Dalam pasar kripto yang volatil, trader membutuhkan alat untuk melindungi keuntungan mereka tanpa harus terus-menerus menatap layar. Trailing Stop adalah salah satu alat tersebut. Jenis order otomatis ini menyesuaikan diri secara dinamis dengan harga pasar dan melindungi posisi yang bergerak ke arah yang diinginkan. Bagi yang ingin memahami cara kerja Trailing Stops dan bagaimana menggunakannya secara strategis, berikut penjelasan lengkapnya.
Apa itu Trailing Stop dan bagaimana cara kerjanya?
Trailing Stop adalah jenis order lanjutan yang melindungi trader dari koreksi harga yang tak terduga. Berbeda dengan stop order konvensional, Trailing Stop tidak tetap pada satu harga tertentu. Sebaliknya, ia mengikuti pergerakan harga dengan jarak yang telah ditentukan sebelumnya—mirip bayangan yang mengikuti harga.
Ide dasarnya sederhana: selama harga naik, harga stop mengikuti tren kenaikan tersebut. Namun, jika harga turun dan melewati jarak yang telah ditetapkan, order keluar otomatis akan dieksekusi. Ini memungkinkan trader memaksimalkan keuntungan dari pergerakan naik sekaligus melindungi posisi mereka.
Untuk menggunakan Trailing Stop secara efektif, trader juga dapat menetapkan harga aktivasi. Baru setelah harga ini tercapai, Trailing Stop mulai mengikuti pergerakan harga. Ini sangat berguna jika posisi belum sepenuhnya menguntungkan.
Trailing Stop dengan nilai persentase: Contoh praktis
Varian Trailing Stop berbasis persentase sangat populer. Ia mengikuti deviasi persentase dari harga pasar saat ini, memberikan fleksibilitas menyesuaikan dengan volatilitas yang berbeda.
Skenario 1: Harga langsung turun
Misalnya, Anda membeli kripto seharga 100 USD dan menetapkan Trailing Stop pada penurunan 10 persen. Harga langsung turun ke 90 USD. Dalam kasus ini, order Anda akan langsung dieksekusi dan dijual pada harga pasar.
Skenario 2: Harga naik, lalu turun moderat
Harga naik ke 150 USD. Kemudian turun sedikit sebesar 7 persen ke 140 USD. Trailing Stop dalam kasus ini belum aktif karena batas 10 persen belum terlampaui. Namun, harga stop akan menyesuaikan menjadi 135 USD (10 persen di bawah 150 USD). Baru jika harga mencapai 135 USD, posisi akan ditutup.
Skenario 3: Harga mencapai titik tertinggi baru
Harga melonjak ke 200 USD dan kemudian turun 10 persen ke 180 USD. Sekarang Trailing Stop akan aktif. Anda menjual di 180 USD dan mengamankan keuntungan di bawah titik tertinggi sebelumnya.
Trailing Stop dengan jumlah tetap: Penjelasan langkah demi langkah
Varian Trailing Stop yang konstan bekerja dengan jumlah uang tetap, bukan persentase. Ini berguna jika trader memiliki toleransi risiko tertentu dalam dolar AS atau mata uang lain.
Skenario 1: Pemicu stop awal
Anda membuka posisi di 100 USD dan menetapkan Trailing Stop dengan jarak 30 USD. Harga langsung turun 30 USD ke 70 USD. Order dieksekusi dan posisi ditutup.
Skenario 2: Kenaikan harga dengan penurunan moderat
Harga naik ke 150 USD dan kemudian turun 20 USD ke 130 USD. Trailing Stop tidak terpicu karena batas 30 USD belum terlampaui. Titik referensi baru adalah 120 USD (30 USD di bawah titik tertinggi 150 USD).
Skenario 3: Kenaikan besar diikuti penurunan yang tepat
Harga melonjak ke 200 USD dan kemudian turun tepat 30 USD ke 170 USD. Sekarang Trailing Stop aktif dan order dieksekusi pada harga pasar saat ini.
Aspek keamanan penting saat menggunakan Trailing Stops
Trailing Stop menawarkan banyak keuntungan, tetapi juga membawa risiko yang harus diketahui trader.
Perlindungan posisi dari pemicu otomatis
Perlu diingat: posisi dan margin yang tersedia tidak dibekukan saat Trailing Stop aktif. Anda harus memastikan margin cukup untuk menjaga posisi tetap terbuka. Jika tidak, posisi bisa dilikuidasi sebelum Trailing Stop terpicu.
Risiko kegagalan dan masalah eksekusi
Ada beberapa skenario di mana Trailing Stop tidak terpicu sesuai harapan:
Pembatasan harga di pasar menghalangi eksekusi
Margin tidak cukup sehingga membatasi posisi
Status non-trading pada akun yang menghalangi eksekusi order
Gangguan sistem teknis yang menyebabkan penundaan
Jika Trailing Stop terpicu, ini tidak menjamin order pasar berikutnya akan langsung dieksekusi. Bisa saja order otomatis tetap tidak terisi—sama seperti order pasar biasa. Order yang tidak terisi dapat dilihat kapan saja di bagian order terbuka di akun Anda.
Rekomendasi praktis
Agar Trailing Stops digunakan dengan aman, sebaiknya Anda:
memantau kebutuhan margin secara rutin, memilih jarak stop yang realistis sesuai toleransi risiko, dan memperhatikan kondisi pasar. Terutama saat volatilitas ekstrem, Trailing Stop bisa lebih cepat terpicu dari yang diperkirakan.
