Saya perhatikan banyak trader pemula mengajukan pertanyaan yang sama: bagaimana benar-benar memahami apa yang terjadi di sebuah grafik? Jawaban paling sederhana adalah belajar membaca candle (lilin) Jepang dengan benar. Ini telah menjadi alat fundamental untuk analisis teknikal, dan jujur saja, begitu kamu menguasainya, kamu akan melihat pasar dengan cara yang berbeda.



Candle Jepang, secara garis besar, adalah representasi visual dari empat harga dalam suatu periode: pembukaan, penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah. Yang membuat candle Jepang begitu kuat adalah karena ia langsung menunjukkan sentimen pasar. Badan candle menunjukkan harga pembukaan dan penutupan, sementara sumbu (garis-garis kecil di bagian atas dan bawah) menunjukkan sejauh mana harga berusaha bergerak sebelum akhirnya kembali.

Secara historis, para trader beras Jepang menggunakan metode ini selama berabad-abad, tetapi metode ini benar-benar menjadi arus utama saat Steve Nison memperkenalkannya ke dunia Barat pada tahun 1989. Sejak saat itu, ini menjadi standar bagi semua trader serius.

Yang menarik adalah setiap candle Jepang menceritakan sebuah kisah. Jika kamu melihat sumbu yang panjang dibandingkan dengan badan, itu berarti ada ketidakpastian—pertarungan antara pembeli dan penjual. Sebaliknya, sumbu yang pendek dengan badan yang panjang dan tegas adalah sinyal yang jelas: baik pembeli mendominasi (badan hijau), atau penjual (badan merah).

Ada beberapa jenis candle yang perlu diketahui. Doji, misalnya, adalah kondisi ketika pembukaan dan penutupan berada pada level yang sama, sehingga membentuk tanda silang. Ini menunjukkan keseimbangan sempurna, ketidakpastian total. Lalu ada Marubozu, yang hampir tidak memiliki sumbu sama sekali, menandakan pergerakan yang sangat tegas ke satu arah. Hammer adalah candle dengan sumbu panjang di bagian bawah dan badan kecil; sering kali ini menjadi sinyal pantulan setelah penurunan.

Yang banyak orang lupa adalah bahwa pola candle Jepang yang paling kuat adalah yang terbentuk pada periode yang lebih panjang. Sebuah candle dalam satu hari memberi tahu lebih banyak daripada candle dalam satu jam, karena candle tersebut mencerminkan sentimen pasar yang nyata, bukan sekadar pergerakan likuiditas yang acak.

Ketika kamu mulai menggabungkan beberapa candle, di situlah semuanya menjadi benar-benar menarik. Misalnya, candle engulfing adalah kondisi ketika satu candle besar sepenuhnya menelan candle sebelumnya ke arah yang berlawanan. Jika itu adalah candle hijau besar yang menelan candle merah setelah tren turun, biasanya itu adalah sinyal bullish yang kuat.

Pattern Piercing juga menarik untuk diperhatikan: candle merah panjang diikuti oleh candle hijau panjang yang menutup di atas bagian tengah badan merah. Ini adalah sinyal pembalikan setelah penurunan.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa candle Jepang bukan sekadar grafik yang bagus. Ini adalah alat komunikasi antara para peserta pasar. Setiap bentuk, setiap sumbu, setiap warna memberi informasi tentang apa yang benar-benar terjadi selama periode tersebut. Setelah kamu bisa menafsirkan sinyal-sinyal ini, kamu dapat mulai memprediksi ke mana pasar mungkin akan bergerak selanjutnya. Tentu saja, kamu tetap harus menunggu konfirmasi dari sinyal lain sebelum bertindak, tetapi inilah fondasi yang kokoh untuk membangun analisis kamu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan