Ketika sentimen pasar mulai goyah terhadap gelembung artificial intelligence, ada satu sektor yang justru tetap kukuh: perdagangan pusat data bertenaga komputasi berkinerja tinggi (HPC). Kepercayaan ini bukan hanya sekadar optimisme belaka—menurut analisa dari Joe Nardini, kepala divisi perbankan investasi di B. Riley Securities, permintaan mendasar terhadap infrastruktur daya tetap sangat kuat, bahkan hingga akhir tahun lalu. Para penambang Bitcoin dan pengembang pusat data dengan teknologi GPU masih terus melakukan negosiasi agresif untuk kapasitas megawatt, sementara valuasi aset-aset ini malah terus meningkat.
Apa itu HPC adalah pertanyaan yang semakin relevan di kalangan investor. High Performance Computing, atau komputasi berkinerja tinggi, merujuk pada infrastruktur komputasi canggih yang mampu memproses data dalam jumlah massive dengan kecepatan tinggi. HPC adalah tulang punggung bagi pengembangan AI, blockchain mining, dan aplikasi enterprise-scale lainnya. Dalam konteks pasar saat ini, kebutuhan akan kapasitas listrik untuk menopang HPC terus meningkat drastis, mendorong gelombang transaksi di pasar real estate infrastruktur energi.
Kebutuhan Daya: Sinyal Pasar yang Paling Jujur
“Pekerjaan M&A masih berjalan karena orang-orang masih butuh listrik,” ungkap Nardini dalam diskusi eksklusifnya. Meskipun berita-berita mengkhawatirkan tentang gelembung AI telah menyerang pasar teknologi, logika bisnis fundamental mengatakan hal lain. Nardini menggunakan pendekatan “empat pertanyaan sederhana” untuk mengukur kesehatan pasar:
Apakah klien memiliki permintaan untuk kapasitas pusat data yang telah mereka bangun?
Apakah mereka memiliki penyewa?
Apakah penyewa tersebut berkualitas baik dengan kredibilitas kredit kuat?
Apakah mereka mendapatkan tarif yang kompetitif dan menguntungkan?
Jawaban konsisten dari semua pembicaraannya: “Ya, ya, dan ya.” Permintaan daya dari penambang Bitcoin tetap “besar,” sementara dorongan dari AI dan HPC justru “lebih besar lagi,” dengan operator pusat data melaporkan permintaan berkelanjutan untuk fasilitas yang dilengkapi GPU.
Halving Bitcoin yang terjadi sebelumnya memangkas reward penambang menjadi separuh, menciptakan tekanan margin yang signifikan. Namun, respons industri mencerminkan adaptasi cerdas: lebih banyak penambang beralih untuk menyediakan perangkat keras AI dan kapasitas HPC di pusat data mereka yang sudah ada. Strategi diversifikasi ini membantu mendorong kenaikan tajam pada valuasi beberapa saham penambangan Bitcoin tahun ini, seiring dengan merebaknya enthusiasm AI di pasar ekuitas.
Transaksi Spektakuler: Ketika Harga per Megawatt Mencapai Level Baru
Sinyal terkuat tentang vitalitas pasar datang dari transaksi nyata yang sedang berlangsung. Hut 8, operator pusat data terkemuka, baru saja menandatangani kontrak sewa selama 15 tahun senilai $7 miliar dengan Fluidstack untuk kapasitas IT sebesar 245 megawatt di kampus River Bend miliknya. Pengumuman ini sendiri mendorong saham perusahaan melonjak hingga 20% dalam waktu singkat—bukti nyata bahwa pasar memberi penghargaan besar bagi pemilik infrastruktur daya berkualitas.
Nardini mengungkapkan detail menarik tentang valuasi yang sedang dinegosiasikan. Dalam situasi kompetitif dengan daya berkualitas premium dan lokasi yang strategis, metrik keuangan “dolar per megawatt”—yang mengukur nilai ekonomis setiap megawatt kapasitas listrik—telah mencapai level mencengangkan. Satu proses transaksi yang sedang berlangsung menunjukkan valuasi lebih dari $400.000 per megawatt, dengan potensi mencapai $450.000 per megawatt tergantung hasil negosiasi final. Dalam beberapa kasus, Nardini bahkan telah menyaksikan kesepakatan yang dihargai setinggi $500.000 hingga $550.000 per megawatt—level yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.
Tentu saja, tidak semua aset menikmati valuasi premium. Fasilitas di lokasi bermasalah atau kualitas daya yang kurang diinginkan masih menarik minat, namun dengan diskon signifikan: berkisar $100.000 hingga $250.000 per megawatt. Para pembeli dalam kategori ini menyukai aspek daya tetapi bersedia memberikan potongan harga untuk kompensasi lokasi atau kualitas pasar yang suboptimal.
Ekosistem Pembeli dan Penjual: Dinamika Pasar yang Berkembang
Siapa sebenarnya yang bertransaksi di pasar ini? Menurut Nardini, pembeli meliputi hyperscalers—perusahaan teknologi raksasa yang menyediakan infrastruktur komputasi cloud—perusahaan AI murni, dan penambang Bitcoin. Komposisi pembeli ini mencerminkan transformasi digital yang massive di sektor komputasi.
Penjual, di sisi lain, semakin beragam. Tidak lagi terbatas pada pemain kripto asli, kategori penjual sekarang meliputi pemilik fasilitas industri lama berusia puluhan tahun, bahkan fasilitas berusia 160 tahun yang mengandalkan daya listrik sebagai aset utama menarik investor baru. Nardini mencatat kasus di mana seorang penjual pribadi dari aset serupa menarik minat sekitar 25 calon pembeli yang mencari NDA—termasuk penambang Bitcoin, hyperscalers, dan perusahaan AI. Intensitas permintaan ini menciptakan leverage negosiasi yang menguntungkan penjual.
Fenomena ini membuka percabangan strategis unik bagi pemilik aset lama. Mereka dapat memilih untuk menjual kepada hyperscaler atau pengembang AI, atau mencoba bertransformasi menjadi pengembang pusat data itu sendiri. Nardini melihat perusahaan industri dengan fasilitas yang lebih tua, tidak aktif, atau hampir tidak aktif yang memiliki daya listrik berlebih mulai mempertimbangkan untuk menjual ke ekosistem AI/HPC dan Bitcoin.
Dalam satu kasus inspiratif, klien pribadi Nardini mengubah blok kantor lama menjadi kapasitas daya modular, “membangun unit 30 megawatt sekaligus,” dan kini sedang mencari pendanaan tambahan untuk ekspansi agresif. Dalam setidaknya satu negosiasi, seorang penyewa bahkan siap membayar sewa di muka sebelum penyelesaian transaksi—ilustrasi dramatis tentang betapa langkanya dan berharganya kapasitas daya berkualitas saat ini.
Perspektif 2026: Risk-On Environment dan Peluang Lanjutan
Menjelang 2026, Nardini tetap optimis dengan kondisi yang tetap mendukung aset-aset berisiko, khususnya jika suku bunga turun menuju level lebih rendah. Skenario “lingkungan risk-on”—di mana investor bersedia mengambil risiko lebih untuk return potensial lebih tinggi—akan menjadi katalis positif untuk transaksi di industri infrastruktur daya.
Nardini mengakui bahwa mungkin saja dia “sedikit mempromosikan kepentingannya sendiri” dengan optimisme ini. Namun, realitas operasional yang dia dengarkan langsung dari para eksekutif penambang dan pengembang pusat data membuatnya tetap percaya diri: penyewa ada, harga tetap kuat, dan jika satu pelanggan tidak mengambil lokasi tertentu, “orang lain akan mengambilnya dengan antusias.”
Satu-satunya scenario yang akan mengubah pandangan Nardini adalah jika pengembang pusat data tidak mampu menyewakan apa yang mereka bangun, atau tidak mendapatkan tarif yang mereka butuhkan untuk sustainability jangka panjang. Saat ini, dia mengatakan belum mendengar sinyal alarm semacam itu dari lapangan. “Dasar-dasar bisnis tetap utuh,” ujarnya tegas.
