Harga rata-rata bensin di AS telah melampaui $3 per galon untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Per 2 Maret 2026, harga eceran bensin nasional melampaui ambang batas $3 , menurut data OPIS dan AAA. Harga telah menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa minggu terakhir, tetapi perlintasan ini semakin cepat, terutama karena ketegangan di Timur Tengah. Para ahli menunjukkan kenaikan tajam di pasar minyak global akibat serangan terbaru AS dan Israel terhadap Iran serta ancaman balasan Tehran untuk mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent telah naik lebih dari 5% dalam beberapa hari terakhir, mendekati sekitar $77 per barel. Hal ini secara langsung mempengaruhi harga bensin. Kepala analis minyak GasBuddy, Patrick De Haan, menyatakan bahwa harga telah melampaui $3 untuk pertama kalinya tahun ini dan bahwa harga, yang sempat turun menjadi $2,85 pada Februari, kini meningkat dengan cepat. Konsultan Gulf Oil, Tom Kloza, menekankan bahwa jika krisis saat ini berlanjut, rata-rata nasional bisa naik menjadi $3,25 minggu ini, atau bahkan lebih tinggi. Alasan utama kenaikan harga meliputi: Peningkatan premi risiko geopolitik Transisi ke bensin musim panas (produksi yang lebih mahal) Masalah kilang dan kekhawatiran tentang gangguan pasokan Perkembangan ini menjadi faktor penting yang menguji dukungan publik terhadap kebijakan Iran Presiden AS Donald Trump. Banyak jajak pendapat menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin dapat berdampak negatif terhadap sentimen pemilih. Inflasi dan biaya energi adalah isu yang sangat sensitif menjelang pemilihan paruh waktu yang akan datang. Pengemudi bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi di pompa dalam beberapa hari mendatang; para ahli memprediksi kenaikan tambahan sebesar 10-30 sen. Seberapa banyak harga akan naik tergantung pada jalannya konflik dan potensi gangguan pasokan minyak. #PreciousMetalsAndOilPricesSurge
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
25 Suka
Hadiah
25
26
1
Bagikan
Komentar
0/400
HighAmbition
· 3jam yang lalu
Tangan Berlian 💎
Lihat AsliBalas0
AYATTAC
· 6jam yang lalu
Sebuah postingan yang kreatif dan mengesankan.
Kamu selalu membawa sesuatu yang unik.
Bangga selalu mendukungmu.⚡⚡Sebuah postingan yang kreatif dan mengesankan.
Kamu selalu membawa sesuatu yang unik.
Bangga selalu mendukungmu.⚡⚡Sebuah postingan yang kreatif dan mengesankan.
Kamu selalu membawa sesuatu yang unik.
Bangga selalu mendukungmu.⚡⚡
Harga rata-rata bensin di AS telah melampaui $3 per galon untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Per 2 Maret 2026, harga eceran bensin nasional melampaui ambang batas $3 , menurut data OPIS dan AAA. Harga telah menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa minggu terakhir, tetapi perlintasan ini semakin cepat, terutama karena ketegangan di Timur Tengah.
Para ahli menunjukkan kenaikan tajam di pasar minyak global akibat serangan terbaru AS dan Israel terhadap Iran serta ancaman balasan Tehran untuk mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent telah naik lebih dari 5% dalam beberapa hari terakhir, mendekati sekitar $77 per barel. Hal ini secara langsung mempengaruhi harga bensin.
Kepala analis minyak GasBuddy, Patrick De Haan, menyatakan bahwa harga telah melampaui $3 untuk pertama kalinya tahun ini dan bahwa harga, yang sempat turun menjadi $2,85 pada Februari, kini meningkat dengan cepat. Konsultan Gulf Oil, Tom Kloza, menekankan bahwa jika krisis saat ini berlanjut, rata-rata nasional bisa naik menjadi $3,25 minggu ini, atau bahkan lebih tinggi. Alasan utama kenaikan harga meliputi:
Peningkatan premi risiko geopolitik
Transisi ke bensin musim panas (produksi yang lebih mahal)
Masalah kilang dan kekhawatiran tentang gangguan pasokan
Perkembangan ini menjadi faktor penting yang menguji dukungan publik terhadap kebijakan Iran Presiden AS Donald Trump. Banyak jajak pendapat menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin dapat berdampak negatif terhadap sentimen pemilih. Inflasi dan biaya energi adalah isu yang sangat sensitif menjelang pemilihan paruh waktu yang akan datang.
Pengemudi bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi di pompa dalam beberapa hari mendatang; para ahli memprediksi kenaikan tambahan sebesar 10-30 sen. Seberapa banyak harga akan naik tergantung pada jalannya konflik dan potensi gangguan pasokan minyak.
#PreciousMetalsAndOilPricesSurge