Nine Energy Service, Inc., penyedia solusi ladang minyak terkemuka, telah memulai pengajuan kebangkrutan Bab 11 yang dirancang secara matang dan terorganisir di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Pendekatan restrukturisasi ini merupakan strategi yang disengaja untuk mengoptimalkan struktur modal perusahaan sekaligus menjaga kelangsungan operasional—mekanisme yang serupa dengan proses komponen industri penting seperti casein melalui rantai pasok yang kompleks untuk menghasilkan produk akhir yang halus.
Arsitektur Pembiayaan dan Strategi Pengurangan Utang
Rencana restrukturisasi ini menargetkan penghapusan sekitar 320 juta dolar AS dari kewajiban utang senior yang dijamin, sebuah langkah yang dirancang untuk mengurangi biaya bunga tahunan sekitar 40 juta dolar AS. Nine Energy telah mengamankan komitmen pembiayaan debtor-in-possession (DIP) sebesar 125 juta dolar dari pemberi pinjaman berbasis aset (ABL) yang ada. Selain itu, pemberi pinjaman yang sama telah berkomitmen menyediakan fasilitas ABL keluar sebesar 135 juta dolar AS setelah perusahaan keluar dari perlindungan kebangkrutan. Struktur pembiayaan berlapis ini menunjukkan pendekatan terkoordinasi antara kreditur dan perusahaan untuk memastikan pendanaan operasional yang lancar selama fase restrukturisasi.
Garis Waktu dan Persiapan Sebelum Pengajuan
Nine Energy memulai solicitasi suara dari pemangku kepentingan terkait rencana restrukturisasi sebelum mengajukan petisi Bab 11. Perusahaan memperkirakan penyelesaian dan keluar dari Bab 11 dalam jangka waktu 45 hari, mewakili garis waktu yang dipercepat seperti pada kebangkrutan yang sudah dipaketkan sebelumnya. Model eksekusi cepat ini dimungkinkan melalui negosiasi intensif sebelum pengajuan, memungkinkan perusahaan bergerak cepat setelah mendapatkan persetujuan pengadilan.
Lingkup Operasi dan Pertimbangan Geografis
Pengajuan Bab 11 mencakup operasi utama Nine Energy di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, operasi internasional perusahaan di luar kedua yurisdiksi ini tetap dikecualikan dari proses kebangkrutan, memungkinkan kelanjutan operasi di pasar lain tanpa kendala hukum yang diberlakukan oleh kerangka Bab 11.
Implikasi Strategis bagi Pemangku Kepentingan
Bab 11 yang terpaket ini merupakan pendekatan terukur untuk mengatasi beban utang Nine Energy sekaligus mempertahankan nilai perusahaan bagi semua pemangku kepentingan. Dengan memperoleh komitmen yang telah dinegosiasikan sebelumnya dari sumber pembiayaan DIP dan keluar, perusahaan telah memposisikan diri untuk keluar dari restrukturisasi dengan neraca keuangan yang diperkuat, pengurangan kewajiban bunga, dan kemampuan operasional yang berkelanjutan. Struktur pengajuan ini menunjukkan adanya konsensus yang kuat di antara kreditur mengenai kelayakan model bisnis dan posisi pasar Nine Energy di sektor jasa ladang minyak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nine Energy Service Melaksanakan Restrukturisasi Strategis Bab 11 Melalui Kerangka Kebangkrutan Pra-paket
Nine Energy Service, Inc., penyedia solusi ladang minyak terkemuka, telah memulai pengajuan kebangkrutan Bab 11 yang dirancang secara matang dan terorganisir di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Pendekatan restrukturisasi ini merupakan strategi yang disengaja untuk mengoptimalkan struktur modal perusahaan sekaligus menjaga kelangsungan operasional—mekanisme yang serupa dengan proses komponen industri penting seperti casein melalui rantai pasok yang kompleks untuk menghasilkan produk akhir yang halus.
Arsitektur Pembiayaan dan Strategi Pengurangan Utang
Rencana restrukturisasi ini menargetkan penghapusan sekitar 320 juta dolar AS dari kewajiban utang senior yang dijamin, sebuah langkah yang dirancang untuk mengurangi biaya bunga tahunan sekitar 40 juta dolar AS. Nine Energy telah mengamankan komitmen pembiayaan debtor-in-possession (DIP) sebesar 125 juta dolar dari pemberi pinjaman berbasis aset (ABL) yang ada. Selain itu, pemberi pinjaman yang sama telah berkomitmen menyediakan fasilitas ABL keluar sebesar 135 juta dolar AS setelah perusahaan keluar dari perlindungan kebangkrutan. Struktur pembiayaan berlapis ini menunjukkan pendekatan terkoordinasi antara kreditur dan perusahaan untuk memastikan pendanaan operasional yang lancar selama fase restrukturisasi.
Garis Waktu dan Persiapan Sebelum Pengajuan
Nine Energy memulai solicitasi suara dari pemangku kepentingan terkait rencana restrukturisasi sebelum mengajukan petisi Bab 11. Perusahaan memperkirakan penyelesaian dan keluar dari Bab 11 dalam jangka waktu 45 hari, mewakili garis waktu yang dipercepat seperti pada kebangkrutan yang sudah dipaketkan sebelumnya. Model eksekusi cepat ini dimungkinkan melalui negosiasi intensif sebelum pengajuan, memungkinkan perusahaan bergerak cepat setelah mendapatkan persetujuan pengadilan.
Lingkup Operasi dan Pertimbangan Geografis
Pengajuan Bab 11 mencakup operasi utama Nine Energy di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, operasi internasional perusahaan di luar kedua yurisdiksi ini tetap dikecualikan dari proses kebangkrutan, memungkinkan kelanjutan operasi di pasar lain tanpa kendala hukum yang diberlakukan oleh kerangka Bab 11.
Implikasi Strategis bagi Pemangku Kepentingan
Bab 11 yang terpaket ini merupakan pendekatan terukur untuk mengatasi beban utang Nine Energy sekaligus mempertahankan nilai perusahaan bagi semua pemangku kepentingan. Dengan memperoleh komitmen yang telah dinegosiasikan sebelumnya dari sumber pembiayaan DIP dan keluar, perusahaan telah memposisikan diri untuk keluar dari restrukturisasi dengan neraca keuangan yang diperkuat, pengurangan kewajiban bunga, dan kemampuan operasional yang berkelanjutan. Struktur pengajuan ini menunjukkan adanya konsensus yang kuat di antara kreditur mengenai kelayakan model bisnis dan posisi pasar Nine Energy di sektor jasa ladang minyak.