Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#美军封锁霍尔木兹海峡 Langkah militer AS kali ini tampaknya, di permukaan, adalah “blokade Selat Hormuz,” tetapi lebih akurat, ini adalah penerapan blokade maritim terhadap pengiriman yang terkait dengan pelabuhan Iran. Sekarang titik paling berbahaya bukan hanya tindakan militer itu sendiri—melainkan bahwa hal itu semakin mendorong situasi di Timur Tengah dari “konflik lokal” menuju risiko eskalasi di mana “pengiriman, energi, dan keuangan” bergema di tiga front. Meskipun Reuters melaporkan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup dan beberapa kapal minyak masih melewati, pasar sudah menganggapnya sebagai sinyal utama eskalasi.⚠️🌍⛴️
Tindakan semacam ini memang bisa memicu eskalasi konflik yang lebih luas karena begitu Iran memilih balasan, atau jika pelabuhan, jalur, dan kapal minyak di dekatnya mengalami lebih banyak serangan dan gangguan, situasinya bisa dengan cepat beralih dari “tekanan” menjadi “di luar kendali.” Inggris dan lembaga multilateral juga baru-baru ini memperingatkan bahwa konflik ini tidak memiliki jalan keluar yang jelas, dan risiko spillover meningkat.🔥🪖
Adapun harga minyak, kondisi untuk putaran lonjakan besar sudah ada, tetapi apakah itu bisa berkembang menjadi reli yang berkelanjutan dan gila tergantung pada berapa lama blokade berlangsung, apakah negosiasi akan dimulai kembali, dan apakah kerugian pasokan yang nyata akan terus membesar.
Reaksi pasar terbaru sangat khas: minyak mentah Brent sempat melonjak di atas 100 dolar AS per barel, tetapi kemudian turun kembali di bawah 100 karena harapan bahwa AS dan Iran mungkin akan melanjutkan pembicaraan. Ini menunjukkan bahwa pasar telah memasuki keadaan yang sangat sensitif—selama konflik terus meningkat, harga minyak bisa melonjak lagi kapan saja.🛢️📈
Dalam jangka pendek, harga minyak lebih cenderung naik daripada turun;
Dalam jangka menengah, selama risiko Hormuz belum benar-benar dihilangkan, pasar energi akan sulit kembali tenang. Apa yang benar-benar menentukan apakah langkah berikutnya adalah “lonjakan besar” bukanlah sentimen, tetapi apakah pasokan lebih banyak akan diputus secara substansial.
Satu kalimat: apa yang diperdagangkan pasar saat ini bukanlah minyak, tetapi “risiko eskalasi.” ⚡🛢️#