Di tengah pelonggaran ketegangan geopolitik, pasar global mengalami perubahan signifikan. Harga minyak menurun seiring meredanya konflik internasional, dan pasar kripto menunjukkan ketahanan yang tak terduga. Bitcoin memulai periode pemulihan, meninggalkan level resistance berbulan-bulan, membuka prospek baru bagi para investor.
Bitcoin Mengikuti Gelombang Risiko di Tengah Perubahan Pasar Minyak
Bitcoin menunjukkan dinamika positif dalam beberapa hari terakhir, meskipun harganya saat ini sebesar $78.990 dengan penurunan 6,13% dalam 24 jam. Sebagai konteks, pada hari sebelum laporan, mata uang kripto ini diperdagangkan sekitar $83.460, dan beberapa hari lalu menembus level psikologis penting di $97.000.
Fluktuasi ini terjadi di tengah peristiwa geopolitik yang signifikan. Presiden AS menyatakan penghentian ketegangan dengan Iran, yang menyebabkan penurunan harga futures minyak WTI lebih dari 4,4% menjadi $59. Analis QCP Capital mencatat bahwa Bitcoin lama tertinggal dari kenaikan pasar saham dan emas, tetapi akhirnya menembus resistance berbulan-bulan. Menurut mereka, pelonggaran dolar AS yang potensial di tengah tren makroekonomi global dapat mendorong rotasi modal ke aset digital.
Pasar kripto yang lebih luas juga menunjukkan kenaikan: indeks CoinDesk 20 naik 1% selama periode yang sama. Selain itu, ETF spot Bitcoin menarik masuk bersih sebesar 843 juta dolar, dan ETF ether menambah 175 juta dolar, menandakan meningkatnya kembali minat institusi terhadap risiko.
Analisis Grafik: Gambaran Teknis dan Level Kunci
Grafik Bitcoin dalam kerangka waktu mingguan menunjukkan pola lanjutan tren bullish yang jelas. Divergensi bullish di grafik jangka panjang menunjukkan kemungkinan tren makro tetap naik.
Perhatian utama bagi trader adalah penutupan mingguan di atas rata-rata eksponensial 50-minggu (garis oranye di grafik). Penutupan ini akan mengonfirmasi kembalinya pasar bullish yang stabil. Jika level ini bertahan, terbuka jalur menuju zona resistance penting di $100.000, yang merupakan hambatan Fibonacci berikutnya.
Level saat ini di $78.990 merupakan koreksi jangka pendek setelah keberhasilan sebelumnya. Analisis grafik menunjukkan bahwa setiap penurunan signifikan dalam tren menciptakan peluang pemulihan. Skema ini bisa terulang jika kondisi makroekonomi tetap kondusif.
Faktor Makroekonomi dan Pengaruh Geopolitik
Keterkaitan antara harga minyak dan kripto sering dilihat dari sudut pandang risk appetite. Penurunan harga minyak biasanya menandakan meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi perlambatan pertumbuhan, yang mendorong pencarian aset alternatif oleh investor.
Dalam kasus ini, pelonggaran krisis Iran menyebabkan penurunan futures minyak WTI, sekaligus membuka ruang untuk kenaikan aset berisiko termasuk Bitcoin. Hubungan ini dapat diamati secara real-time di grafik pasar: saat ketakutan geopolitik mereda, modal kembali ke pasar kripto.
Secara paralel, diskusi regulasi juga berkembang. Komite Perbankan Senat AS menunda RUU tentang struktur pasar kripto, yang diharapkan oleh pelaku industri seperti Coinbase, yang kemudian menarik dukungannya. Meskipun berita ini menyebabkan koreksi jangka pendek, mereka tidak menghentikan kenaikan pasar secara keseluruhan.
Arus ETF dan Sentimen Pasar
Sinyal paling mencolok dari kembalinya minat terhadap kripto adalah aktivitas ETF spot. Arus bersih harian ETF Bitcoin mencapai 843,6 juta dolar, sementara ETF ether menarik 175,1 juta dolar. Secara kumulatif, ETF Bitcoin mengumpulkan 58,1 miliar dolar dari awal peluncuran.
