal Reserve Chair Jerome Powell baru-baru ini melakukan sesuatu yang langka—dia mengaitkan penyelidikan pidana terhadap dirinya langsung dengan penolakan untuk menurunkan suku bunga. Perkataan ini langsung memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral Amerika Serikat.
Alur ceritanya seperti ini. Jaksa federal di Washington D.C. sedang menyelidiki Powell, dengan alasan utama adalah proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve—menyangka dia mungkin telah memberikan pernyataan palsu kepada Kongres mengenai skala proyek tersebut. Kedengarannya sangat teknis, tetapi Powell sendiri memberikan interpretasi yang sama sekali berbeda.
Dalam pernyataannya, dia secara terbuka menyatakan: Penyelidikan ini pada dasarnya adalah "penilaian Federal Reserve yang didasarkan pada manfaat terbaik bagi publik dalam menetapkan suku bunga, bukan mengikuti preferensi Presiden." Dengan kata lain, karena saya tidak menurunkan suku bunga sesuai keinginan Presiden Trump, saya sedang diselidiki.
Masalah yang lebih dalam tersembunyi di balik ini. Powell menunjukkan bahwa inti sebenarnya adalah—apakah Federal Reserve dapat terus menetapkan kebijakan moneter berdasarkan data dan bukti ekonomi, atau apakah kebijakan tersebut akan dipengaruhi oleh tekanan dan ancaman politik? Ini bukan hanya masalah pribadi dia, tetapi juga masalah independensi seluruh sistem bank sentral.
Dari sudut pandang pasar cryptocurrency, konsekuensi dari keruntuhan independensi kebijakan bank sentral sangat serius. Begitu kebijakan moneter dikendalikan oleh faktor politik, ekspektasi pasar akan terganggu, volatilitas akan melonjak. Investor tidak dapat lagi menilai berdasarkan fundamental ekonomi, melainkan hanya menebak arah permainan politik—yang bisa menjadi bencana bagi semua jenis aset.
Powell pernah berkata, "Kecuali saya mati, saya tidak akan mengundurkan diri lebih awal," kalimat ini sekarang terdengar seperti janji sekaligus peringatan. Bagaimanapun, benturan kekuasaan dan independensi ini sedang mengubah aturan sistem keuangan Amerika Serikat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MissedAirdropAgain
· 4jam yang lalu
Begitu independensi bank sentral runtuh, kita para investor ritel hanya bisa mengandalkan tebak-tebakan arah politik untuk trading koin, bukankah ini seperti berjudi...
Lihat AsliBalas0
PseudoIntellectual
· 4jam yang lalu
Ini adalah burung unta yang sebenarnya, bank sentral menjadi alat politik dan itu akan berakhir.
---
Kali ini Powell langsung mengungkapkan semuanya, bukankah itu mencari mati? Perjuangan kekuasaan tidak bisa mengalahkan Gedung Putih.
---
Sebenarnya, begitu independensi kebijakan pecah, pasar kripto menjadi seperti kasino, siapa pun tidak akan bisa menjaga ketenangan.
---
"Kalau aku mati..." kalimat ini sekarang terdengar agak menyeramkan.
---
Bank sentral dijadikan sandera, langkah selanjutnya apa? Semua aset menjadi alat politik? Logika ini benar-benar luar biasa.
---
Proyek renovasi? Alasan ini terlalu kaku, siapa yang percaya?
---
Independensi bank sentral runtuh, lebih menakutkan daripada suku bunga turun, tidak ada yang tahu arah kebijakan itu adalah sebuah lubang.
---
Powell ini sedang berjudi besar, menggunakan karier profesionalnya untuk bertaruh keras.
Lihat AsliBalas0
GasFeeWhisperer
· 4jam yang lalu
Wah, bank sentral bahkan telah dibajak oleh politik, kita para investor kecil ini masih mau main apa sih
Lihat AsliBalas0
SnapshotLaborer
· 4jam yang lalu
Astaga, politik yang membajak kebijakan moneter, kita di dunia kripto ini benar-benar akan menjadi penonton saja
The Federal Reserve Chair Jerome Powell baru-baru ini melakukan sesuatu yang langka—dia mengaitkan penyelidikan pidana terhadap dirinya langsung dengan penolakan untuk menurunkan suku bunga. Perkataan ini langsung memicu kekhawatiran tentang independensi bank sentral Amerika Serikat.
Alur ceritanya seperti ini. Jaksa federal di Washington D.C. sedang menyelidiki Powell, dengan alasan utama adalah proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve—menyangka dia mungkin telah memberikan pernyataan palsu kepada Kongres mengenai skala proyek tersebut. Kedengarannya sangat teknis, tetapi Powell sendiri memberikan interpretasi yang sama sekali berbeda.
Dalam pernyataannya, dia secara terbuka menyatakan: Penyelidikan ini pada dasarnya adalah "penilaian Federal Reserve yang didasarkan pada manfaat terbaik bagi publik dalam menetapkan suku bunga, bukan mengikuti preferensi Presiden." Dengan kata lain, karena saya tidak menurunkan suku bunga sesuai keinginan Presiden Trump, saya sedang diselidiki.
Masalah yang lebih dalam tersembunyi di balik ini. Powell menunjukkan bahwa inti sebenarnya adalah—apakah Federal Reserve dapat terus menetapkan kebijakan moneter berdasarkan data dan bukti ekonomi, atau apakah kebijakan tersebut akan dipengaruhi oleh tekanan dan ancaman politik? Ini bukan hanya masalah pribadi dia, tetapi juga masalah independensi seluruh sistem bank sentral.
Dari sudut pandang pasar cryptocurrency, konsekuensi dari keruntuhan independensi kebijakan bank sentral sangat serius. Begitu kebijakan moneter dikendalikan oleh faktor politik, ekspektasi pasar akan terganggu, volatilitas akan melonjak. Investor tidak dapat lagi menilai berdasarkan fundamental ekonomi, melainkan hanya menebak arah permainan politik—yang bisa menjadi bencana bagi semua jenis aset.
Powell pernah berkata, "Kecuali saya mati, saya tidak akan mengundurkan diri lebih awal," kalimat ini sekarang terdengar seperti janji sekaligus peringatan. Bagaimanapun, benturan kekuasaan dan independensi ini sedang mengubah aturan sistem keuangan Amerika Serikat.