Tokenisasi, Transparansi, dan Permintaan Institusional Mendominasi Diskusi di Panel 'Modal Kembali Selektif' HSC

Secara Singkat

Panel ‘Modal Bersifat Selektif Kembali’ menyimpulkan bahwa investor institusional menjadi jauh lebih selektif dalam siklus kripto saat ini, memprioritaskan pendapatan nyata, kecocokan produk‑pasar, dan infrastruktur aset tokenisasi yang sesuai regulasi saat pasar beralih dari spekulasi yang didorong hype ke evaluasi yang disiplin dan berbasis fundamental.

Tokenization, Transparency, And Institutional Demand Dominate Discussion At HSC’s ‘Capital Is Selective Again’ Panel

Pada pertengahan Februari, HSC Asset Management mengadakan acara di Hong Kong, mempertemukan investor institusional, hedge fund, manajer aset Web2 dan fokus kripto, serta kantor keluarga untuk meninjau tren terbaru yang membentuk lanskap aset digital institusional.

Salah satu sesi utama adalah panel “Modal Bersifat Selektif Kembali”, yang membuka konferensi dan menampilkan Dr. Asaf Nadler dari Addressable, Charles Edwards dari Capriole Investments, Chetan Karkhanis dari Franklin Templeton, John Cahill dari Galaxy Digital, dan Stanley Huo dari Hivemind Capital. Diskusi berfokus pada bagaimana penyaluran modal menjadi jauh lebih selektif dalam siklus saat ini, dengan para pembicara menekankan due diligence yang ketat, model pendapatan yang berkelanjutan, dan kenyataan bahwa hanya proyek yang secara fundamental kuat yang kini mendapatkan dukungan institusional.

Para pembicara memulai dengan mencatat bahwa pasar kripto telah melewati beberapa siklus—dari ledakan ICO, musim DeFi, hingga runtuhnya platform besar—yang secara kolektif mengikis kepercayaan dan mendorong investor menuju evaluasi yang lebih disiplin. Tahap awal didorong oleh hype, spekulasi ritel, dan ide-ide yang belum teruji, tetapi lingkungan saat ini menuntut pendapatan, kecocokan produk‑pasar, dan ekonomi token yang berkelanjutan. Hanya sebagian kecil token yang memenuhi standar ini, dan era penggalangan dana berdasarkan visi saja telah berakhir. Perpindahan dari pasar “beritahu saya” ke “buktikan kepada saya” kini membutuhkan model bisnis nyata, pelanggan yang dapat diidentifikasi, dan jejak yang dapat diukur.

Institusionalisasi dan Meningkatnya Tokenisasi Aset

Pembicaraan kemudian beralih ke institusionalisasi dan tokenisasi aset dunia nyata. Partisipasi institusional telah berkembang secara stabil, terutama dalam stablecoin, dana pasar uang, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Para pembicara menyoroti bahwa kasus penggunaan institusional seperti manajemen jaminan, operasi treasury, dan likuiditas intrahari berkembang lebih cepat daripada adopsi ritel. Tokenisasi terus berkembang di berbagai chain, didukung oleh peningkatan penerbitan stablecoin dan pertumbuhan RWA, sementara kejelasan regulasi tetap penting karena institusi global beroperasi dalam kerangka yurisdiksi tertentu. Panel mencatat bahwa tokenisasi sedang berkembang dari instrumen sederhana menuju aset yang lebih kompleks seperti kredit privat dan saham perusahaan swasta, dengan kepatuhan dan manajemen risiko sebagai inti.

Bagaimana Investor Menilai Proyek Saat Ini

Ketika menilai proyek, para pembicara menekankan bahwa transparansi tidak menjamin keakuratan, karena data on-chain dapat diputarbalikkan oleh aktivitas buatan atau metrik yang dibesar-besarkan. Untuk menilai jejak nyata, investor mengandalkan penggunaan pelanggan yang diverifikasi, validasi mitra, struktur insentif yang berkelanjutan, dinamika pasokan token, tren pendapatan, dan kredibilitas tim. Beberapa peserta menambahkan bahwa kondisi makroekonomi, sentimen, dan indikator teknikal juga mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama untuk strategi token yang likuid.

Konvergensi Keuangan Tradisional dan Web3

Diskusi juga menyoroti semakin dekatnya konvergensi antara keuangan tradisional dan Web3. Dompet digital terpadu yang menawarkan gambaran menyeluruh tentang aset dan kewajiban, meningkatnya minat dari bank dan manajer aset terhadap produk on-chain, serta harapan bahwa agen otomatis akhirnya akan mengelola konstruksi portofolio semuanya mengarah pada pergeseran struktural jangka panjang. Transisi ini membutuhkan infrastruktur yang sesuai regulasi dan lintas batas yang mampu mendukung aset tokenisasi secara skala besar, dengan kemajuan awal sudah terlihat di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Akhirnya, panel membahas peran Asia dalam lanskap yang berkembang. Meskipun fondasi global serupa, Asia menonjol karena basis konsumennya yang besar, adopsi teknologi baru yang cepat, dan talenta rekayasa yang kuat. Permintaan tinggi untuk pembayaran lintas batas, penggunaan stablecoin yang meningkat untuk perdagangan dan remitansi, minat dalam tokenisasi aset swasta dan produk budaya, serta selera yang tinggi untuk aplikasi yang berorientasi konsumen semuanya menempatkan kawasan ini sebagai ladang subur untuk inovasi Web3.

DEFI2,7%
TOKEN-1,06%
RWA2,6%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)