Ripple telah mencapai langkah penting dalam pengembangannya menjadi lembaga keuangan yang diakui. Kantor Pengawas Keuangan AS, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), telah memberikan izin sementara kepada perusahaan blockchain tersebut untuk mendapatkan charter bank kustodian nasional. Ini merupakan tonggak sejarah yang tidak hanya memperkuat posisi Ripple, tetapi juga memberi sinyal kepada perusahaan blockchain lain yang ingin memasuki sektor perbankan tradisional.
Berdasarkan analisis dari NS3.AI, terobosan regulasi ini dapat secara signifikan memperkuat status Ripple sebagai lembaga keuangan yang sah. Perkembangan ini juga berpotensi memberikan dorongan positif bagi XRP – token asli Ripple, yang saat ini diperdagangkan di angka 1,41 USD dan mengalami penurunan sebesar 3,09 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar token ini sekitar 85,65 miliar USD.
Charter sebagai Titik Balik bagi Perusahaan Keuangan Blockchain
Persetujuan dari OCC menegaskan semakin meningkatnya penerimaan teknologi blockchain dalam industri keuangan yang sudah mapan. Bagi Ripple, ini berarti perusahaan tidak lagi hanya dipandang sebagai startup teknologi, tetapi sebagai lembaga keuangan yang lengkap. Ini membuka peluang baru untuk kemitraan dengan bank-bank tradisional dan institusi keuangan di seluruh dunia.
Tantangan Menuju Lisensi Final
Meskipun perkembangan ini menjanjikan, masih ada jalan yang menantang bagi Ripple. Untuk menyelesaikan lisensi secara penuh dan mengoperasionalkan lembaga keuangan tersebut, perusahaan harus melewati berbagai hambatan regulasi yang ketat. Termasuk di dalamnya adalah memenuhi persyaratan modal yang komprehensif, protokol manajemen risiko yang rinci, serta struktur tata kelola yang kokoh. Hanya setelah semua persyaratan ini terbukti terpenuhi, izin sementara akan diubah menjadi lisensi operasional penuh.
Bulan-bulan mendatang akan menunjukkan seberapa cepat Ripple dapat memenuhi ketentuan ini dan kapan perusahaan akan mencapai status finalnya sebagai lembaga keuangan berlisensi. Hingga saat itu, peluang dan tantangan tetap saling terkait.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ripple menjadi lembaga keuangan yang mapan: OCC memberikan izin charter bersyarat
Ripple telah mencapai langkah penting dalam pengembangannya menjadi lembaga keuangan yang diakui. Kantor Pengawas Keuangan AS, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), telah memberikan izin sementara kepada perusahaan blockchain tersebut untuk mendapatkan charter bank kustodian nasional. Ini merupakan tonggak sejarah yang tidak hanya memperkuat posisi Ripple, tetapi juga memberi sinyal kepada perusahaan blockchain lain yang ingin memasuki sektor perbankan tradisional.
Berdasarkan analisis dari NS3.AI, terobosan regulasi ini dapat secara signifikan memperkuat status Ripple sebagai lembaga keuangan yang sah. Perkembangan ini juga berpotensi memberikan dorongan positif bagi XRP – token asli Ripple, yang saat ini diperdagangkan di angka 1,41 USD dan mengalami penurunan sebesar 3,09 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar token ini sekitar 85,65 miliar USD.
Charter sebagai Titik Balik bagi Perusahaan Keuangan Blockchain
Persetujuan dari OCC menegaskan semakin meningkatnya penerimaan teknologi blockchain dalam industri keuangan yang sudah mapan. Bagi Ripple, ini berarti perusahaan tidak lagi hanya dipandang sebagai startup teknologi, tetapi sebagai lembaga keuangan yang lengkap. Ini membuka peluang baru untuk kemitraan dengan bank-bank tradisional dan institusi keuangan di seluruh dunia.
Tantangan Menuju Lisensi Final
Meskipun perkembangan ini menjanjikan, masih ada jalan yang menantang bagi Ripple. Untuk menyelesaikan lisensi secara penuh dan mengoperasionalkan lembaga keuangan tersebut, perusahaan harus melewati berbagai hambatan regulasi yang ketat. Termasuk di dalamnya adalah memenuhi persyaratan modal yang komprehensif, protokol manajemen risiko yang rinci, serta struktur tata kelola yang kokoh. Hanya setelah semua persyaratan ini terbukti terpenuhi, izin sementara akan diubah menjadi lisensi operasional penuh.
Bulan-bulan mendatang akan menunjukkan seberapa cepat Ripple dapat memenuhi ketentuan ini dan kapan perusahaan akan mencapai status finalnya sebagai lembaga keuangan berlisensi. Hingga saat itu, peluang dan tantangan tetap saling terkait.