Setelah sesi kebijakan yang panjang di Washington, pejabat menggambarkan diskusi terbaru tentang kripto di Gedung Putih dengan pemimpin perbankan sebagai konstruktif dan berfokus pada hasil konkret.\n\nAdministrasi Trump menyoroti kemajuan setelah pertemuan kebijakan\n\nPejabat senior dalam administrasi Trump melaporkan kemajuan setelah pertemuan di Gedung Putih antara perusahaan kripto utama dan eksekutif perbankan terkemuka mengenai aturan struktur pasar. Menurut peserta, pembicaraan difokuskan pada penyelesaian friksi kebijakan yang tersisa daripada pesan politik.\n\nAdministrasi mengatakan diskusi didasarkan pada fakta dan solusi kebijakan praktis. Selain itu, pertemuan bertujuan untuk menghilangkan hambatan yang telah menahan RUU Kejelasan Pasar Aset Digital di Senat selama berminggu-minggu. Kebijakan hasil stablecoin tetap menjadi isu terbuka yang paling sensitif dan terus mendominasi deliberasi internal.\n\nGedung Putih menginginkan bahasa legislatif yang direvisi segera agar komite-komite di Senat dapat memulai kembali tindakan terhadap RUU struktur pasar aset digital yang lebih luas. Pejabat menegaskan bahwa waktu sekarang sangat kritis jika para pembuat undang-undang ingin menjaga jadwal 2026 tetap berjalan.\n\nGedung Putih menyebut pertemuan perbankan kripto produktif\n\nDirektur eksekutif di bawah Donald Trump menggambarkan sesi di Gedung Putih sebagai produktif dan berorientasi solusi. Dia mengatakan peserta tetap fokus pada data, mekanisme pasar, dan detail kebijakan, bukan pada poin-poin politik. Meski begitu, peserta masih menghadapi pertanyaan sulit seputar imbal hasil stablecoin dan risiko terkait.\n\nMenurut pejabat ini, Gedung Putih memandang pertemuan sebagai latihan pemecahan masalah. Kelompok tersebut memeriksa ketentuan tertentu yang saat ini menghambat kemajuan legislatif, terutama yang terkait dengan produk stablecoin yang menghasilkan hasil. Selain itu, administrasi menekankan perlunya pagar pembatas yang jelas yang dapat diimplementasikan pasar dengan cepat.\n\nEksekutif kripto dan perwakilan perbankan bertemu selama lebih dari dua jam. Mereka meninjau bagaimana imbal hasil stablecoin bekerja, risiko apa yang mungkin mereka timbulkan terhadap simpanan dan pinjaman, serta bagaimana mekanisme tersebut berinteraksi dengan regulasi keuangan yang ada. Pejabat berulang kali mendesak kedua sektor untuk memprioritaskan hasil praktis daripada ideologi.\n\nFokus pada fakta, data, dan mekanisme kebijakan\n\nDirektur eksekutif mengatakan percakapan tetap berlandaskan data dan bukti pasar. Peserta memeriksa bagaimana hasil yang terkait stablecoin dapat mempengaruhi likuiditas, kompetisi untuk simpanan, dan aliran pinjaman di seluruh sistem perbankan. Kelompok perbankan mengemukakan kekhawatiran tentang stabilitas neraca dan harapan regulasi.\n\nPerusahaan kripto, pada gilirannya, menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme imbal hasil berfungsi dalam model bisnis saat ini. Mereka berargumen bahwa aturan yang didefinisikan dengan jelas dapat mendukung inovasi sambil menjaga keamanan. Namun, pejabat mendorong kedua pihak untuk mempersempit perbedaan dengan cepat agar RUU dapat kembali ke tahap markup tanpa penundaan lebih lanjut.\n\nSepanjang pertemuan, Gedung Putih mengarahkan percakapan ke pagar pembatas yang dapat diterapkan dan pengawasan yang dapat diimplementasikan. Peserta meninjau potensi peran regulator yang ada, termasuk bagaimana aturan hasil akan cocok dalam kerangka struktur pasar kripto yang lebih luas. Tujuannya, kata pejabat, adalah kerangka kerja yang dapat ditegakkan secara konsisten di kedua sektor.