Kesimpulannya, permintaan terhadap kapasitas pusat data berkinerja tinggi dan AI/HPC terus berlanjut tanpa henti. Para pengembang dengan kapasitas pusat data melayani beragam penyewa kredibel dengan tarif yang baik, memastikan ekonomi inti bisnis tetap sehat. Pembeli masih sangat menginginkan energi, sementara penjual melihat valuasi menguntungkan untuk aset mereka. Kombinasi ini memperkuat tesis Nardini tentang vitalitas pasar. “Perdagangan AI dan HPC adalah masih hidup,” katanya, menandai berakhirnya diskusi dengan kepercayaan diri investor sejati.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
HPC adalah Tulang Punggung Pasar: Transaksi Pusat Data AI/Bitcoin Terus Meledak di Wall Street
Ketika sentimen pasar mulai goyah terhadap gelembung artificial intelligence, ada satu sektor yang justru tetap kukuh: perdagangan pusat data bertenaga komputasi berkinerja tinggi (HPC). Kepercayaan ini bukan hanya sekadar optimisme belaka—menurut analisa dari Joe Nardini, kepala divisi perbankan investasi di B. Riley Securities, permintaan mendasar terhadap infrastruktur daya tetap sangat kuat, bahkan hingga akhir tahun lalu. Para penambang Bitcoin dan pengembang pusat data dengan teknologi GPU masih terus melakukan negosiasi agresif untuk kapasitas megawatt, sementara valuasi aset-aset ini malah terus meningkat.
Apa itu HPC adalah pertanyaan yang semakin relevan di kalangan investor. High Performance Computing, atau komputasi berkinerja tinggi, merujuk pada infrastruktur komputasi canggih yang mampu memproses data dalam jumlah massive dengan kecepatan tinggi. HPC adalah tulang punggung bagi pengembangan AI, blockchain mining, dan aplikasi enterprise-scale lainnya. Dalam konteks pasar saat ini, kebutuhan akan kapasitas listrik untuk menopang HPC terus meningkat drastis, mendorong gelombang transaksi di pasar real estate infrastruktur energi.
Kebutuhan Daya: Sinyal Pasar yang Paling Jujur
“Pekerjaan M&A masih berjalan karena orang-orang masih butuh listrik,” ungkap Nardini dalam diskusi eksklusifnya. Meskipun berita-berita mengkhawatirkan tentang gelembung AI telah menyerang pasar teknologi, logika bisnis fundamental mengatakan hal lain. Nardini menggunakan pendekatan “empat pertanyaan sederhana” untuk mengukur kesehatan pasar:
Jawaban konsisten dari semua pembicaraannya: “Ya, ya, dan ya.” Permintaan daya dari penambang Bitcoin tetap “besar,” sementara dorongan dari AI dan HPC justru “lebih besar lagi,” dengan operator pusat data melaporkan permintaan berkelanjutan untuk fasilitas yang dilengkapi GPU.
Halving Bitcoin yang terjadi sebelumnya memangkas reward penambang menjadi separuh, menciptakan tekanan margin yang signifikan. Namun, respons industri mencerminkan adaptasi cerdas: lebih banyak penambang beralih untuk menyediakan perangkat keras AI dan kapasitas HPC di pusat data mereka yang sudah ada. Strategi diversifikasi ini membantu mendorong kenaikan tajam pada valuasi beberapa saham penambangan Bitcoin tahun ini, seiring dengan merebaknya enthusiasm AI di pasar ekuitas.
Transaksi Spektakuler: Ketika Harga per Megawatt Mencapai Level Baru
Sinyal terkuat tentang vitalitas pasar datang dari transaksi nyata yang sedang berlangsung. Hut 8, operator pusat data terkemuka, baru saja menandatangani kontrak sewa selama 15 tahun senilai $7 miliar dengan Fluidstack untuk kapasitas IT sebesar 245 megawatt di kampus River Bend miliknya. Pengumuman ini sendiri mendorong saham perusahaan melonjak hingga 20% dalam waktu singkat—bukti nyata bahwa pasar memberi penghargaan besar bagi pemilik infrastruktur daya berkualitas.
Nardini mengungkapkan detail menarik tentang valuasi yang sedang dinegosiasikan. Dalam situasi kompetitif dengan daya berkualitas premium dan lokasi yang strategis, metrik keuangan “dolar per megawatt”—yang mengukur nilai ekonomis setiap megawatt kapasitas listrik—telah mencapai level mencengangkan. Satu proses transaksi yang sedang berlangsung menunjukkan valuasi lebih dari $400.000 per megawatt, dengan potensi mencapai $450.000 per megawatt tergantung hasil negosiasi final. Dalam beberapa kasus, Nardini bahkan telah menyaksikan kesepakatan yang dihargai setinggi $500.000 hingga $550.000 per megawatt—level yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.
