Kontrak berjangka kapas turun secara signifikan pada hari Jumat karena berbagai faktor mempengaruhi harga. Kontrak jangka pendek terbukti sangat rentan, dengan kontrak Maret turun 34 poin sementara kontrak Mei turun 51 poin, mencerminkan kekhawatiran pasar yang lebih luas tentang dinamika pasokan dan permintaan di sektor kapas global.
Penurunan Harga di Beberapa Bulan Kontrak
Penurunan harga berjangka kapas meluas ke seluruh kurva forward. Kontrak Juli turun 48 poin, menunjukkan bahwa kelemahan menyebar di pasar dan tidak terbatas pada bulan terdekat. Penurunan yang terkoordinasi ini bertepatan dengan kekuatan di pasar komoditas lain—minyak mentah naik $0.85 per barel menjadi $64.57, sementara indeks dolar AS menguat $0.718 menjadi 96.855. Dolar yang lebih kuat biasanya memberi tekanan pada kontrak berjangka kapas dan komoditas lain yang dihargai dalam dolar, karena membuat ekspor AS menjadi kurang kompetitif di pasar global.
Harga Dunia yang Disesuaikan turun menjadi 50,23 sen per pon, menurun 76 poin dari minggu sebelumnya. Sementara itu, Indeks Cotlook A tetap stabil di 74,15 sen pada 27 Januari, menunjukkan adanya sedikit stabilisasi dalam penetapan harga patokan global meskipun kontrak berjangka AS melemah.
Sinyal Kelemahan Ekspor dan Kekhawatiran Permintaan
Data ekspor menunjukkan gambaran yang lebih mengkhawatirkan bagi pasar kontrak berjangka kapas. Per 22 Januari, total komitmen ekspor kumulatif mencapai 7,553 juta bal, menurun 13% dibanding tahun sebelumnya. Lebih mengkhawatirkan, pengiriman saat ini tertinggal dari proyeksi ekspor USDA sebesar 34 poin persentase, hanya mencapai 66% dari target dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 84%.
Kekurangan ini menunjukkan permintaan internasional yang lebih lemah atau kendala logistik yang dapat menekan harga lebih jauh. Auksi online hari Kamis melalui The Seam menjual 6.183 bal dengan harga 57,51 sen per pon, memberikan indikasi aktivitas pasar fisik.
Tingkat Persediaan Tetap Stabil di Tengah Tekanan Harga
Persediaan kapas bersertifikat di bursa ICE tetap tidak berubah di 8.600 bal per 29 Januari, menawarkan stabilitas dalam salah satu metrik utama. Namun, dengan kontrak berjangka kapas di bawah tekanan dan aliran ekspor yang tertinggal dari norma historis, para pedagang tetap berhati-hati terhadap dinamika pasokan jangka pendek dan implikasinya terhadap arah harga di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kontrak Berjangka Kapas Menurun karena Pasar Menghadapi Hambatan yang Meningkat
Kontrak berjangka kapas turun secara signifikan pada hari Jumat karena berbagai faktor mempengaruhi harga. Kontrak jangka pendek terbukti sangat rentan, dengan kontrak Maret turun 34 poin sementara kontrak Mei turun 51 poin, mencerminkan kekhawatiran pasar yang lebih luas tentang dinamika pasokan dan permintaan di sektor kapas global.
Penurunan Harga di Beberapa Bulan Kontrak
Penurunan harga berjangka kapas meluas ke seluruh kurva forward. Kontrak Juli turun 48 poin, menunjukkan bahwa kelemahan menyebar di pasar dan tidak terbatas pada bulan terdekat. Penurunan yang terkoordinasi ini bertepatan dengan kekuatan di pasar komoditas lain—minyak mentah naik $0.85 per barel menjadi $64.57, sementara indeks dolar AS menguat $0.718 menjadi 96.855. Dolar yang lebih kuat biasanya memberi tekanan pada kontrak berjangka kapas dan komoditas lain yang dihargai dalam dolar, karena membuat ekspor AS menjadi kurang kompetitif di pasar global.
Harga Dunia yang Disesuaikan turun menjadi 50,23 sen per pon, menurun 76 poin dari minggu sebelumnya. Sementara itu, Indeks Cotlook A tetap stabil di 74,15 sen pada 27 Januari, menunjukkan adanya sedikit stabilisasi dalam penetapan harga patokan global meskipun kontrak berjangka AS melemah.
Sinyal Kelemahan Ekspor dan Kekhawatiran Permintaan
Data ekspor menunjukkan gambaran yang lebih mengkhawatirkan bagi pasar kontrak berjangka kapas. Per 22 Januari, total komitmen ekspor kumulatif mencapai 7,553 juta bal, menurun 13% dibanding tahun sebelumnya. Lebih mengkhawatirkan, pengiriman saat ini tertinggal dari proyeksi ekspor USDA sebesar 34 poin persentase, hanya mencapai 66% dari target dibandingkan rata-rata lima tahun sebesar 84%.
Kekurangan ini menunjukkan permintaan internasional yang lebih lemah atau kendala logistik yang dapat menekan harga lebih jauh. Auksi online hari Kamis melalui The Seam menjual 6.183 bal dengan harga 57,51 sen per pon, memberikan indikasi aktivitas pasar fisik.
Tingkat Persediaan Tetap Stabil di Tengah Tekanan Harga
Persediaan kapas bersertifikat di bursa ICE tetap tidak berubah di 8.600 bal per 29 Januari, menawarkan stabilitas dalam salah satu metrik utama. Namun, dengan kontrak berjangka kapas di bawah tekanan dan aliran ekspor yang tertinggal dari norma historis, para pedagang tetap berhati-hati terhadap dinamika pasokan jangka pendek dan implikasinya terhadap arah harga di masa depan.