\n\nPemimpin industri menunjukkan kesediaan untuk terlibat\n\nKelompok advokasi kripto hadir bersama asosiasi perdagangan perbankan utama, mengumpulkan perusahaan yang sering berselisih secara terbuka. Meski ketidaksepakatan muncul, peserta tetap terlibat sepanjang sesi. Selain itu, kedua sektor telah aktif dalam pembicaraan regulasi kripto sebelumnya di Gedung Putih, yang diyakini pejabat meningkatkan peluang tercapainya kompromi yang dapat diterapkan.\n\nDirektur eksekutif mengatakan pertemuan ini menciptakan momentum baru untuk dorongan legislatif. Dia mencatat bahwa kejelasan tentang hasil stablecoin dapat membuka kemajuan yang lebih luas dalam aturan aset digital. Pembuat undang-undang menunda markup Komite Perbankan Senat pada bulan Januari, penundaan yang menimbulkan kekhawatiran tentang garis waktu keseluruhan RUU dan ketidakpastian investor.\n\nAdministrasi kini menginginkan proposal revisi segera disiapkan, agar komite dapat kembali terlibat tanpa harus memulai negosiasi dari awal. Pejabat menunjukkan bahwa mereka akan terus mendesak perwakilan kripto dan perbankan untuk memberikan umpan balik rinci tentang bahasa kompromi.\n\nGaris waktu Senat dan tekanan terhadap CLARITY Act\n\nRUU CLARITY disahkan di DPR tahun lalu, tetapi proses di Senat masih belum selesai. Komite Perbankan dan Pertanian harus menyelaraskan versi paket struktur pasar mereka sebelum pemungutan suara akhir di seluruh kamar. Pemungutan suara penuh di Senat terhadap RUU struktur pasar kripto, yang juga disebut sebagai CLARITY Act atau FIT21, diperkirakan akan dilakukan pada akhir Feb atau Maret 2026.\n\nNamun, debat berkelanjutan tentang hasil stablecoin terus memperlambat proses tersebut. Pejabat khawatir bahwa penundaan berkepanjangan dapat menggagalkan upaya tersebut atau mendorongnya terlalu dekat dengan siklus pemilihan. Mereka berargumen bahwa ketidakpastian legislatif memberi beban pada lembaga tradisional dan platform aset digital yang berkembang pesat.\n\nGedung Putih kini melihat koordinasi yang ketat sebagai hal penting. Mereka berencana terus mengadakan sesi kebijakan yang terfokus yang menyerupai summit kripto terbatas di Gedung Putih daripada acara publik yang luas. Selain itu, pejabat ingin para pemangku kepentingan kembali dengan perubahan teks yang konkret, bukan hanya prinsip umum, agar staf dapat menerjemahkan ide menjadi bahasa perundang-undangan.\n\nLangkah selanjutnya untuk negosiasi struktur pasar\n\nPejabat administrasi percaya bahwa pertemuan terakhir, yang beberapa peserta secara informal gambarkan sebagai summit kripto Gedung Putih, menunjukkan bahwa kedua sektor bersedia bernegosiasi. Mereka mengharapkan sesi lebih lanjut seiring negosiasi struktur pasar yang sedang berlangsung di Kongres terus berkembang selama beberapa bulan mendatang.\n\nUntuk saat ini, fokus tetap pada penyelesaian detail hasil stablecoin dan memperjelas peran pengawasan tanpa mengancam stabilitas keuangan. Jika isu-isu tersebut ditangani, kata pejabat, paket kejelasan pasar aset digital 2025 yang lebih luas dapat bergerak lebih cepat menuju pemungutan suara akhir di Senat.\n\nSingkatnya, administrasi berharap dialog berbasis fakta, masukan industri yang rinci, dan keterlibatan berkelanjutan antara pemimpin kripto dan perbankan akan mengubah kebuntuan legislatif menjadi kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk pasar aset digital AS.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Administrasi Trump menandakan kemajuan setelah pembicaraan di Gedung Putih tentang kripto, perbankan, dan stablecoin po.
