Ledger, pabrikan dompet perangkat keras asal Prancis, merencanakan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham New York tahun ini dengan target valuasi lebih dari $4 miliar. Keputusan strategis ini mencerminkan komitmen CEO Pascal Gauthier terhadap prinsip transparansi dan ekspansi berkelanjutan dalam industri yang semakin matang. Perusahaan yang tahun 2023 lalu dinilai sebesar $1,5 miliar kini mengkapitalisasi momentum positif dari meningkatnya kesadaran keamanan digital di kalangan investor institusional.
Strategi Ekspansi Ledger di Tengah Pertumbuhan Sektor Kripto
Pascal Gauthier menyampaikan bahwa prinsip fundamental perusahaan—memprioritaskan keamanan pengguna—menjadi pendorong utama kesuksesan bisnis di era volatilitas tinggi. Seiring dengan lonjakan kasus peretasan yang mencapai tingkat rekor, pendapatan Ledger juga mengalami pertumbuhan eksponensial, mencapai ratusan juta dolar. Strategi IPO ini dirancang untuk memperkuat posisi Ledger sebagai pemimpin infrastruktur kripto global dan mendukung investasi dalam penelitian keamanan yang lebih mendalam.
Kemitraan Dengan Lembaga Keuangan Terkemuka
Untuk memfasilitasi peluncuran IPO, Ledger bermitra dengan tiga bank investasi raksasa: Goldman Sachs, Jefferies, dan Barclays. Kolaborasi ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis Ledger dan prospek pertumbuhannya. Sumber yang dekat dengan proses ini mengindikasikan bahwa target peluncuran ditargetkan pada kuartal pertama tahun 2026, memanfaatkan sentimen positif investor terhadap aset digital dan infrastruktur pendukungnya.
Valuasi Kompetitif dalam Konteks BitGo IPO
Rencana IPO Ledger dengan valuasi $4 miliar menempatkan perusahaan pada posisi premium dibandingkan dengan BitGo, yang baru melantai di NYSE dengan harga pembukaan $18 per saham dan valuasi lebih dari $2 miliar. Debut BitGo pada awal 2026 menandai tren investor yang semakin percaya terhadap perusahaan infrastruktur dan layanan kustodian digital. Pencapaian ini memperkuat narasi bahwa investor institusional kini melihat “plumbing” industri kripto—infrastruktur pendukung—sebagai peluang investasi jangka panjang yang stabil.
Tantangan Kepercayaan: Sejarah Pelanggaran Data
Namun, rencana IPO Ledger harus menghadapi skeptisisme yang timbul dari sejarah insiden keamanan perusahaan. Pada tahun 2020, Ledger mengalami pelanggaran data yang mengekspos informasi pribadi 270.000 pelanggan. Tiga tahun kemudian, perusahaan kembali kehilangan hampir $500.000 akibat serangan yang menargetkan aplikasi keuangan terdesentralisasi. Baru-baru ini, pada Januari 2026, Ledger dihadapkan pada pelanggaran tambahan melalui mitra pembayaran pihak ketiga Global-e, yang sekali lagi mengungkapkan data pribadi pelanggan.
Meski demikian, Ledger tetap berkomitmen pada prinsip perbaikan berkelanjutan dalam infrastruktur keamanan. Pascal Gauthier dan timnya menggunakan setiap insiden sebagai pembelajaran untuk memperkuat protokol perlindungan data, sejalan dengan ekspektasi pasar modal yang semakin ketat terhadap tata kelola perusahaan.
Momentum Pasar dan Prospek Jangka Panjang
Kelancaran IPO BitGo di awal 2026 membuka peluang bagi perusahaan kripto lainnya untuk mengakses pasar modal publik, menandai era baru bagi sektor infrastruktur digital. Ledger, sebagai pemain kunci dengan basis pengguna global, memiliki potensi signifikan untuk memimpin gelombang IPO berikutnya. Dengan dukungan dari investor besar seperti True Global Ventures dan 10T Holdings dari putaran pendanaan sebelumnya, prospek penawaran saham perdana Ledger terlihat menjanjikan bagi investor yang mencari eksposur pada pilar infrastruktur industri kripto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ledger Siap IPO di New York dengan Valuasi $4 Miliar—Visi Pascal Gauthier untuk Prinsip Keamanan Kripto
Ledger, pabrikan dompet perangkat keras asal Prancis, merencanakan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham New York tahun ini dengan target valuasi lebih dari $4 miliar. Keputusan strategis ini mencerminkan komitmen CEO Pascal Gauthier terhadap prinsip transparansi dan ekspansi berkelanjutan dalam industri yang semakin matang. Perusahaan yang tahun 2023 lalu dinilai sebesar $1,5 miliar kini mengkapitalisasi momentum positif dari meningkatnya kesadaran keamanan digital di kalangan investor institusional.
Strategi Ekspansi Ledger di Tengah Pertumbuhan Sektor Kripto
Pascal Gauthier menyampaikan bahwa prinsip fundamental perusahaan—memprioritaskan keamanan pengguna—menjadi pendorong utama kesuksesan bisnis di era volatilitas tinggi. Seiring dengan lonjakan kasus peretasan yang mencapai tingkat rekor, pendapatan Ledger juga mengalami pertumbuhan eksponensial, mencapai ratusan juta dolar. Strategi IPO ini dirancang untuk memperkuat posisi Ledger sebagai pemimpin infrastruktur kripto global dan mendukung investasi dalam penelitian keamanan yang lebih mendalam.
Kemitraan Dengan Lembaga Keuangan Terkemuka
Untuk memfasilitasi peluncuran IPO, Ledger bermitra dengan tiga bank investasi raksasa: Goldman Sachs, Jefferies, dan Barclays. Kolaborasi ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis Ledger dan prospek pertumbuhannya. Sumber yang dekat dengan proses ini mengindikasikan bahwa target peluncuran ditargetkan pada kuartal pertama tahun 2026, memanfaatkan sentimen positif investor terhadap aset digital dan infrastruktur pendukungnya.
Valuasi Kompetitif dalam Konteks BitGo IPO
Rencana IPO Ledger dengan valuasi $4 miliar menempatkan perusahaan pada posisi premium dibandingkan dengan BitGo, yang baru melantai di NYSE dengan harga pembukaan $18 per saham dan valuasi lebih dari $2 miliar. Debut BitGo pada awal 2026 menandai tren investor yang semakin percaya terhadap perusahaan infrastruktur dan layanan kustodian digital. Pencapaian ini memperkuat narasi bahwa investor institusional kini melihat “plumbing” industri kripto—infrastruktur pendukung—sebagai peluang investasi jangka panjang yang stabil.
Tantangan Kepercayaan: Sejarah Pelanggaran Data
Namun, rencana IPO Ledger harus menghadapi skeptisisme yang timbul dari sejarah insiden keamanan perusahaan. Pada tahun 2020, Ledger mengalami pelanggaran data yang mengekspos informasi pribadi 270.000 pelanggan. Tiga tahun kemudian, perusahaan kembali kehilangan hampir $500.000 akibat serangan yang menargetkan aplikasi keuangan terdesentralisasi. Baru-baru ini, pada Januari 2026, Ledger dihadapkan pada pelanggaran tambahan melalui mitra pembayaran pihak ketiga Global-e, yang sekali lagi mengungkapkan data pribadi pelanggan.
Meski demikian, Ledger tetap berkomitmen pada prinsip perbaikan berkelanjutan dalam infrastruktur keamanan. Pascal Gauthier dan timnya menggunakan setiap insiden sebagai pembelajaran untuk memperkuat protokol perlindungan data, sejalan dengan ekspektasi pasar modal yang semakin ketat terhadap tata kelola perusahaan.
Momentum Pasar dan Prospek Jangka Panjang
Kelancaran IPO BitGo di awal 2026 membuka peluang bagi perusahaan kripto lainnya untuk mengakses pasar modal publik, menandai era baru bagi sektor infrastruktur digital. Ledger, sebagai pemain kunci dengan basis pengguna global, memiliki potensi signifikan untuk memimpin gelombang IPO berikutnya. Dengan dukungan dari investor besar seperti True Global Ventures dan 10T Holdings dari putaran pendanaan sebelumnya, prospek penawaran saham perdana Ledger terlihat menjanjikan bagi investor yang mencari eksposur pada pilar infrastruktur industri kripto.