Perluasan Pasar Kontrak Perpetual RWA Memerlukan Inovasi Model Pembuat Pasar——DeFi Membuka Jalan Pemanfaatan Pasar Leverage Wall Street

Saat ini, permintaan perdagangan leverage di pasar keuangan global terus berkembang tanpa henti. Pasar opsi 0DTE (jatuh tempo hari yang sama) di AS mencatat volume transaksi sebesar 48 triliun dolar per bulan, sementara pasar CFD di luar AS mencapai 30 triliun dolar per bulan. Di balik pasar besar ini, bukan hanya pemilik aset biasa, tetapi para spekulan yang mencari eksposur arah yang besar. Namun, alat keuangan dan model market maker yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi permintaan sebesar ini secara efisien, dan di sinilah protokol DeFi menemukan peluang baru.

Tantangan RWA bagi Market Maker—Kekurangan dari Celah Pasar dan Struktur yang Bertentangan

Batasan Model Market Maker Tradisional

Market maker yang mendukung likuiditas pasar keuangan biasanya mendapatkan keuntungan dari spread, menyediakan selisih harga beli dan jual. Namun, dalam domain kontrak permanen RWA (aset nyata), model bisnis klasik ini menghadapi tantangan fundamental.

Di pasar aset kripto, transaksi berlangsung 24/7, dan market maker dapat melakukan hedging risiko dalam milidetik. Sebaliknya, aset tradisional—terutama saham AS dan komoditas—dibatasi oleh jam perdagangan, dan pasar tutup saat akhir pekan dan hari libur. “Kesenjangan waktu fisik” ini adalah tantangan terbesar bagi platform RWA Perps DEX. Data menunjukkan bahwa beberapa RWA Perps DEX mencatat volume lebih dari 20 miliar dolar dalam 30 hari, tetapi volume ini turun 70-90% saat akhir pekan.

Ketidakmampuan Market Maker Melakukan Hedging Saat Pasar Tutup

Agar market maker bisa memperoleh keuntungan dari RWA Perps, mereka harus melakukan hedging risiko secara real-time terhadap pesanan dari pengguna. Misalnya, jika mereka menjual kontrak long senilai 1 juta dolar Tesla di chain, mereka harus segera membangun posisi hedge di pasar futures konvensional.

Namun, saat pasar saham AS tutup di akhir pekan atau malam hari, hedging ini tidak memungkinkan. Saat NASDAQ atau CME berhenti bertransaksi, market maker tidak bisa menyesuaikan posisi mereka dan terbuka terhadap fluktuasi harga yang tak terduga. Akibatnya, mereka harus menolak transaksi atau menambahkan premi risiko besar ke spread. Inilah sebabnya platform berbasis order book tradisional mengalami spread yang membesar beberapa kali lipat dan likuiditas yang menipis saat akhir pekan.

Risiko Gap dan Kerentanan Mekanisme Liquidasi

Lebih parah lagi adalah risiko “gap”. Saat pasar dibuka kembali pada hari Senin, tekanan beli/jual yang terakumulasi selama akhir pekan sering kali menyebabkan lonjakan harga yang besar. Dalam aset kripto, harga berubah secara kontinu sehingga mesin liquidasi dapat menutup posisi dalam waktu yang cukup. Tapi dalam RWA, lonjakan harga seperti “pemisah” ini bisa menyebabkan kerugian membesar tanpa bisa menemukan counterparty yang tepat, karena harga melompat secara tiba-tiba.

Akibatnya, protokol dan LP (penyedia likuiditas) menanggung risiko gap yang tidak terduga, yang secara fundamental mengancam stabilitas sistem.

Strategi Penyedia Likuiditas dan Market Maker—Evolusi Protokol RWA

CFD di Chain: Inovasi Model Market Maker Berbasis Pool

Untuk mengatasi tantangan RWA Perps, protokol DeFi mengembangkan model market maker baru yang mengubah CFD (contract for difference) broker menjadi “smart contract”.

Synthetix, di tahap awal, merancang model pertukaran “likuiditas tak terbatas” tanpa order book, berdasarkan harga dari oracle. Semua aset sintetis dapat dipertukarkan secara bebas tanpa perlu mencari lawan transaksi. Namun, model ini mengharuskan LP yang berfungsi sebagai market maker menanggung risiko satu arah jangka panjang (misalnya, pengguna terus membeli posisi long), sehingga keberlanjutan sistem menjadi terancam. Setelah 2021, Synthetix menangguhkan sebagian besar listing aset RWA.

Gains Network mengadopsi model pool yang lebih baik. Sebuah kolam dana independen (gToken Vault) berfungsi sebagai market maker, menyerap keuntungan dan kerugian pengguna. Mereka juga memperkenalkan token GNS sebagai “garis pertahanan terakhir”, yang dapat diterbitkan kembali saat kerugian ekstrem terjadi untuk menutupi kerugian tersebut. Harga ditetapkan dengan spread tetap, dan pendapatan dibagi antara LP dan GNS staker.

Namun, model ini tetap tidak menghilangkan konflik dasar “keuntungan trader = kerugian LP”. Terutama di pasar RWA yang cenderung tren naik satu arah selama bertahun-tahun (misalnya, kenaikan berkelanjutan S&P 500), kolam LP akan terus-menerus ditekan.