Setelah sesi kebijakan yang panjang di Washington, pejabat menggambarkan diskusi terbaru tentang kripto di Gedung Putih dengan pemimpin perbankan sebagai konstruktif dan berfokus pada hasil konkret.\n\nAdministrasi Trump menyoroti kemajuan setelah pertemuan kebijakan\n\nPejabat senior dalam administrasi Trump melaporkan kemajuan setelah pertemuan di Gedung Putih antara perusahaan kripto utama dan eksekutif perbankan terkemuka mengenai aturan struktur pasar. Menurut peserta, pembicaraan difokuskan pada penyelesaian friksi kebijakan yang tersisa daripada pesan politik.\n\nAdministrasi mengatakan diskusi didasarkan pada fakta dan solusi kebijakan praktis. Selain itu, pertemuan bertujuan untuk menghilangkan hambatan yang telah menahan RUU Kejelasan Pasar Aset Digital di Senat selama berminggu-minggu. Kebijakan hasil stablecoin tetap menjadi isu terbuka yang paling sensitif dan terus mendominasi deliberasi internal.\n\nGedung Putih menginginkan bahasa legislatif yang direvisi segera agar komite-komite di Senat dapat memulai kembali tindakan terhadap RUU struktur pasar aset digital yang lebih luas. Pejabat menegaskan bahwa waktu sekarang sangat kritis jika para pembuat undang-undang ingin menjaga jadwal 2026 tetap berjalan.\n\nGedung Putih menyebut pertemuan perbankan kripto produktif\n\nDirektur eksekutif di bawah Donald Trump menggambarkan sesi di Gedung Putih sebagai produktif dan berorientasi solusi. Dia mengatakan peserta tetap fokus pada data, mekanisme pasar, dan detail kebijakan, bukan pada poin-poin politik. Meski begitu, peserta masih menghadapi pertanyaan sulit seputar imbal hasil stablecoin dan risiko terkait.\n\nMenurut pejabat ini, Gedung Putih memandang pertemuan sebagai latihan pemecahan masalah. Kelompok tersebut memeriksa ketentuan tertentu yang saat ini menghambat kemajuan legislatif, terutama yang terkait dengan produk stablecoin yang menghasilkan hasil. Selain itu, administrasi menekankan perlunya pagar pembatas yang jelas yang dapat diimplementasikan pasar dengan cepat.\n\nEksekutif kripto dan perwakilan perbankan bertemu selama lebih dari dua jam. Mereka meninjau bagaimana imbal hasil stablecoin bekerja, risiko apa yang mungkin mereka timbulkan terhadap simpanan dan pinjaman, serta bagaimana mekanisme tersebut berinteraksi dengan regulasi keuangan yang ada. Pejabat berulang kali mendesak kedua sektor untuk memprioritaskan hasil praktis daripada ideologi.\n\nFokus pada fakta, data, dan mekanisme kebijakan\n\nDirektur eksekutif mengatakan percakapan tetap berlandaskan data dan bukti pasar. Peserta memeriksa bagaimana hasil yang terkait stablecoin dapat mempengaruhi likuiditas, kompetisi untuk simpanan, dan aliran pinjaman di seluruh sistem perbankan. Kelompok perbankan mengemukakan kekhawatiran tentang stabilitas neraca dan harapan regulasi.\n\nPerusahaan kripto, pada gilirannya, menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme imbal hasil berfungsi dalam model bisnis saat ini. Mereka berargumen bahwa aturan yang didefinisikan dengan jelas dapat mendukung inovasi sambil menjaga keamanan. Namun, pejabat mendorong kedua pihak untuk mempersempit perbedaan dengan cepat agar RUU dapat kembali ke tahap markup tanpa penundaan lebih lanjut.\n\nSepanjang pertemuan, Gedung Putih mengarahkan percakapan ke pagar pembatas yang dapat diterapkan dan pengawasan yang dapat diimplementasikan. Peserta meninjau potensi peran regulator yang ada, termasuk bagaimana aturan hasil akan cocok dalam kerangka struktur pasar kripto yang lebih luas. Tujuannya, kata pejabat, adalah kerangka kerja yang dapat ditegakkan secara konsisten di kedua sektor.