Memahami Analisis Teknikal Cryptocurrency: Alat Penting untuk Trader

Ketika banyak trader pertama kali mendekati pasar cryptocurrency, mereka sering bertanya-tanya bagaimana memprediksi pergerakan harga dalam lingkungan yang sangat volatil ini. Jawabannya terletak pada analisis teknikal crypto—sebuah metodologi yang memeriksa data pasar masa lalu untuk meramalkan arah harga di masa depan. Alih-alih mengandalkan feeling, analisis teknikal memberdayakan trader untuk membuat keputusan berdasarkan data tentang apakah harga aset akan naik atau turun. Panduan ini akan memandu Anda melalui alat dasar yang Anda perlukan untuk mulai menganalisis pasar crypto dan mengembangkan strategi trading yang lebih canggih.

Membaca Pergerakan Harga dengan Grafik Candlestick

Salah satu cara paling kuat untuk memvisualisasikan pergerakan pasar adalah melalui grafik candlestick. Dikembangkan di Jepang lebih dari satu abad yang lalu, grafik ini tetap menjadi salah satu alat paling efektif untuk memahami dinamika harga. Setiap candlestick mewakili periode waktu tertentu dan menampilkan empat informasi utama:

  • Harga pembukaan: di mana aset mulai diperdagangkan
  • Harga tertinggi: titik tertinggi yang dicapai selama periode tersebut
  • Harga terendah: titik terendah yang dicapai selama periode tersebut
  • Harga penutupan: di mana aset berakhir diperdagangkan

Desain visualnya menggunakan warna untuk menyampaikan arah—biasanya hijau saat harga ditutup lebih tinggi dari saat dibuka (pergerakan bullish) dan merah saat ditutup lebih rendah (pergerakan bearish). Sistem berwarna ini memudahkan untuk mengenali pola secara sekilas.

Salah satu aspek paling berharga dari analisis candlestick adalah pengenalan pola. Trader mengidentifikasi formasi berulang seperti pola engulfing, di mana sebuah candle yang lebih besar “menelan” satu atau lebih candle sebelumnya, sering kali menandakan pembalikan tren yang potensial. Dengan melatih mata Anda untuk mengenali pola-pola ini, Anda dapat mengantisipasi saat pasar mungkin berbalik arah, memberi Anda keunggulan dalam menentukan waktu trading.

Mengidentifikasi Zona Harga Kunci: Support dan Resistance

Mungkin konsep analisis teknikal yang paling intuitif adalah support dan resistance. Ini adalah level harga tertentu di mana sebuah aset cenderung berhenti menurun (support) atau berhenti naik (resistance). Logikanya sederhana: saat harga turun, semakin banyak pembeli yang tertarik, menciptakan “lantai.” Sebaliknya, saat harga naik, semakin banyak penjual yang muncul, menciptakan “langit-langit.”

Pasar cryptocurrency secara alami cenderung menuju level-level ini karena mereka mewakili area di mana banyak peserta pasar bersedia membeli atau menjual. Misalnya, BTC berulang kali memantul dari level support horizontal sekitar $6.000 dari akhir 2017 hingga sebagian besar 2018, menyentuh level ini sekitar enam kali sebelum akhirnya menembusnya—pelajaran penting bahwa tidak ada level yang bertahan selamanya.

Dalam trading praktis, kekuatan level support atau resistance melemah setiap kali diuji dan ditolak. Setelah beberapa kali pengujian, sebuah terobosan menjadi semakin mungkin. Memahami kapan sebuah level menjadi rentan memungkinkan trader untuk menempatkan posisi mereka sebelum terjadi pergerakan besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Mengikuti Tren dengan Garis Tren

Mengidentifikasi arah pergerakan pasar memerlukan menggambar garis tren—garis diagonal sederhana yang menghubungkan titik tertinggi atau terendah dari pola candlestick dari waktu ke waktu. Dengan menelusuri garis ini, trader dapat membedakan antara tren bullish (harga naik) dan tren bearish (harga turun) dan menyesuaikan strategi mereka sesuai.