Ostium: Model Generasi Berikutnya dengan Hedging Eksternal Market Maker

Pada Agustus 2025, Ostium resmi diluncurkan di mainnet Arbitrum, menawarkan solusi fundamental. Inti dari inovasi ini adalah memisahkan fungsi “settlement” dan “hedging” dari market maker secara lengkap.

Ostium menggunakan struktur dua lapis. Lapisan pertama adalah “Liquidity Buffer” yang merupakan dana yang terkumpul dari pendapatan protokol. Keuntungan dan kerugian pengguna pertama-tama dibayar dari sini. Lapisan kedua adalah “OLP Vault”, yang merupakan kolam dana yang disediakan oleh LP. Jika Liquidity Buffer habis, barulah OLP Vault masuk sebagai market maker langsung.

Dengan demikian, fluktuasi jangka pendek terhadap keuntungan/kerugian pengguna diserap oleh pendapatan protokol, sementara LP hanya menanggung risiko satu arah jangka panjang. Lebih penting lagi, Ostium mengadopsi tim market maker profesional yang melakukan hedging multi-market dalam milidetik, menutupi risiko basis dengan pasar eksternal. Ini secara nyata mengexternalisasi risiko protokol.

Pilihan Strategi Market Maker—Model Pool vs Order Book

Mengapa Memilih Model Pool

Kaledora, pendiri Ostium, menjelaskan secara teoretis mengapa model pool lebih unggul di domain RWA.

Pertama, efisiensi penemuan harga. Bursa top dunia seperti NASDAQ dan CME sudah menemukan harga saham dan valuta secara real-time dengan sempurna. Membangun order book on-chain untuk RWA berarti bersaing dengan bursa tradisional yang memiliki hak istimewa triliunan dolar, dan dari segi kedalaman pasar, akan selalu kalah. Sebaliknya, model pool memanfaatkan oracle price sehingga tidak perlu menghabiskan sumber daya untuk penemuan harga.

Kedua, efisiensi hedging market maker. Di ekosistem kripto murni seperti Hyperliquid, market maker dapat melakukan hedging di CEX 24/7 dalam milidetik, sehingga order book berfungsi optimal. Tapi di domain RWA, ada ketidaksesuaian waktu antara USDC on-chain dan pembayaran fiat tradisional, sehingga market maker harus menyimpan dana besar di rekening konvensional. Ditambah lagi, bank sering berhenti transaksi saat akhir pekan, sehingga mereka tidak bisa melakukan hedging cepat saat lonjakan harga. Friksi cross-border ini membuat adopsi order book sulit.

Contohnya, Trade.xyz di ekosistem Hyperliquid menunjukkan tingkat pendanaan yang sangat tinggi saat akhir pekan, menandakan market maker tidak bisa hedging dan menambah premi risiko. Sebaliknya, Ostium yang berbasis pool menutup transaksi saat pasar tutup dan memaksa liquidasi posisi leverage tinggi, secara fundamental menghindari risiko gap.

Tren Evolusi Model Market Maker

Bahkan, proyek pool yang ada mulai memperhatikan strategi market maker baru. Pada Agustus 2025, forum GMX membahas proposal “Global Hedge Vault (GHV)” yang mengusung mekanisme external market maker dan struktur delta-neutral, mengikuti inovasi Ostium sebagai langkah berikutnya.

Alasan GMX tetap mempertahankan model pool adalah perbedaan pasar. Pasar aset kripto sangat volatil, dan melalui hukum bilangan besar, taruhan acak secara statistik bernilai negatif, sehingga secara kolektif pool mendapatkan ekspektasi positif. Sebaliknya, pasar RWA (misalnya saham) memiliki volatilitas rendah dan dirancang untuk bersaing dengan broker CFD tradisional, sehingga membutuhkan strategi market maker berbeda.

Masa Depan Pasar Tanpa Batas RWA—Inovasi Berkelanjutan Model Market Maker

Agar pasar kontrak permanen RWA benar-benar menguasai pasar leverage Wall Street, inovasi berkelanjutan dalam model market maker sangat penting.

Saat ini, protokol pool berusaha memisahkan market making menjadi “settlement” dan “hedging”, dan menyerahkan fungsi hedging ke tim market maker eksternal profesional, untuk menjaga keberlanjutan dan skalabilitas sistem. Dengan demikian, DeFi tidak lagi sekadar penyedia likuiditas, tetapi bertransformasi menjadi “broker CFD berbasis smart contract” yang sesungguhnya.

Di sisi lain, pendukung order book mulai mengembangkan strategi market making baru, mengikuti keberhasilan pasar aset kripto, dan berusaha memperluas ke domain RWA. Berbagai pendekatan ini bersaing dan akan menyaring mekanisme market maker yang paling efisien, mendorong ekosistem menuju mekanisme yang lebih optimal.

Kemampuan market maker dalam mengelola risiko secara efisien dan memenuhi kebutuhan pengguna akan menjadi kunci utama agar DeFi benar-benar menguasai pasar leverage Wall Street. Diperkirakan, berbagai model market maker akan terus berkembang bersamaan dengan pertumbuhan pasar RWA, masing-masing menargetkan segmen pasar yang berbeda.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan