Korea Selatan bergerak cepat untuk menerapkan legislasi promosi investasi yang diminta oleh Amerika Serikat. Komitmen ini muncul setelah Menteri Perdagangan Kim Jung-gwan kembali ke Seoul minggu ini setelah melakukan diskusi substantif dengan pejabat Amerika, termasuk Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo. Selama keterlibatan diplomatik tersebut, kedua pihak bekerja untuk menyelesaikan kekhawatiran yang tersisa tentang posisi kebijakan tarif Seoul.
Menteri Tegaskan Komitmen terhadap Perjanjian Perdagangan Bilateral
Berbicara kepada wartawan di Bandara Incheon saat kembali, Menteri Kim menekankan bahwa negosiasi terbaru telah memperkuat saling pengertian antara kedua negara. Dia menegaskan bahwa Korea Selatan tetap berkomitmen penuh untuk menghormati perjanjian tarif yang sebelumnya telah disepakati dengan Washington. Menteri secara tegas menolak kemungkinan Seoul menunda atau menolak untuk melaksanakan komitmen perdagangan ini, menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga hubungan ekonomi yang stabil.
Diskusi bilateral, yang meliputi dua pertemuan terpisah dengan Menteri Perdagangan Raimondo, menjadi platform penting bagi Seoul untuk memperjelas posisinya terkait legislasi investasi yang tertunda. Pembicaraan ini tampaknya berhasil mengurangi kekhawatiran AS mengenai potensi penundaan dalam memperkenalkan kebijakan yang dirancang untuk mendorong perusahaan Korea Selatan meningkatkan jejak investasi mereka di pasar Amerika.
Meredakan Ketegangan Melalui Keterlibatan Diplomatik
Jaminan dari menteri diharapkan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih lancar dalam hal perdagangan dan investasi. Dengan secara pribadi berinteraksi dengan pejabat perdagangan senior AS, Seoul menunjukkan komitmennya untuk secara proaktif menangani kekhawatiran Amerika. Diskusi yang fokus membantu menjembatani kesenjangan pengertian dan menegaskan kembali minat kedua negara dalam mempertahankan hubungan ekonomi bilateral yang kuat melalui pelaksanaan legislasi investasi yang disepakati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Seoul akan Mempercepat Legislasi Investasi AS Setelah Pembicaraan Dagang Tingkat Tinggi
Korea Selatan bergerak cepat untuk menerapkan legislasi promosi investasi yang diminta oleh Amerika Serikat. Komitmen ini muncul setelah Menteri Perdagangan Kim Jung-gwan kembali ke Seoul minggu ini setelah melakukan diskusi substantif dengan pejabat Amerika, termasuk Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo. Selama keterlibatan diplomatik tersebut, kedua pihak bekerja untuk menyelesaikan kekhawatiran yang tersisa tentang posisi kebijakan tarif Seoul.
Menteri Tegaskan Komitmen terhadap Perjanjian Perdagangan Bilateral
Berbicara kepada wartawan di Bandara Incheon saat kembali, Menteri Kim menekankan bahwa negosiasi terbaru telah memperkuat saling pengertian antara kedua negara. Dia menegaskan bahwa Korea Selatan tetap berkomitmen penuh untuk menghormati perjanjian tarif yang sebelumnya telah disepakati dengan Washington. Menteri secara tegas menolak kemungkinan Seoul menunda atau menolak untuk melaksanakan komitmen perdagangan ini, menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga hubungan ekonomi yang stabil.
Diskusi bilateral, yang meliputi dua pertemuan terpisah dengan Menteri Perdagangan Raimondo, menjadi platform penting bagi Seoul untuk memperjelas posisinya terkait legislasi investasi yang tertunda. Pembicaraan ini tampaknya berhasil mengurangi kekhawatiran AS mengenai potensi penundaan dalam memperkenalkan kebijakan yang dirancang untuk mendorong perusahaan Korea Selatan meningkatkan jejak investasi mereka di pasar Amerika.
Meredakan Ketegangan Melalui Keterlibatan Diplomatik
Jaminan dari menteri diharapkan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih lancar dalam hal perdagangan dan investasi. Dengan secara pribadi berinteraksi dengan pejabat perdagangan senior AS, Seoul menunjukkan komitmennya untuk secara proaktif menangani kekhawatiran Amerika. Diskusi yang fokus membantu menjembatani kesenjangan pengertian dan menegaskan kembali minat kedua negara dalam mempertahankan hubungan ekonomi bilateral yang kuat melalui pelaksanaan legislasi investasi yang disepakati.