\n\nPemimpin industri menunjukkan kesediaan untuk terlibat\n\nKelompok advokasi kripto hadir bersama asosiasi perdagangan perbankan utama, mengumpulkan perusahaan yang sering berselisih secara terbuka. Meski ketidaksepakatan muncul, peserta tetap terlibat sepanjang sesi. Selain itu, kedua sektor telah aktif dalam pembicaraan regulasi kripto sebelumnya di Gedung Putih, yang diyakini pejabat meningkatkan peluang tercapainya kompromi yang dapat diterapkan.\n\nDirektur eksekutif mengatakan pertemuan ini menciptakan momentum baru untuk dorongan legislatif. Dia mencatat bahwa kejelasan tentang hasil stablecoin dapat membuka kemajuan yang lebih luas dalam aturan aset digital. Pembuat undang-undang menunda markup Komite Perbankan Senat pada bulan Januari, penundaan yang menimbulkan kekhawatiran tentang garis waktu keseluruhan RUU dan ketidakpastian investor.\n\nAdministrasi kini menginginkan proposal revisi segera disiapkan, agar komite dapat kembali terlibat tanpa harus memulai negosiasi dari awal. Pejabat menunjukkan bahwa mereka akan terus mendesak perwakilan kripto dan perbankan untuk memberikan umpan balik rinci tentang bahasa kompromi.\n\nGaris waktu Senat dan tekanan terhadap CLARITY Act\n\nRUU CLARITY disahkan di DPR tahun lalu, tetapi proses di Senat masih belum selesai. Komite Perbankan dan Pertanian harus menyelaraskan versi paket struktur pasar mereka sebelum pemungutan suara akhir di seluruh kamar. Pemungutan suara penuh di Senat terhadap RUU struktur pasar kripto, yang juga disebut sebagai CLARITY Act atau FIT21, diperkirakan akan dilakukan pada akhir Feb atau Maret 2026.\n\nNamun, debat berkelanjutan tentang hasil stablecoin terus memperlambat proses tersebut. Pejabat khawatir bahwa penundaan berkepanjangan dapat menggagalkan upaya tersebut atau mendorongnya terlalu dekat dengan siklus pemilihan. Mereka berargumen bahwa ketidakpastian legislatif memberi beban pada lembaga tradisional dan platform aset digital yang berkembang pesat.\n\nGedung Putih kini melihat koordinasi yang ketat sebagai hal penting. Mereka berencana terus mengadakan sesi kebijakan yang terfokus yang menyerupai summit kripto terbatas di Gedung Putih daripada acara publik yang luas. Selain itu, pejabat ingin para pemangku kepentingan kembali dengan perubahan teks yang konkret, bukan hanya prinsip umum, agar staf dapat menerjemahkan ide menjadi bahasa perundang-undangan.\n\nLangkah selanjutnya untuk negosiasi struktur pasar\n\nPejabat administrasi percaya bahwa pertemuan terakhir, yang beberapa peserta secara informal gambarkan sebagai summit kripto Gedung Putih, menunjukkan bahwa kedua sektor bersedia bernegosiasi. Mereka mengharapkan sesi lebih lanjut seiring negosiasi struktur pasar yang sedang berlangsung di Kongres terus berkembang selama beberapa bulan mendatang.\n\nUntuk saat ini, fokus tetap pada penyelesaian detail hasil stablecoin dan memperjelas peran pengawasan tanpa mengancam stabilitas keuangan. Jika isu-isu tersebut ditangani, kata pejabat, paket kejelasan pasar aset digital 2025 yang lebih luas dapat bergerak lebih cepat menuju pemungutan suara akhir di Senat.\n\nSingkatnya, administrasi berharap dialog berbasis fakta, masukan industri yang rinci, dan keterlibatan berkelanjutan antara pemimpin kripto dan perbankan akan mengubah kebuntuan legislatif menjadi kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk pasar aset digital AS.