0xTodd yang berbagi wawasan di X, menyatakan bahwa open source algoritma Twitter oleh Elon Musk telah memungkinkan pengguna mendapatkan pemahaman yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang mekanisme tampilan konten. Transparansi ini bukan sekadar informasi teknis, melainkan mengungkap hukum esensial yang menentukan visibilitas konten di era digital.
Wawasan Penting yang Dihasilkan dari Open Source
Publikasi algoritma menjawab banyak pertanyaan yang telah lama menjadi misteri bagi pengguna. Mengapa beberapa postingan menjadi viral dalam sekejap, sementara yang lain tenggelam? Jawabannya tersembunyi dalam sistem kompleks dan berlapis yang diadopsi oleh X. Dengan informasi ini, pembuat konten dan pengguna umum dapat menyadari lingkungan di mana mereka berinteraksi.
Dua Konsep Utama dalam Algoritma: Thunder dan Phoenix Retrieval
Inti dari algoritma X terdiri dari dua sumber konten yang berbeda. “Thunder” merujuk pada posting dari akun yang Anda ikuti, membentuk aliran konten yang akrab dan terpercaya. Sementara itu, “Phoenix Retrieval” mencakup semua konten Twitter di luar yang Anda ikuti, memungkinkan penemuan baru dan tren.
Yang menarik, pemilihan antara kedua sumber ini dilakukan oleh asisten AI yang disebut “Glock”. Glock menganalisis pola penelusuran dan riwayat keterlibatan pengguna secara real-time untuk memutuskan apakah akan menampilkan dari Thunder atau Phoenix Retrieval.
Evolusi Algoritma: Dari Aturan Berbasis ke Sistem Dinamis
Algoritma X telah berkembang dari aturan statis yang dikodekan secara keras menjadi sistem penilaian yang lebih fleksibel dan dinamis. Pada 2023, sistem tersebut mengutamakan posting video dan memberi penalti pada posting dengan tautan eksternal. Saat ini, sistem tersebut beralih ke penilaian yang lebih canggih, berdasarkan preferensi dan pola perilaku pengguna secara individual.
Sistem Skor Tersembunyi dan Faktor Penentu Visibilitas
Salah satu rahasia utama algoritma X adalah “Skor Reputasi” yang diberikan kepada setiap pengguna. Skor ini berkisar dari -128 hingga +100 dan secara langsung mempengaruhi seberapa luas konten Anda dilihat. Akun baru memulai dengan skor rendah dan hanya dapat meningkatkan skor serta jangkauannya melalui interaksi aktif dengan pengguna berperforma tinggi. Sebaliknya, berinteraksi dengan akun berkualitas rendah dapat berdampak negatif terhadap skor Anda.
Algoritma juga menangani fenomena “kelelahan topik”. Jika dalam waktu singkat ada beberapa posting dari penulis yang sama, peringkatnya akan secara sengaja diturunkan. Demikian pula, konten berulang tentang tema populer akan dikenai penalti, sehingga posting yang segar dan relevan mendapatkan prioritas.
Yang penting, umpan balik negatif seperti mute dan block memiliki bobot yang jauh lebih tinggi daripada reaksi positif seperti like. Tindakan ekstrem—terutama block—dapat menyebabkan penurunan visibilitas secara drastis dan memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar like dari pengikut setia.
Perbedaan Antara Akun Terverifikasi dan Tidak Terverifikasi
Akun terverifikasi (dengan tanda centang biru) mendapatkan perlakuan istimewa dalam algoritma. Konten dari akun ini lebih mudah diakses oleh Phoenix Retrieval dan berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas. Sebaliknya, akun tidak terverifikasi harus menunjukkan pertumbuhan keterlibatan yang pesat agar masuk ke dalam pool kandidat awal.
Faktor Optimalisasi Lain dan Wawasan Praktis
Waktu tinggal di halaman juga menjadi indikator penting. Bahkan jika pengguna tidak berinteraksi langsung dengan posting, durasi mereka di halaman akan dihitung sebagai poin. Selain itu, setiap tweet dievaluasi secara independen melalui mekanisme “isolasi kandidat”, sehingga kegagalan satu posting tidak mempengaruhi posting lainnya.
Algoritma secara sadar menghindari konten lama dan rekomendasi berulang, serta sangat menekankan tingkat penyelesaian video. Memahami mekanisme ini sangat penting untuk merancang strategi konten yang lebih efektif di X.
Wawasan untuk Strategi Konten Masa Depan
Wawasan yang diberikan oleh 0xTodd ini bukan sekadar pengetahuan teknis, melainkan kompas untuk memahami esensi dari pernyataan dan visibilitas di era digital. Dengan memahami prinsip kerja algoritma, pengguna dapat membuat konten yang lebih strategis dan efektif, sekaligus membantu ekosistem platform X menjadi lebih sehat dan beragam dalam berpendapat. Transparansi dan pemahaman ini adalah elemen kunci dalam membentuk masa depan media sosial.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Wawasan algoritma X(lama Twitter):mengapa konten Anda dilihat
0xTodd yang berbagi wawasan di X, menyatakan bahwa open source algoritma Twitter oleh Elon Musk telah memungkinkan pengguna mendapatkan pemahaman yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang mekanisme tampilan konten. Transparansi ini bukan sekadar informasi teknis, melainkan mengungkap hukum esensial yang menentukan visibilitas konten di era digital.
