Jika Anda mempertimbangkan menambahkan eksposur internasional ke portofolio Anda, dua opsi utama menonjol: Schwab International Equity ETF dan iShares MSCI ACWI ex U.S. ETF. Keduanya dirancang sebagai investasi gerbang untuk mengakses pasar saham non-AS, menggabungkan eksposur ke ekonomi berkembang dan maju di seluruh dunia. Memahami bagaimana produk ETF saham asing ini dibandingkan dari segi biaya, kinerja, dan kepemilikan dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Biaya dan Pendapatan: Di Mana SCHF Memimpin
Saat memilih ETF saham asing, rasio biaya sangat penting dalam jangka panjang. Schwab International Equity ETF (SCHF) hanya mengenakan biaya 0,03% per tahun, jauh lebih hemat biaya dibandingkan biaya ACWX sebesar 0,32%. Dalam dekade investasi, perbedaan sepuluh kali lipat ini akan sangat berpengaruh.
Selain biaya, pendapatan dividen juga berbeda antara keduanya. SCHF membayar hasil dividen sebesar 3,25% dibandingkan ACWX yang sebesar 2,7%, artinya investor yang fokus pada pendapatan akan menerima pembayaran yang lebih tinggi secara signifikan. Keduanya mendistribusikan dividen semi-tahunan, bukan kuartalan, jadi investor yang terbiasa menerima pendapatan reguler setiap kuartal harus menyesuaikan ekspektasi mereka.
Kinerja Lima Tahun dan Analisis Risiko
Menganalisis metrik kinerja menunjukkan bagaimana masing-masing ETF saham asing ini bertahan terhadap volatilitas pasar. Dalam periode lima tahun hingga Januari 2026, SCHF memberikan pengembalian sebesar 32,25% per tahun, sedikit mengungguli ACWX yang sebesar 31,86%. Investasi sebesar $1.000 di SCHF akan tumbuh menjadi sekitar $1.342 dibandingkan $1.267 di ACWX selama periode ini.
Pengembalian yang disesuaikan risiko menunjukkan cerita yang serupa. SCHF mengalami penurunan maksimum sebesar -29,15% dibandingkan ACWX yang sebesar -30,06%, menunjukkan perlindungan downside yang sedikit lebih baik. Nilai beta (0,81 untuk SCHF versus 0,74 untuk ACWX) menunjukkan kedua dana ini kurang volatil dibandingkan indeks S&P 500 secara umum, meskipun ACWX menunjukkan fluktuasi harga yang sedikit lebih rendah.
Kepemilikan Portofolio dan Komposisi Sektor
Dana iShares memegang 1.796 perusahaan secara global, dengan tiga kepemilikan teratas adalah Taiwan Semiconductor Manufacturing, Tencent Holdings Ltd, dan ASML Holding. Layanan keuangan mendominasi dengan 24% dari kepemilikan, diikuti oleh industri sebesar 14% dan teknologi sebesar 14%.
SCHF, sementara itu, memegang 1.498 saham dengan komposisi tiga teratas yang sedikit berbeda: ASML Holding, Samsung Electronics Ltd, dan Roche Holding. Pembagian sektornya menekankan layanan keuangan dan industri secara serupa, tetapi sektor barang konsumsi tidak tahan sebagai sektor terbesar ketiga melainkan teknologi.
Pertimbangan Utama untuk Investor Internasional
Berinvestasi dalam ETF saham asing memperkenalkan pertimbangan berbeda dibandingkan portofolio yang berfokus pada AS. Saham internasional dapat bergerak secara independen dari saham Amerika, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal, peristiwa politik, dan fluktuasi mata uang. Investor berbasis AS mungkin mengalami pola volatilitas yang tidak terduga saat pasar asing bereaksi terhadap perkembangan geopolitik atau data ekonomi regional.
Selain itu, pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi hasil pengembalian. Dolar yang melemah biasanya meningkatkan hasil dari investasi ETF saham asing, sementara kekuatan dolar dapat mengurangi keuntungan terlepas dari kinerja perusahaan dasar. Memahami dinamika mata uang ini membantu menjelaskan mengapa saham internasional berperilaku berbeda selama berbagai siklus ekonomi.
Membuat Keputusan ETF Saham Asing Anda
Kedua dana menawarkan eksposur luas ke pasar internasional, tetapi SCHF muncul sebagai pilihan yang lebih menarik bagi investor yang sadar biaya. Rasio biaya yang jauh lebih rendah, dikombinasikan dengan hasil dividen yang lebih tinggi dan pengembalian lima tahun yang sedikit lebih baik, memberikan keuntungan yang berarti dari waktu ke waktu. Jumlah kepemilikan yang sedikit lebih kecil (1.498 versus 1.796 perusahaan) merupakan perbedaan diversifikasi yang tidak signifikan sekaligus berpotensi memberikan keyakinan yang lebih terkonsentrasi dalam kepemilikan.