Tentu saja, tidak semua aset menikmati valuasi premium. Fasilitas di lokasi bermasalah atau kualitas daya yang kurang diinginkan masih menarik minat, namun dengan diskon signifikan: berkisar $100.000 hingga $250.000 per megawatt. Para pembeli dalam kategori ini menyukai aspek daya tetapi bersedia memberikan potongan harga untuk kompensasi lokasi atau kualitas pasar yang suboptimal.
Ekosistem Pembeli dan Penjual: Dinamika Pasar yang Berkembang
Siapa sebenarnya yang bertransaksi di pasar ini? Menurut Nardini, pembeli meliputi hyperscalers—perusahaan teknologi raksasa yang menyediakan infrastruktur komputasi cloud—perusahaan AI murni, dan penambang Bitcoin. Komposisi pembeli ini mencerminkan transformasi digital yang massive di sektor komputasi.
Penjual, di sisi lain, semakin beragam. Tidak lagi terbatas pada pemain kripto asli, kategori penjual sekarang meliputi pemilik fasilitas industri lama berusia puluhan tahun, bahkan fasilitas berusia 160 tahun yang mengandalkan daya listrik sebagai aset utama menarik investor baru. Nardini mencatat kasus di mana seorang penjual pribadi dari aset serupa menarik minat sekitar 25 calon pembeli yang mencari NDA—termasuk penambang Bitcoin, hyperscalers, dan perusahaan AI. Intensitas permintaan ini menciptakan leverage negosiasi yang menguntungkan penjual.
Fenomena ini membuka percabangan strategis unik bagi pemilik aset lama. Mereka dapat memilih untuk menjual kepada hyperscaler atau pengembang AI, atau mencoba bertransformasi menjadi pengembang pusat data itu sendiri. Nardini melihat perusahaan industri dengan fasilitas yang lebih tua, tidak aktif, atau hampir tidak aktif yang memiliki daya listrik berlebih mulai mempertimbangkan untuk menjual ke ekosistem AI/HPC dan Bitcoin.
Dalam satu kasus inspiratif, klien pribadi Nardini mengubah blok kantor lama menjadi kapasitas daya modular, “membangun unit 30 megawatt sekaligus,” dan kini sedang mencari pendanaan tambahan untuk ekspansi agresif. Dalam setidaknya satu negosiasi, seorang penyewa bahkan siap membayar sewa di muka sebelum penyelesaian transaksi—ilustrasi dramatis tentang betapa langkanya dan berharganya kapasitas daya berkualitas saat ini.
Perspektif 2026: Risk-On Environment dan Peluang Lanjutan
Menjelang 2026, Nardini tetap optimis dengan kondisi yang tetap mendukung aset-aset berisiko, khususnya jika suku bunga turun menuju level lebih rendah. Skenario “lingkungan risk-on”—di mana investor bersedia mengambil risiko lebih untuk return potensial lebih tinggi—akan menjadi katalis positif untuk transaksi di industri infrastruktur daya.
Nardini mengakui bahwa mungkin saja dia “sedikit mempromosikan kepentingannya sendiri” dengan optimisme ini. Namun, realitas operasional yang dia dengarkan langsung dari para eksekutif penambang dan pengembang pusat data membuatnya tetap percaya diri: penyewa ada, harga tetap kuat, dan jika satu pelanggan tidak mengambil lokasi tertentu, “orang lain akan mengambilnya dengan antusias.”
Satu-satunya scenario yang akan mengubah pandangan Nardini adalah jika pengembang pusat data tidak mampu menyewakan apa yang mereka bangun, atau tidak mendapatkan tarif yang mereka butuhkan untuk sustainability jangka panjang. Saat ini, dia mengatakan belum mendengar sinyal alarm semacam itu dari lapangan. “Dasar-dasar bisnis tetap utuh,” ujarnya tegas.
Kesimpulannya, permintaan terhadap kapasitas pusat data berkinerja tinggi dan AI/HPC terus berlanjut tanpa henti. Para pengembang dengan kapasitas pusat data melayani beragam penyewa kredibel dengan tarif yang baik, memastikan ekonomi inti bisnis tetap sehat. Pembeli masih sangat menginginkan energi, sementara penjual melihat valuasi menguntungkan untuk aset mereka. Kombinasi ini memperkuat tesis Nardini tentang vitalitas pasar. “Perdagangan AI dan HPC adalah masih hidup,” katanya, menandai berakhirnya diskusi dengan kepercayaan diri investor sejati.