#TopCoinsRisingAgainsttheTrend


Pembicaraan Nuklir AS-Iran Kacau: Kebuntuan Diplomatik Memicu Kekhawatiran Pasar di Awal 2026
Revitalisasi rapuh negosiasi nuklir AS-Iran mengalami jalan buntu pada Februari 2026, mengirim gelombang ke pasar energi global, aset risiko, dan lantai perdagangan cryptocurrency. Setelah berbulan-bulan optimisme hati-hati setelah kontak saluran belakang di akhir 2025, putaran terbaru pembicaraan tidak langsung yang dimediasi oleh Oman dan Qatar runtuh karena tuntutan yang tidak dapat didamaikan, membangkitkan kembali ketakutan akan sanksi yang diperbarui, gangguan pasokan, dan peningkatan risiko geopolitik.
Poin-poin utama yang menjadi hambatan meliputi:
- Tekad Iran untuk segera mencabut semua sanksi sekunder dan pengakuan terhadap kemajuan pengayaan uranium "tak dapat dibatalkan" (yang saat ini dilaporkan mencapai kemurnian 60%, dengan waktu pelarian diukur dalam minggu bukan bulan).
- Permintaan AS untuk batasan jangka panjang yang dapat diverifikasi terhadap tingkat pengayaan, penggunaan centrifuge, dan program rudal balistik—kondisi yang dipandang Tehran sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat dinegosiasikan.
- Peserta Eropa (Perancis, Jerman, Inggris) mendorong pendekatan "kurang untuk kurang" secara bertahap yang tampaknya tidak dapat diterima kedua belah pihak dalam bentuk saat ini.
Kegagalan tersebut dikonfirmasi secara publik ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pada 4 Februari bahwa "tidak ada kemajuan serius yang mungkin di bawah taktik tekanan maksimum," sementara Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menegaskan bahwa Washington tidak akan "menghargai perilaku buruk" dengan pelonggaran sanksi yang prematur. Laporan peningkatan aktivitas angkatan laut IRGC di Selat Hormuz dan penempatan grup kapal induk AS yang baru di kawasan hanya memperdalam rasa risiko eskalasi.
**Dampak Pasar Sejauh Ini**
- **Minyak & Energi**: Minyak mentah Brent melonjak 4–7% intraday pada 5–6 Februari sebelum mengurangi kenaikan, menetap di sekitar $78–$82/bbl. Pedagang memperhitungkan premi risiko 10–15% terkait potensi gangguan Hormuz, meskipun pasokan fisik tetap tidak terganggu untuk saat ini.
- **Emas & Tempat Aman**: Emas mendekati $2.850–$2.900 saat arus pelarian ke aset berkualitas kembali, meskipun pelaku tambang tertinggal karena sentimen risiko yang lebih luas.
- **Cryptocurrency**: Bitcoin dan altcoin utama melanjutkan penurunan mereka, dengan BTC sempat turun di bawah $64.000 di tengah pelepasan leverage. Ketidakpastian geopolitik biasanya menekan aset risiko dalam jangka pendek, meskipun crypto kadang-kadang terlepas sebagai narasi "emas digital" selama ketegangan berkepanjangan.
- **Aset Risiko Lebih Luas**: Kontrak indeks saham berayun, indeks dolar AS menguat, dan mata uang pasar berkembang (terutama yang terkait dengan impor energi) melemah.
**Apa yang Terjadi Selanjutnya?**
Tiga jalur kemungkinan jangka pendek:
1. **Kebuntuan Berlanjut & Eskalasi Bayangan** (Paling Mungkin)
Sanksi timbal balik, insiden siber, flare-up proxy di Yaman/Irak/Syria, dan postur angkatan laut sesekali menjaga ketegangan tetap tinggi tanpa memasuki konflik terbuka. Volatilitas minyak tetap ada; risiko off lebih dominan sampai sinyal yang lebih jelas muncul.
2. **Terobosan Saluran Belakang** (Kemungkinan Rendah)
Diplomasi diam-diam menghasilkan kesepakatan interim terbatas yang menyelamatkan muka (misalnya, pembekuan 3–6 bulan untuk penangguhan sanksi). Pasar melonjak tajam karena pengurangan risiko.
3. **Eskalasi Keras** (Risiko Tail)
Serangan preemptif Israel atau AS terhadap fasilitas nuklir, balasan Iran di Teluk, atau sanksi baru yang berat memicu kejutan pasokan nyata. Minyak bisa melonjak ke $100–$120+, saham anjlok, dan tempat aman (emas, obligasi, USD) mengungguli.
Bagi peserta crypto, situasi ini sekali lagi menegaskan bagaimana katalis makro/geopolitik dapat mengungguli fundamental on-chain dalam jangka pendek. Sementara ketidakstabilan Timur Tengah yang berkepanjangan secara historis mendukung narasi Bitcoin sebagai uang yang tahan sensor atau alternatif emas, fase risiko tinggi sering memaksa penjualan yang berkorelasi terlebih dahulu.
Per 7 Februari 2026, jendela diplomatik tampaknya tertutup untuk saat ini. Disarankan agar trader memantau lalu lintas tanker di Selat Hormuz, citra satelit Natanz/Fordow, pernyataan resmi dari Wina/Teheran/Washington, dan setiap perubahan mendadak dalam skew opsi minyak. Dalam lingkungan ini, kesabaran, pengurangan leverage, dan lindung nilai selektif tetap bijaksana sampai kabut ketidakpastian mulai menghilang.
BTC3,58%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Crypt_Pandavip
· 17jam yang lalu
Mengamati dengan Seksama 🔍️
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)