Bagi investor yang membangun portofolio yang terdiversifikasi secara global, kombinasi efisiensi biaya dan penghasilan SCHF menjadikannya pilihan ETF saham asing yang lebih kuat. Namun, investor dengan preferensi khusus terhadap sektor teknologi atau yang sudah memegang ASML atau posisi teratas lainnya dari ACWX mungkin menemukan dana iShares lebih sesuai dengan strategi mereka yang sudah ada. Pada akhirnya, pilihan Anda harus mencerminkan tujuan alokasi aset dan toleransi risiko Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Diversifikasi Secara Global: ETF Saham Asing Mana yang Cocok dengan Strategi Portofolio Anda
Jika Anda mempertimbangkan menambahkan eksposur internasional ke portofolio Anda, dua opsi utama menonjol: Schwab International Equity ETF dan iShares MSCI ACWI ex U.S. ETF. Keduanya dirancang sebagai investasi gerbang untuk mengakses pasar saham non-AS, menggabungkan eksposur ke ekonomi berkembang dan maju di seluruh dunia. Memahami bagaimana produk ETF saham asing ini dibandingkan dari segi biaya, kinerja, dan kepemilikan dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Biaya dan Pendapatan: Di Mana SCHF Memimpin
Saat memilih ETF saham asing, rasio biaya sangat penting dalam jangka panjang. Schwab International Equity ETF (SCHF) hanya mengenakan biaya 0,03% per tahun, jauh lebih hemat biaya dibandingkan biaya ACWX sebesar 0,32%. Dalam dekade investasi, perbedaan sepuluh kali lipat ini akan sangat berpengaruh.
Selain biaya, pendapatan dividen juga berbeda antara keduanya. SCHF membayar hasil dividen sebesar 3,25% dibandingkan ACWX yang sebesar 2,7%, artinya investor yang fokus pada pendapatan akan menerima pembayaran yang lebih tinggi secara signifikan. Keduanya mendistribusikan dividen semi-tahunan, bukan kuartalan, jadi investor yang terbiasa menerima pendapatan reguler setiap kuartal harus menyesuaikan ekspektasi mereka.
Kinerja Lima Tahun dan Analisis Risiko
Menganalisis metrik kinerja menunjukkan bagaimana masing-masing ETF saham asing ini bertahan terhadap volatilitas pasar. Dalam periode lima tahun hingga Januari 2026, SCHF memberikan pengembalian sebesar 32,25% per tahun, sedikit mengungguli ACWX yang sebesar 31,86%. Investasi sebesar $1.000 di SCHF akan tumbuh menjadi sekitar $1.342 dibandingkan $1.267 di ACWX selama periode ini.
Pengembalian yang disesuaikan risiko menunjukkan cerita yang serupa. SCHF mengalami penurunan maksimum sebesar -29,15% dibandingkan ACWX yang sebesar -30,06%, menunjukkan perlindungan downside yang sedikit lebih baik. Nilai beta (0,81 untuk SCHF versus 0,74 untuk ACWX) menunjukkan kedua dana ini kurang volatil dibandingkan indeks S&P 500 secara umum, meskipun ACWX menunjukkan fluktuasi harga yang sedikit lebih rendah.
Kepemilikan Portofolio dan Komposisi Sektor
Dana iShares memegang 1.796 perusahaan secara global, dengan tiga kepemilikan teratas adalah Taiwan Semiconductor Manufacturing, Tencent Holdings Ltd, dan ASML Holding. Layanan keuangan mendominasi dengan 24% dari kepemilikan, diikuti oleh industri sebesar 14% dan teknologi sebesar 14%.
SCHF, sementara itu, memegang 1.498 saham dengan komposisi tiga teratas yang sedikit berbeda: ASML Holding, Samsung Electronics Ltd, dan Roche Holding. Pembagian sektornya menekankan layanan keuangan dan industri secara serupa, tetapi sektor barang konsumsi tidak tahan sebagai sektor terbesar ketiga melainkan teknologi.
Pertimbangan Utama untuk Investor Internasional
Berinvestasi dalam ETF saham asing memperkenalkan pertimbangan berbeda dibandingkan portofolio yang berfokus pada AS. Saham internasional dapat bergerak secara independen dari saham Amerika, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal, peristiwa politik, dan fluktuasi mata uang. Investor berbasis AS mungkin mengalami pola volatilitas yang tidak terduga saat pasar asing bereaksi terhadap perkembangan geopolitik atau data ekonomi regional.
Selain itu, pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi hasil pengembalian. Dolar yang melemah biasanya meningkatkan hasil dari investasi ETF saham asing, sementara kekuatan dolar dapat mengurangi keuntungan terlepas dari kinerja perusahaan dasar. Memahami dinamika mata uang ini membantu menjelaskan mengapa saham internasional berperilaku berbeda selama berbagai siklus ekonomi.
Membuat Keputusan ETF Saham Asing Anda
Kedua dana menawarkan eksposur luas ke pasar internasional, tetapi SCHF muncul sebagai pilihan yang lebih menarik bagi investor yang sadar biaya. Rasio biaya yang jauh lebih rendah, dikombinasikan dengan hasil dividen yang lebih tinggi dan pengembalian lima tahun yang sedikit lebih baik, memberikan keuntungan yang berarti dari waktu ke waktu. Jumlah kepemilikan yang sedikit lebih kecil (1.498 versus 1.796 perusahaan) merupakan perbedaan diversifikasi yang tidak signifikan sekaligus berpotensi memberikan keyakinan yang lebih terkonsentrasi dalam kepemilikan.
Bagi investor yang membangun portofolio yang terdiversifikasi secara global, kombinasi efisiensi biaya dan penghasilan SCHF menjadikannya pilihan ETF saham asing yang lebih kuat. Namun, investor dengan preferensi khusus terhadap sektor teknologi atau yang sudah memegang ASML atau posisi teratas lainnya dari ACWX mungkin menemukan dana iShares lebih sesuai dengan strategi mereka yang sudah ada. Pada akhirnya, pilihan Anda harus mencerminkan tujuan alokasi aset dan toleransi risiko Anda.