Wawasan Penting yang Dihasilkan dari Open Source
Publikasi algoritma menjawab banyak pertanyaan yang telah lama menjadi misteri bagi pengguna. Mengapa beberapa postingan menjadi viral dalam sekejap, sementara yang lain tenggelam? Jawabannya tersembunyi dalam sistem kompleks dan berlapis yang diadopsi oleh X. Dengan informasi ini, pembuat konten dan pengguna umum dapat menyadari lingkungan di mana mereka berinteraksi.
Dua Konsep Utama dalam Algoritma: Thunder dan Phoenix Retrieval
Inti dari algoritma X terdiri dari dua sumber konten yang berbeda. “Thunder” merujuk pada posting dari akun yang Anda ikuti, membentuk aliran konten yang akrab dan terpercaya. Sementara itu, “Phoenix Retrieval” mencakup semua konten Twitter di luar yang Anda ikuti, memungkinkan penemuan baru dan tren.
Yang menarik, pemilihan antara kedua sumber ini dilakukan oleh asisten AI yang disebut “Glock”. Glock menganalisis pola penelusuran dan riwayat keterlibatan pengguna secara real-time untuk memutuskan apakah akan menampilkan dari Thunder atau Phoenix Retrieval.
Evolusi Algoritma: Dari Aturan Berbasis ke Sistem Dinamis
Algoritma X telah berkembang dari aturan statis yang dikodekan secara keras menjadi sistem penilaian yang lebih fleksibel dan dinamis. Pada 2023, sistem tersebut mengutamakan posting video dan memberi penalti pada posting dengan tautan eksternal. Saat ini, sistem tersebut beralih ke penilaian yang lebih canggih, berdasarkan preferensi dan pola perilaku pengguna secara individual.
Sistem Skor Tersembunyi dan Faktor Penentu Visibilitas
Salah satu rahasia utama algoritma X adalah “Skor Reputasi” yang diberikan kepada setiap pengguna. Skor ini berkisar dari -128 hingga +100 dan secara langsung mempengaruhi seberapa luas konten Anda dilihat. Akun baru memulai dengan skor rendah dan hanya dapat meningkatkan skor serta jangkauannya melalui interaksi aktif dengan pengguna berperforma tinggi. Sebaliknya, berinteraksi dengan akun berkualitas rendah dapat berdampak negatif terhadap skor Anda.
Algoritma juga menangani fenomena “kelelahan topik”. Jika dalam waktu singkat ada beberapa posting dari penulis yang sama, peringkatnya akan secara sengaja diturunkan. Demikian pula, konten berulang tentang tema populer akan dikenai penalti, sehingga posting yang segar dan relevan mendapatkan prioritas.
Yang penting, umpan balik negatif seperti mute dan block memiliki bobot yang jauh lebih tinggi daripada reaksi positif seperti like. Tindakan ekstrem—terutama block—dapat menyebabkan penurunan visibilitas secara drastis dan memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar like dari pengikut setia.
Perbedaan Antara Akun Terverifikasi dan Tidak Terverifikasi
Akun terverifikasi (dengan tanda centang biru) mendapatkan perlakuan istimewa dalam algoritma. Konten dari akun ini lebih mudah diakses oleh Phoenix Retrieval dan berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas. Sebaliknya, akun tidak terverifikasi harus menunjukkan pertumbuhan keterlibatan yang pesat agar masuk ke dalam pool kandidat awal.
Faktor Optimalisasi Lain dan Wawasan Praktis
Waktu tinggal di halaman juga menjadi indikator penting. Bahkan jika pengguna tidak berinteraksi langsung dengan posting, durasi mereka di halaman akan dihitung sebagai poin. Selain itu, setiap tweet dievaluasi secara independen melalui mekanisme “isolasi kandidat”, sehingga kegagalan satu posting tidak mempengaruhi posting lainnya.
Algoritma secara sadar menghindari konten lama dan rekomendasi berulang, serta sangat menekankan tingkat penyelesaian video. Memahami mekanisme ini sangat penting untuk merancang strategi konten yang lebih efektif di X.
Wawasan untuk Strategi Konten Masa Depan
Wawasan yang diberikan oleh 0xTodd ini bukan sekadar pengetahuan teknis, melainkan kompas untuk memahami esensi dari pernyataan dan visibilitas di era digital. Dengan memahami prinsip kerja algoritma, pengguna dapat membuat konten yang lebih strategis dan efektif, sekaligus membantu ekosistem platform X menjadi lebih sehat dan beragam dalam berpendapat. Transparansi dan pemahaman ini adalah elemen kunci dalam membentuk masa depan media sosial.