Ether, meskipun dengan dinamika yang lebih lemah dibanding Bitcoin, naik 1,92% dalam 24 jam dan diperdagangkan di level $2.460 (turun 9,19% dari hari sebelumnya). Token yang berfokus pada privasi menunjukkan volatilitas yang lebih besar: Zcash naik 5,1% menjadi $308,46, dan Dash naik 2,4% menjadi $45,78, meskipun keduanya mengalami penurunan 8-9% dalam 24 jam.
Sentimen pasar mengalami perubahan drastis. Dalam tiga bulan terakhir, pasar pertama kali kembali ke kondisi “serakah” menurut indeks Crypto Fear and Greed Index, yang mencerminkan kesiapan investor untuk mengambil risiko lebih besar.
Apa yang Bisa Diharapkan
Melihat ke depan, ada beberapa skenario yang perlu dipertimbangkan. Pertama, keputusan Mahkamah Agung terkait tarif atau eskalasi geopolitik lebih lanjut dapat memicu sentimen menghindari risiko. Kedua, perluasan lindung nilai melalui ETF akan terus membentuk tren pasar kripto.
Statistik menunjukkan bahwa hash rate Bitcoin (rata-rata bergerak 7 hari) tetap di sekitar 999 EH/s, menunjukkan kestabilan jaringan. Open interest futures CME mencapai 123.715 BTC, menandakan posisi besar di level yang lebih tinggi.
Harga minyak tetap menjadi indikator penting risk appetite global. Jika tren penurunan harga minyak berlanjut seiring meredanya risiko geopolitik, ini akan berdampak positif pada grafik Bitcoin. Namun, investor harus tetap waspada terhadap berita tak terduga dan kejutan makroekonomi yang dapat mengubah dinamika ini.
Periode saat ini adalah momen kunci untuk pengambilan posisi. Analisis tren grafik kripto dan korelasi dengan harga minyak membantu trader membangun strategi untuk kuartal berikutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mencapai Resistance: Bagaimana Penurunan Harga Minyak Mentah Mempengaruhi Grafik Bitcoin
Di tengah pelonggaran ketegangan geopolitik, pasar global mengalami perubahan signifikan. Harga minyak menurun seiring meredanya konflik internasional, dan pasar kripto menunjukkan ketahanan yang tak terduga. Bitcoin memulai periode pemulihan, meninggalkan level resistance berbulan-bulan, membuka prospek baru bagi para investor.
Bitcoin Mengikuti Gelombang Risiko di Tengah Perubahan Pasar Minyak
Bitcoin menunjukkan dinamika positif dalam beberapa hari terakhir, meskipun harganya saat ini sebesar $78.990 dengan penurunan 6,13% dalam 24 jam. Sebagai konteks, pada hari sebelum laporan, mata uang kripto ini diperdagangkan sekitar $83.460, dan beberapa hari lalu menembus level psikologis penting di $97.000.
Fluktuasi ini terjadi di tengah peristiwa geopolitik yang signifikan. Presiden AS menyatakan penghentian ketegangan dengan Iran, yang menyebabkan penurunan harga futures minyak WTI lebih dari 4,4% menjadi $59. Analis QCP Capital mencatat bahwa Bitcoin lama tertinggal dari kenaikan pasar saham dan emas, tetapi akhirnya menembus resistance berbulan-bulan. Menurut mereka, pelonggaran dolar AS yang potensial di tengah tren makroekonomi global dapat mendorong rotasi modal ke aset digital.
Pasar kripto yang lebih luas juga menunjukkan kenaikan: indeks CoinDesk 20 naik 1% selama periode yang sama. Selain itu, ETF spot Bitcoin menarik masuk bersih sebesar 843 juta dolar, dan ETF ether menambah 175 juta dolar, menandakan meningkatnya kembali minat institusi terhadap risiko.
Analisis Grafik: Gambaran Teknis dan Level Kunci
Grafik Bitcoin dalam kerangka waktu mingguan menunjukkan pola lanjutan tren bullish yang jelas. Divergensi bullish di grafik jangka panjang menunjukkan kemungkinan tren makro tetap naik.
Perhatian utama bagi trader adalah penutupan mingguan di atas rata-rata eksponensial 50-minggu (garis oranye di grafik). Penutupan ini akan mengonfirmasi kembalinya pasar bullish yang stabil. Jika level ini bertahan, terbuka jalur menuju zona resistance penting di $100.000, yang merupakan hambatan Fibonacci berikutnya.
Level saat ini di $78.990 merupakan koreksi jangka pendek setelah keberhasilan sebelumnya. Analisis grafik menunjukkan bahwa setiap penurunan signifikan dalam tren menciptakan peluang pemulihan. Skema ini bisa terulang jika kondisi makroekonomi tetap kondusif.
Faktor Makroekonomi dan Pengaruh Geopolitik
Keterkaitan antara harga minyak dan kripto sering dilihat dari sudut pandang risk appetite. Penurunan harga minyak biasanya menandakan meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi perlambatan pertumbuhan, yang mendorong pencarian aset alternatif oleh investor.
Dalam kasus ini, pelonggaran krisis Iran menyebabkan penurunan futures minyak WTI, sekaligus membuka ruang untuk kenaikan aset berisiko termasuk Bitcoin. Hubungan ini dapat diamati secara real-time di grafik pasar: saat ketakutan geopolitik mereda, modal kembali ke pasar kripto.
Secara paralel, diskusi regulasi juga berkembang. Komite Perbankan Senat AS menunda RUU tentang struktur pasar kripto, yang diharapkan oleh pelaku industri seperti Coinbase, yang kemudian menarik dukungannya. Meskipun berita ini menyebabkan koreksi jangka pendek, mereka tidak menghentikan kenaikan pasar secara keseluruhan.
Arus ETF dan Sentimen Pasar
Sinyal paling mencolok dari kembalinya minat terhadap kripto adalah aktivitas ETF spot. Arus bersih harian ETF Bitcoin mencapai 843,6 juta dolar, sementara ETF ether menarik 175,1 juta dolar. Secara kumulatif, ETF Bitcoin mengumpulkan 58,1 miliar dolar dari awal peluncuran.
Ether, meskipun dengan dinamika yang lebih lemah dibanding Bitcoin, naik 1,92% dalam 24 jam dan diperdagangkan di level $2.460 (turun 9,19% dari hari sebelumnya). Token yang berfokus pada privasi menunjukkan volatilitas yang lebih besar: Zcash naik 5,1% menjadi $308,46, dan Dash naik 2,4% menjadi $45,78, meskipun keduanya mengalami penurunan 8-9% dalam 24 jam.
Sentimen pasar mengalami perubahan drastis. Dalam tiga bulan terakhir, pasar pertama kali kembali ke kondisi “serakah” menurut indeks Crypto Fear and Greed Index, yang mencerminkan kesiapan investor untuk mengambil risiko lebih besar.
Apa yang Bisa Diharapkan
Melihat ke depan, ada beberapa skenario yang perlu dipertimbangkan. Pertama, keputusan Mahkamah Agung terkait tarif atau eskalasi geopolitik lebih lanjut dapat memicu sentimen menghindari risiko. Kedua, perluasan lindung nilai melalui ETF akan terus membentuk tren pasar kripto.
Statistik menunjukkan bahwa hash rate Bitcoin (rata-rata bergerak 7 hari) tetap di sekitar 999 EH/s, menunjukkan kestabilan jaringan. Open interest futures CME mencapai 123.715 BTC, menandakan posisi besar di level yang lebih tinggi.
Harga minyak tetap menjadi indikator penting risk appetite global. Jika tren penurunan harga minyak berlanjut seiring meredanya risiko geopolitik, ini akan berdampak positif pada grafik Bitcoin. Namun, investor harus tetap waspada terhadap berita tak terduga dan kejutan makroekonomi yang dapat mengubah dinamika ini.
Periode saat ini adalah momen kunci untuk pengambilan posisi. Analisis tren grafik kripto dan korelasi dengan harga minyak membantu trader membangun strategi untuk kuartal berikutnya.