Harta Inggris di sektor aset digital berkembang dengan cepat, dan pemimpin Partai Reformasi Inggris mempertanyakan arah evolusi ini. Di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Nigel Farage mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Inggris memposisikan diri di pasar kripto global, dengan menyatakan bahwa negara tetap berada di posisi sekunder dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.
Posisi Sektor di Inggris dalam Kompetisi Global
Farage menyampaikan kekhawatiran konkret mengenai pendekatan lembaga keuangan Inggris terhadap kripto. Berdasarkan laporan Foresight News, dia mempertanyakan ketidakaktifan Otoritas Pengatur Keuangan (FCA) dan Bank of England dalam bidang yang sedang berkembang ini. Kritiknya menunjukkan bahwa regulasi yang terlalu santai dapat menghambat peluang ekonomi dan menempatkan peta Inggris dalam posisi kompetitif yang merugikan di panggung dunia.
Keberatan terhadap Usulan Bank of England tentang Stablecoin
Salah satu bagian penting dari pesan Farage adalah inisiatif gubernur Andrew Bailey untuk membatasi jumlah stablecoin yang dapat dimiliki oleh individu. Farage berargumen bahwa Inggris seharusnya mengadopsi pandangan yang lebih progresif dalam hal regulasi, bukan yang restriktif. Posisi ini mencerminkan pandangan berbeda tentang peran aset digital dalam ekonomi masa depan dan peta investasi Inggris dalam inovasi fintech.
Solusi yang Diajukan: Legislasi Partai Reformasi
Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Partai Reformasi memperkenalkan ‘Rancangan Undang-Undang tentang Aset Digital dan Kripto’ yang bertujuan untuk menulis ulang peta regulasi di Inggris. Inisiatif legislatif ini menandai perubahan paradigma, dengan mengusulkan kerangka kerja yang lebih terbuka dan inovatif untuk mendorong pengembangan teknologi blockchain dan aplikasi kripto di wilayah Inggris.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harta Inggris dalam Dunia Cryptocurrency: Kritik Nigel Farage terhadap Regulasi yang Terlalu Ketat
Harta Inggris di sektor aset digital berkembang dengan cepat, dan pemimpin Partai Reformasi Inggris mempertanyakan arah evolusi ini. Di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Nigel Farage mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Inggris memposisikan diri di pasar kripto global, dengan menyatakan bahwa negara tetap berada di posisi sekunder dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.
Posisi Sektor di Inggris dalam Kompetisi Global
Farage menyampaikan kekhawatiran konkret mengenai pendekatan lembaga keuangan Inggris terhadap kripto. Berdasarkan laporan Foresight News, dia mempertanyakan ketidakaktifan Otoritas Pengatur Keuangan (FCA) dan Bank of England dalam bidang yang sedang berkembang ini. Kritiknya menunjukkan bahwa regulasi yang terlalu santai dapat menghambat peluang ekonomi dan menempatkan peta Inggris dalam posisi kompetitif yang merugikan di panggung dunia.
Keberatan terhadap Usulan Bank of England tentang Stablecoin
Salah satu bagian penting dari pesan Farage adalah inisiatif gubernur Andrew Bailey untuk membatasi jumlah stablecoin yang dapat dimiliki oleh individu. Farage berargumen bahwa Inggris seharusnya mengadopsi pandangan yang lebih progresif dalam hal regulasi, bukan yang restriktif. Posisi ini mencerminkan pandangan berbeda tentang peran aset digital dalam ekonomi masa depan dan peta investasi Inggris dalam inovasi fintech.
Solusi yang Diajukan: Legislasi Partai Reformasi
Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Partai Reformasi memperkenalkan ‘Rancangan Undang-Undang tentang Aset Digital dan Kripto’ yang bertujuan untuk menulis ulang peta regulasi di Inggris. Inisiatif legislatif ini menandai perubahan paradigma, dengan mengusulkan kerangka kerja yang lebih terbuka dan inovatif untuk mendorong pengembangan teknologi blockchain dan aplikasi kripto di wilayah Inggris.