Kontradiktif Adalah Paradoks Keamanan Kripto 2025: Mengapa Kerugian Meningkat Meski Protokol Lebih Aman

Tahun 2025 mencatat rekor kerugian terbesar dalam sejarah keamanan kripto, namun paradoksnya adalah protokol on-chain justru menjadi semakin sulit untuk ditembus. Kontradiktif adalah situasi yang jelas menunjukkan pergeseran fundamental dalam lanskap ancaman keamanan digital aset: serangan tidak lagi menargetkan teknologi, melainkan manusia.

Menurut Mitchell Amador, CEO platform keamanan on-chain Immunefi, fenomena ini bukan pertanda buruk bagi teknologi blockchain itu sendiri, melainkan sinyal bahwa para pelaku kejahatan telah beradaptasi dengan infrastruktur yang semakin kokoh. “Keamanan on-chain mengalami peningkatan dramatis,” ujar Amador dalam wawancara eksklusif, “namun kriminal semakin canggih dalam menargetkan elemen manusia dan operasional.”

Penipuan Mengalahkan Peretasan: Faktor Manusia Jadi Titik Lemah

Data terbaru dari Chainalysis menunjukkan perubahan signifikan dalam metode kejahatan crypto. Sekitar $17 miliar aset hilang pada tahun 2025, bukan karena kerentanan smart contract yang dieksploitasi, tetapi melalui penipuan berbasis operasional Web2: pencurian kata sandi, rekayasa sosial, dan pemanipulasian karyawan.

Kerugian terbesar bukan lagi berasal dari blockchain—melainkan dari hal-hal fundamental seperti kunci privat yang dikompromikan, perangkat yang diretas, atau dukungan pelanggan palsu yang berhasil membodohi korban. Kesalahan manusia, bukan kode yang rusak, telah menjadi akar penyebab utama kehilangan dana.

Data Chainalysis Ungkap: Peniruan Identitas dan AI-Powered Scams Melampaui Serangan Teknis

Laporan Chainalysis yang dirilis minggu lalu mengungkapkan bahwa penipuan peniruan identitas sendirian mengalami lonjakan tahunan sebesar 1.400%, sementara skema penipuan berbasis AI terbukti 450% lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode penipuan tradisional.

Kasus terbaru yang menggemparkan adalah pencurian senilai $282 juta dalam bentuk bitcoin dan litecoin melalui serangan rekayasa sosial. Peneliti blockchain ZachXBT mengungkapkan bahwa korban kehilangan 2.05 juta LTC dan 1.459 BTC, dengan hasil curian segera dikonversi menjadi monero melalui berbagai bursa instan untuk menghilangkan jejak.

Serangan semacam ini tidak memerlukan keahlian teknis tingkat tinggi—hanya manipulasi psikologis dan persuasi yang terencana dengan baik.

Paradoks Keamanan: Mengapa Protokol Lebih Aman tapi Investor Lebih Rugi

Kontradiktif adalah pengamatan yang dibuat oleh para ahli keamanan: sementara DeFi dan kode protokol on-chain menjadi semakin resisten terhadap eksploitasi, permukaan serangan utama telah bergeser sepenuhnya ke arah manusia. Amador menekankan bahwa ini bukan berarti kode blockchain menjadi lebih lemah—justru sebaliknya.

“Dari perspektif DeFi dan protokol on-chain, tahun 2026 akan menjadi tahun terbaik untuk keamanan,” kata Amador dengan percaya diri. “Namun, tahun terburuk akan terus berlanjut bagi mereka yang tidak menjaga operasional dan faktor manusia mereka.”

Manusia: Titik Lemah Baru dalam Ekosistem Kripto yang Semakin Canggih

Dengan kode yang menjadi semakin sulit dieksploitasi, arah pergerakan serangan cybercrimes beralih ke sasaran yang lebih rentan: operator manusia. Amador memperingatkan bahwa manusia akan menjadi prioritas utama bagi para penyerang pada tahun 2026 dan seterusnya.

Ironisnya, meskipun keamanan teknis meningkat, sebagian besar proyek masih lalai dalam implementasi pertahanan dasar. Menurut Amador, lebih dari 90% proyek masih memiliki kerentanan kritis, sementara adopsi alat pertahanan tetap minimal: kurang dari 1% industri menggunakan firewall on-chain, dan kurang dari 10% memanfaatkan alat deteksi berbasis AI.

AI: Pedang Bermata Dua dalam Perang Keamanan Kripto 2026

Kecerdasan buatan akan mengubah dinamika keamanan di kedua belah pihak spektrum. Para pembela akan mengandalkan pemantauan berbasis AI yang beroperasi dengan kecepatan mesin, sementara para penyerang memanfaatkan teknologi serupa untuk penelitian kerentanan, pengembangan eksploitasi, dan rekayasa sosial skala besar.

Namun peringatan paling visioner dari Amador bukanlah tentang smart contract atau dompet digital. Melainkan tentang apa yang akan terjadi ketika sistem kripto mulai mengambil keputusan secara otonom tanpa kontrol manusia.

Agen AI On-Chain: Ancaman Keamanan yang Belum Sepenuhnya Dipahami

Agen AI on-chain merepresentasikan permukaan serangan yang sepenuhnya baru. Mereka dapat beroperasi lebih cepat dan dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan operator manusia, namun juga membawa kerentanan unik: jika jalur akses atau lapisan kontrol mereka dikompromikan, potensi kerusakan akan meningkat secara eksponensial.

“Kita masih berada pada tahap awal dalam memahami cara mengamankan agen AI dengan benar,” kata Amador. “Ini akan menjadi salah satu tantangan keamanan paling signifikan dalam siklus berikutnya.”

Secara keseluruhan, data Chainalysis menunjukkan bahwa para penipu semakin mahir menguras nilai dari individu, sementara pandangan Amador mengungkapkan bahwa protokol semakin tahan terhadap eksploitasi kode murni. Bersama-sama, gambaran ini menunjukkan masa depan di mana pertarungan keamanan kripto tidak lagi diperjuangkan di tingkat on-chain, melainkan melalui antarmuka pengguna, kontrol organisasi, sistem pemantauan, dan edukasi keamanan kesadaran—membuat kontradiktif adalah karakteristik fundamental dari era keamanan kripto modern.

BTC1,71%
LTC1,5%
DEFI-0,19%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)