Penggunaan Trailing Stop yang tepat dapat menjadi strategi berharga untuk mengurangi risiko. Dengan pemahaman yang benar dan pengaturan yang sesuai, jenis order ini menjadi mitra yang andal untuk trading yang lebih aman dan menguntungkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Trailing Stop: Perlindungan Keuntungan Otomatis dalam Perdagangan Kripto
Dalam pasar kripto yang volatil, trader membutuhkan alat untuk melindungi keuntungan mereka tanpa harus terus-menerus menatap layar. Trailing Stop adalah salah satu alat tersebut. Jenis order otomatis ini menyesuaikan diri secara dinamis dengan harga pasar dan melindungi posisi yang bergerak ke arah yang diinginkan. Bagi yang ingin memahami cara kerja Trailing Stops dan bagaimana menggunakannya secara strategis, berikut penjelasan lengkapnya.
Apa itu Trailing Stop dan bagaimana cara kerjanya?
Trailing Stop adalah jenis order lanjutan yang melindungi trader dari koreksi harga yang tak terduga. Berbeda dengan stop order konvensional, Trailing Stop tidak tetap pada satu harga tertentu. Sebaliknya, ia mengikuti pergerakan harga dengan jarak yang telah ditentukan sebelumnya—mirip bayangan yang mengikuti harga.
Ide dasarnya sederhana: selama harga naik, harga stop mengikuti tren kenaikan tersebut. Namun, jika harga turun dan melewati jarak yang telah ditetapkan, order keluar otomatis akan dieksekusi. Ini memungkinkan trader memaksimalkan keuntungan dari pergerakan naik sekaligus melindungi posisi mereka.
Untuk menggunakan Trailing Stop secara efektif, trader juga dapat menetapkan harga aktivasi. Baru setelah harga ini tercapai, Trailing Stop mulai mengikuti pergerakan harga. Ini sangat berguna jika posisi belum sepenuhnya menguntungkan.
Trailing Stop dengan nilai persentase: Contoh praktis
Varian Trailing Stop berbasis persentase sangat populer. Ia mengikuti deviasi persentase dari harga pasar saat ini, memberikan fleksibilitas menyesuaikan dengan volatilitas yang berbeda.
Skenario 1: Harga langsung turun Misalnya, Anda membeli kripto seharga 100 USD dan menetapkan Trailing Stop pada penurunan 10 persen. Harga langsung turun ke 90 USD. Dalam kasus ini, order Anda akan langsung dieksekusi dan dijual pada harga pasar.
Skenario 2: Harga naik, lalu turun moderat Harga naik ke 150 USD. Kemudian turun sedikit sebesar 7 persen ke 140 USD. Trailing Stop dalam kasus ini belum aktif karena batas 10 persen belum terlampaui. Namun, harga stop akan menyesuaikan menjadi 135 USD (10 persen di bawah 150 USD). Baru jika harga mencapai 135 USD, posisi akan ditutup.
Skenario 3: Harga mencapai titik tertinggi baru Harga melonjak ke 200 USD dan kemudian turun 10 persen ke 180 USD. Sekarang Trailing Stop akan aktif. Anda menjual di 180 USD dan mengamankan keuntungan di bawah titik tertinggi sebelumnya.
Trailing Stop dengan jumlah tetap: Penjelasan langkah demi langkah
Varian Trailing Stop yang konstan bekerja dengan jumlah uang tetap, bukan persentase. Ini berguna jika trader memiliki toleransi risiko tertentu dalam dolar AS atau mata uang lain.
Skenario 1: Pemicu stop awal Anda membuka posisi di 100 USD dan menetapkan Trailing Stop dengan jarak 30 USD. Harga langsung turun 30 USD ke 70 USD. Order dieksekusi dan posisi ditutup.
Skenario 2: Kenaikan harga dengan penurunan moderat Harga naik ke 150 USD dan kemudian turun 20 USD ke 130 USD. Trailing Stop tidak terpicu karena batas 30 USD belum terlampaui. Titik referensi baru adalah 120 USD (30 USD di bawah titik tertinggi 150 USD).
Skenario 3: Kenaikan besar diikuti penurunan yang tepat Harga melonjak ke 200 USD dan kemudian turun tepat 30 USD ke 170 USD. Sekarang Trailing Stop aktif dan order dieksekusi pada harga pasar saat ini.
Aspek keamanan penting saat menggunakan Trailing Stops
Trailing Stop menawarkan banyak keuntungan, tetapi juga membawa risiko yang harus diketahui trader.
Perlindungan posisi dari pemicu otomatis Perlu diingat: posisi dan margin yang tersedia tidak dibekukan saat Trailing Stop aktif. Anda harus memastikan margin cukup untuk menjaga posisi tetap terbuka. Jika tidak, posisi bisa dilikuidasi sebelum Trailing Stop terpicu.
Risiko kegagalan dan masalah eksekusi Ada beberapa skenario di mana Trailing Stop tidak terpicu sesuai harapan:
Jika Trailing Stop terpicu, ini tidak menjamin order pasar berikutnya akan langsung dieksekusi. Bisa saja order otomatis tetap tidak terisi—sama seperti order pasar biasa. Order yang tidak terisi dapat dilihat kapan saja di bagian order terbuka di akun Anda.
Rekomendasi praktis Agar Trailing Stops digunakan dengan aman, sebaiknya Anda: memantau kebutuhan margin secara rutin, memilih jarak stop yang realistis sesuai toleransi risiko, dan memperhatikan kondisi pasar. Terutama saat volatilitas ekstrem, Trailing Stop bisa lebih cepat terpicu dari yang diperkirakan.
Penggunaan Trailing Stop yang tepat dapat menjadi strategi berharga untuk mengurangi risiko. Dengan pemahaman yang benar dan pengaturan yang sesuai, jenis order ini menjadi mitra yang andal untuk trading yang lebih aman dan menguntungkan.