Menurut laporan terbaru yang dirilis awal Januari lalu, firma analisis data blockchain CryptoQuant memberikan pandangan menarik tentang pergerakan harga Bitcoin. Mereka melihat kemungkinan bahwa kenaikan yang terjadi belakangan ini adalah rally dalam konteks pasar bearish—lonjakan sementara dalam tren turun yang lebih besar. Persepsi ini didasarkan pada observasi bahwa meskipun permintaan pasar menunjukkan perbaikan kecil, secara fundamental tetap dalam kondisi lemah.
Peringatan CryptoQuant tentang Rally Pasar Bearish
Dalam analisisnya, CryptoQuant mencatat bahwa Bitcoin telah mengalami peningkatan sekitar 21% sejak November. Akan tetapi, lonjakan harga ini tampak seperti rally pasar bearish—sebuah fenomena ketika harga naik tajam namun struktur pasar bearish yang mendasar tidak berubah. Direktur riset Julio Moreno menjelaskan bahwa meskipun terlihat optimis dalam jangka pendek, tren penurunan permintaan masih berlanjut dengan stabil.
Pertumbuhan Berlawanan dengan Kondisi Fundamental
Sebelum momentum naik kemarin, Bitcoin sempat jatuh sekitar 19% dan turun di bawah level rata-rata pergerakan 365 hari—parameter yang CryptoQuant anggap sebagai garis demarkasi kritis antara kondisi bull dan bear. Kegagalan Bitcoin mempertahankan level ini menjadi sinyal bahwa pasar bear masih mendominasi. Menariknya, harga telah kembali mendekati level rata-rata 365 hari tersebut (sekitar $101,000), namun masih belum mampu memecahnya dengan mantap.
Pola Sejarah 2022 Mungkin Terulang Kembali
CryptoQuant menunjukkan kesamaan mencolok antara skenario kini dengan apa yang terjadi pada 2022. Waktu itu, Bitcoin juga mengalami rebound kuat setelah jatuh di bawah moving average jangka panjang, tetapi kemudian menghadapi resistensi di area tersebut sebelum akhirnya melanjutkan penurunannya. Pola historis ini memberikan peringatan bahwa kegagalan untuk melampaui level rata-rata 365 hari sering memicu putaran penurunan baru dalam pasar bear.
Psikologi Pasar: Harapan Palsu atau Pemulihan Nyata?
Yang mengkhawatirkan adalah psikologi peserta pasar yang memungkinkan untuk berulang. Julio Moreno menulis, “Banyak pelaku pasar saat itu percaya pasar bearish sudah berakhir, siklus empat tahun sudah tidak berlaku, dan super cycle sudah tiba—perasaan yang sangat mirip dengan sentimen pasar hari ini.” Namun, berbagai indikator teknis dan fundamental masih mempertunjukkan bahwa struktur pasar bearish tetap dominan. Dengan Bitcoin kini berada di zona $84,440 (berdasarkan data terkini per 30 Januari), volatilitas jangka pendek tidak mengubah realitas teknis yang lebih besar—permintaan pasar tetap lemah dan hambatan psikologis masih menghadang.
CryptoQuant menekankan bahwa analisis mendalam terhadap indikator on-chain dan off-chain menunjukkan kita masih berada dalam fase bear market, terlepas dari optimisme sesaat yang terpancar dari gerakan harga baru-baru ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis CryptoQuant Tunjukkan Kemungkinan Rally Bitcoin Hanya Bersifat Sementara
Menurut laporan terbaru yang dirilis awal Januari lalu, firma analisis data blockchain CryptoQuant memberikan pandangan menarik tentang pergerakan harga Bitcoin. Mereka melihat kemungkinan bahwa kenaikan yang terjadi belakangan ini adalah rally dalam konteks pasar bearish—lonjakan sementara dalam tren turun yang lebih besar. Persepsi ini didasarkan pada observasi bahwa meskipun permintaan pasar menunjukkan perbaikan kecil, secara fundamental tetap dalam kondisi lemah.
Peringatan CryptoQuant tentang Rally Pasar Bearish
Dalam analisisnya, CryptoQuant mencatat bahwa Bitcoin telah mengalami peningkatan sekitar 21% sejak November. Akan tetapi, lonjakan harga ini tampak seperti rally pasar bearish—sebuah fenomena ketika harga naik tajam namun struktur pasar bearish yang mendasar tidak berubah. Direktur riset Julio Moreno menjelaskan bahwa meskipun terlihat optimis dalam jangka pendek, tren penurunan permintaan masih berlanjut dengan stabil.
Pertumbuhan Berlawanan dengan Kondisi Fundamental
Sebelum momentum naik kemarin, Bitcoin sempat jatuh sekitar 19% dan turun di bawah level rata-rata pergerakan 365 hari—parameter yang CryptoQuant anggap sebagai garis demarkasi kritis antara kondisi bull dan bear. Kegagalan Bitcoin mempertahankan level ini menjadi sinyal bahwa pasar bear masih mendominasi. Menariknya, harga telah kembali mendekati level rata-rata 365 hari tersebut (sekitar $101,000), namun masih belum mampu memecahnya dengan mantap.
Pola Sejarah 2022 Mungkin Terulang Kembali
CryptoQuant menunjukkan kesamaan mencolok antara skenario kini dengan apa yang terjadi pada 2022. Waktu itu, Bitcoin juga mengalami rebound kuat setelah jatuh di bawah moving average jangka panjang, tetapi kemudian menghadapi resistensi di area tersebut sebelum akhirnya melanjutkan penurunannya. Pola historis ini memberikan peringatan bahwa kegagalan untuk melampaui level rata-rata 365 hari sering memicu putaran penurunan baru dalam pasar bear.
Psikologi Pasar: Harapan Palsu atau Pemulihan Nyata?
Yang mengkhawatirkan adalah psikologi peserta pasar yang memungkinkan untuk berulang. Julio Moreno menulis, “Banyak pelaku pasar saat itu percaya pasar bearish sudah berakhir, siklus empat tahun sudah tidak berlaku, dan super cycle sudah tiba—perasaan yang sangat mirip dengan sentimen pasar hari ini.” Namun, berbagai indikator teknis dan fundamental masih mempertunjukkan bahwa struktur pasar bearish tetap dominan. Dengan Bitcoin kini berada di zona $84,440 (berdasarkan data terkini per 30 Januari), volatilitas jangka pendek tidak mengubah realitas teknis yang lebih besar—permintaan pasar tetap lemah dan hambatan psikologis masih menghadang.
CryptoQuant menekankan bahwa analisis mendalam terhadap indikator on-chain dan off-chain menunjukkan kita masih berada dalam fase bear market, terlepas dari optimisme sesaat yang terpancar dari gerakan harga baru-baru ini.