Belakangan ini, perhatian terhadap sikap Bank Sentral Eropa terhadap masalah nilai tukar semakin berhati-hati. Komisaris Kazaks baru-baru ini menyatakan bahwa dampak dari apresiasi euro sebesar 14% pada paruh pertama tahun lalu masih secara bertahap muncul, dan gelombang apresiasi ini terutama disebabkan oleh pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump tentang tarif perdagangan, yang secara langsung melemahkan kepercayaan pasar terhadap dolar AS.



Yang menarik, volatilitas nilai tukar membutuhkan sekitar 12 bulan dari respons pasar hingga benar-benar mempengaruhi ekonomi. Dengan kata lain, dampak menyeluruh dari apresiasi euro tahun lalu baru akan sepenuhnya terlihat pada musim semi tahun ini. Bank Sentral Eropa telah memasukkan faktor-faktor ini ke dalam proyeksi ekonomi terbaru, tetapi beberapa pengambil keputusan seperti Lagarde masih memantau perkembangan selanjutnya dengan cermat.

Saat ini, sikap Bank Sentral Eropa adalah tetap observatif. Kazaks secara tegas menyatakan bahwa saat ini belum perlu mengambil tindakan apa pun, dan para pejabat umumnya berada dalam keadaan "menunggu dan melihat". Namun, sikap berhati-hati ini mencerminkan sebuah kenyataan: ketidakpastian global sedang meningkat, dan dampak ekonomi dari apresiasi euro masih secara bertahap dirilis, sehingga Bank Sentral Eropa siap kapan saja untuk merespons kemungkinan perubahan. Pasar juga sedang memantau dengan ketat langkah selanjutnya dari bank sentral.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan