Pasar aset digital terus membuktikan bahwa ekspektasi tradisional sering kali menyesatkan. Meski valuasi DePIN mencapai $10 miliar—angka yang bertolak belakang dengan prediksi skeptis para pengamat—proyek-proyek di sektor ini terus mempertahankan daya tarik fundamental mereka. Data dari NS3.AI menunjukkan bahwa fenomena ini bukan kebetulan, melainkan cerminan dari kesenjangan pasar yang signifikan antara sentimen dan realitas operasional.
Penurunan Harga yang Drastis Tidak Menggoyahkan Fundamental Bisnis
Penurunan harga token DePIN yang mencengangkan—berkisar 94% hingga 99% dari puncak sebelumnya—menimbulkan pertanyaan besar tentang viabilitas sektor ini. Namun data on-chain menceritakan kisah yang berbeda. Proyek-proyek besar di ekosistem DePIN terus menghasilkan revenue yang konsisten dan terukur. Periode sebelumnya saja, revenue on-chain dari proyek-proyek ini mencapai $72 juta, menandakan bahwa mesin bisnis mereka terus beroperasi dengan normal meski harga token jatuh tajam.
Kesenjangan ini mengungkap kebenaran penting: ekspektasi pasar terkadang didasarkan pada sentimen spekulatif ketimbang analisis mendalam terhadap cash flow proyek. Para pemberi token mungkin panik melihat grafik harga, namun investor jangka panjang yang fokus pada revenue seharusnya melihat peluang yang berkembang.
Mengapa Pasar Salah Menilai Proyek-Proyek DePIN?
Ketidakcocokan antara harga token dan fundamental proyek mencerminkan fenomena klasik dalam pasar crypto: overreaction terhadap sentimen negatif dan undervaluation dari value generating assets. Ketika harga jatuh 95%, sebagian besar trader secara otomatis menganggap proyek tersebut “mati” atau tidak viable. Padahal, revenue stream tetap mengalir ke protokol.
NS3.AI sendiri menemukan bahwa proyek-proyek DePIN ini terus menghasilkan utility nyata di dunia fisik. Mereka bukan hanya cryptocurrency alay, melainkan bisnis dengan model pendapatan konkret. Ekspektasi pasar yang pesimis terhadap sektor ini justru menciptakan gap valuasi yang menarik bagi investor kontrarian.
Implikasi: Pasar Mungkin Secara Sistemik Meremehkan DePIN
Valuasi $10 miliar yang dicapai DePIN, seiring dengan revenue generation yang solid, membuka pertanyaan: apakah pasar sedang memberikan diskon massive untuk sektor ini? Dengan fundamental yang terus tumbuh namun sentiment yang masih dingin, expektasi pasar tampaknya belum selaras dengan potensi jangka panjang proyek-proyek DePIN. Ini adalah kesimpulan yang menantang ekspektasi mainstream, namun didukung oleh data konkret dari lapangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
DePIN Melampaui Ekspektasi Pasar dengan Valuasi $10 Miliar
Pasar aset digital terus membuktikan bahwa ekspektasi tradisional sering kali menyesatkan. Meski valuasi DePIN mencapai $10 miliar—angka yang bertolak belakang dengan prediksi skeptis para pengamat—proyek-proyek di sektor ini terus mempertahankan daya tarik fundamental mereka. Data dari NS3.AI menunjukkan bahwa fenomena ini bukan kebetulan, melainkan cerminan dari kesenjangan pasar yang signifikan antara sentimen dan realitas operasional.
Penurunan Harga yang Drastis Tidak Menggoyahkan Fundamental Bisnis
Penurunan harga token DePIN yang mencengangkan—berkisar 94% hingga 99% dari puncak sebelumnya—menimbulkan pertanyaan besar tentang viabilitas sektor ini. Namun data on-chain menceritakan kisah yang berbeda. Proyek-proyek besar di ekosistem DePIN terus menghasilkan revenue yang konsisten dan terukur. Periode sebelumnya saja, revenue on-chain dari proyek-proyek ini mencapai $72 juta, menandakan bahwa mesin bisnis mereka terus beroperasi dengan normal meski harga token jatuh tajam.
Kesenjangan ini mengungkap kebenaran penting: ekspektasi pasar terkadang didasarkan pada sentimen spekulatif ketimbang analisis mendalam terhadap cash flow proyek. Para pemberi token mungkin panik melihat grafik harga, namun investor jangka panjang yang fokus pada revenue seharusnya melihat peluang yang berkembang.
Mengapa Pasar Salah Menilai Proyek-Proyek DePIN?
Ketidakcocokan antara harga token dan fundamental proyek mencerminkan fenomena klasik dalam pasar crypto: overreaction terhadap sentimen negatif dan undervaluation dari value generating assets. Ketika harga jatuh 95%, sebagian besar trader secara otomatis menganggap proyek tersebut “mati” atau tidak viable. Padahal, revenue stream tetap mengalir ke protokol.
NS3.AI sendiri menemukan bahwa proyek-proyek DePIN ini terus menghasilkan utility nyata di dunia fisik. Mereka bukan hanya cryptocurrency alay, melainkan bisnis dengan model pendapatan konkret. Ekspektasi pasar yang pesimis terhadap sektor ini justru menciptakan gap valuasi yang menarik bagi investor kontrarian.
Implikasi: Pasar Mungkin Secara Sistemik Meremehkan DePIN
Valuasi $10 miliar yang dicapai DePIN, seiring dengan revenue generation yang solid, membuka pertanyaan: apakah pasar sedang memberikan diskon massive untuk sektor ini? Dengan fundamental yang terus tumbuh namun sentiment yang masih dingin, expektasi pasar tampaknya belum selaras dengan potensi jangka panjang proyek-proyek DePIN. Ini adalah kesimpulan yang menantang ekspektasi mainstream, namun didukung oleh data konkret dari lapangan.