Selama paruh kedua 2019, BTC membangun garis tren menurun yang jelas. Bahkan lebih mengedukasi lagi, ketika harga akhirnya menembus garis tren menurun ini, garis yang sama kemudian berfungsi sebagai level support selama crash pasar akibat COVID pada Maret 2020. Ini menunjukkan bagaimana alat analisis teknikal sering memiliki banyak kegunaan—garis resistance atau tren yang sebelumnya menahan harga sering berubah menjadi support saat kondisi berubah.

Menghaluskan Noise: Moving Averages

Data harga bisa sangat fluktuatif dan berisik, sehingga sulit melihat tren utama. Moving averages menyelesaikan masalah ini dengan menghitung rata-rata harga selama periode tertentu, secara efektif menghaluskan volatilitas jangka pendek untuk menampilkan gambaran yang lebih besar.

Ada dua jenis utama:

  • Simple Moving Averages (SMA): menghitung rata-rata aritmatika dari harga selama periode tertentu
  • Exponential Moving Averages (EMA): memberi bobot lebih pada harga terbaru, membuatnya lebih responsif terhadap kondisi pasar saat ini

Trader tingkat lanjut sering menggabungkan beberapa moving averages ke dalam apa yang disebut sebagai EMA ribbon—sekelompok moving averages pada interval berbeda. Misalnya, analis crypto sering menggunakan delapan EMA (dari 20 hingga 55 periode) pada grafik empat jam. Ribbon ini berfungsi sebagai zona support atau resistance dinamis, menunjukkan arah pasar secara jelas dan mengidentifikasi area di mana harga sering stabil.

Sepanjang akhir 2020, EMA ribbon empat jam BTC berulang kali bertindak sebagai support, memberi trader indikasi visual yang jelas tentang tren bullish yang sedang berlangsung. Dalam pasar tren, alat ini menjadi sangat berharga untuk mengonfirmasi arah dan waktu masuk atau keluar.

Mengukur Momentum: Indeks Kekuatan Relatif

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) adalah indikator momentum yang mengukur apakah sebuah cryptocurrency sedang overbought atau oversold. Secara tradisional, nilai RSI di atas 70 menunjukkan aset sedang overbought (berpotensi koreksi), sementara nilai di bawah 30 menunjukkan oversold (berpotensi rebound).

Namun, analisis teknikal crypto telah mengungkapkan keterbatasan RSI. Bitcoin, khususnya, menunjukkan kecenderungan untuk mengalami tren bullish yang panjang di mana RSI tetap tinggi dan overbought selama periode yang lama. Selama rally besar BTC dari 2016 hingga 2017, RSI mingguan berulang kali naik ke wilayah overbought—namun harga terus naik daripada mundur seperti yang diperkirakan teori tradisional.

Ini tidak membuat RSI tidak berguna; artinya trader harus menggunakannya sebagai salah satu alat dari banyak, bukan sebagai sinyal tunggal. Dikombinasikan dengan teknik analisis teknikal lainnya, RSI tetap dapat memberi peringatan tentang peluang koreksi bahkan selama tren yang kuat.

Membangun Keterampilan Analisis Teknikal Anda

Memahami lima pilar analisis teknikal crypto—grafik candlestick, support dan resistance, garis tren, moving averages, dan indikator momentum—memberikan fondasi yang kokoh untuk membaca data pasar dan membuat keputusan trading yang terinformasi. Mulailah dengan mempelajari grafik harga historis, berlatih mengenali pola, dan menguji bagaimana alat ini memprediksi pergerakan besar dalam siklus pasar sebelumnya. Seiring meningkatnya kepercayaan Anda terhadap dasar-dasar ini, Anda akan siap untuk menjelajahi strategi analisis teknikal yang lebih maju dan menyempurnakan pendekatan trading Anda secara keseluruhan.

BTC-1,76%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)