Dalam waktu hanya 10 hari, stablecoin senilai hingga 22,4 miliar dolar AS menghilang dari pasar kripto, sementara harga Bitcoin merosot sebesar 8%. Laporan terbaru dari platform analisis kripto Santiment mengungkapkan tren pasar ini. Stablecoin sebagai “wadah cadangan” dan “indikator likuiditas” pasar kripto, mengalami penyusutan nilai pasar yang tajam, yang secara langsung mencerminkan perubahan aliran modal.
Para analis menunjukkan bahwa arus keluar dana ini mungkin beralih ke aset safe haven tradisional seperti emas dan perak, atau langsung dikonversi ke fiat dan keluar dari pasar.
01 Pergerakan Pasar
Dalam 10 hari terakhir, pasar kripto menunjukkan sinyal yang patut diwaspadai. Menurut laporan Santiment, total nilai pasar dari 12 stablecoin terbesar berkurang sekitar 22,4 miliar dolar AS.
Perubahan ini bukanlah kejadian yang terisolasi, dan bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin sekitar 8%. Penyusutan total nilai pasar stablecoin biasanya dianggap sebagai indikator awal penting dari likuiditas internal pasar kripto.
Respon pasar cepat dan kompleks. Penerbit stablecoin Tether pada kuartal keempat 2025 menambah sekitar 27 ton emas, sehingga total cadangan emasnya mencapai skala nasional. Ketika sebagian investor memilih menukar stablecoin mereka ke dolar AS dan keluar, sebagian lain tampaknya mencari tempat perlindungan yang lebih tradisional.
02 Aliran Dana
Lalu, ke mana sebenarnya dana sebesar 22,4 miliar dolar AS yang keluar dari pasar stablecoin ini mengalir? Analisis pasar saat ini menunjukkan beberapa arah yang jelas.
Pertama, aset safe haven tradisional menjadi tujuan utama. Ketika ketidakpastian pasar meningkat, dana beralih dari aset kripto berisiko tinggi ke emas dan perak yang dianggap sebagai “pelabuhan aman”.
Tren ini sejalan dengan pencapaian harga emas yang baru-baru ini mencatat rekor tertinggi.
Kedua, sejumlah besar dana langsung keluar dari ekosistem kripto. Berbeda dengan sebelumnya yang menunggu di dalam stablecoin untuk peluang bottom fishing, kali ini lebih banyak investor memilih menukar stablecoin mereka ke fiat dan keluar sepenuhnya.
Perilaku ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin mengalami tekanan yang lebih dalam.
Ketiga, terjadi perbedaan aliran dana antar platform dan jaringan. Misalnya, meskipun total nilai pasar stablecoin menyusut, jaringan Solana pada Januari mencatat pertumbuhan pasokan stablecoin lebih dari 9 miliar dolar AS dalam 24 jam.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa modal sedang melakukan redistribusi dan pemilihan ulang di dalam pasar kripto.
03 Dampak Likuiditas
Penurunan pasokan stablecoin secara langsung memberi tekanan pada likuiditas keseluruhan pasar kripto. Menurunnya likuiditas beli berarti “amunisi” yang dibutuhkan untuk mendorong harga aset semakin berkurang.
Penurunan likuiditas ini dapat menyebabkan rebound pasar yang lebih lemah dan lebih lambat. Pengalaman historis menunjukkan bahwa pemulihan pasar kripto yang kuat biasanya dimulai dari stabilisasi nilai stablecoin, menandai masuknya dana baru dan pemulihan kepercayaan investasi.
Saat ini, permintaan pasar terhadap USDT sudah menunjukkan tanda stagnasi. Data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata 60 hari dari nilai pasar USDT telah menurun tajam dari sekitar 15 miliar dolar AS pada akhir November tahun lalu menjadi sekitar 3,3 miliar dolar AS.
Lebih mencolok lagi, Tether baru-baru ini membakar 30 miliar USDT, yang merupakan pembakaran terbesar dalam tiga tahun terakhir dan pertama sejak Mei tahun lalu. Pembakaran besar ini biasanya terjadi saat investor menukarkan USDT mereka ke dolar AS, dan diartikan oleh beberapa pengamat sebagai tanda kehati-hatian dari pelaku pasar besar di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
04 Data On-Chain
Dari data on-chain dan performa pasar secara spesifik, dampak dari pengurangan nilai pasar stablecoin ini mulai terlihat di berbagai level.
Korelasi antara stablecoin dan harga Bitcoin kembali terkonfirmasi. Dalam siklus pasar sebelumnya, pertumbuhan likuiditas yang cepat (ditandai dengan peningkatan cepat nilai pasar USDT) seringkali sejalan dengan kenaikan Bitcoin. Sebaliknya, saat pertumbuhan likuiditas melambat, Bitcoin cenderung stagnan atau bahkan mengalami tren penurunan.
Altcoin mengalami tekanan yang lebih besar dibanding Bitcoin. Ketika likuiditas pasar mengerut, dana cenderung keluar dari aset berisiko tinggi terlebih dahulu. Pola “penghindaran risiko” ini telah terbukti dalam berbagai koreksi pasar.
05 Strategi Investasi
Menghadapi penyusutan nilai pasar stablecoin dan pengurangan likuiditas, investor perlu menyesuaikan strategi untuk mengantisipasi risiko potensial.
Bagi investor jangka panjang, tetap tenang dan konsisten melakukan dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Pasar kripto memiliki karakter siklus yang signifikan, dan kesabaran selama masa penurunan seringkali menjadi kunci kemenangan jangka panjang.
Dengan metode DCA, menginvestasikan jumlah tetap secara berkala dapat membantu meratakan dampak fluktuasi pasar.
Untuk trader jangka pendek, perlu lebih memperhatikan level support dan resistance secara teknikal. Saat volatilitas meningkat, pengaturan stop-loss menjadi alat penting dalam manajemen risiko. Trader dapat mempertimbangkan membangun posisi secara bertahap di support utama dan mengambil keuntungan di resistance.
Manajemen risiko harus menjadi prioritas utama. Pastikan hanya menginvestasikan dana yang mampu Anda tanggung kerugiannya, dan hindari mengikuti emosi pasar yang mendorong beli saat harga tinggi dan jual saat harga rendah. Diversifikasi risiko ke beberapa aset yang kurang berkorelasi juga merupakan cara efektif untuk mengurangi volatilitas portofolio secara keseluruhan.
Dalam masa volatilitas pasar, token yang memiliki aplikasi nyata dan mekanisme deflasi, seperti GateToken (GT), mungkin menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Sebagai token dasar dari platform Gate dan ekosistemnya, GT tidak hanya digunakan untuk membayar biaya transaksi dan mendapatkan manfaat VIP, tetapi juga melalui mekanisme buyback dan pembakaran secara berkala untuk mengurangi suplai.
06 Pandangan Industri
Meskipun dalam jangka pendek nilai pasar stablecoin menyusut dan memberi tekanan, dari sudut pandang jangka panjang, stablecoin tetap merupakan infrastruktur penting dalam ekosistem kripto. Investor berpengalaman Dan Tapiero berpendapat bahwa adopsi stablecoin adalah salah satu peluang terbesar di bidang kripto hingga 2026.
Seiring perusahaan tradisional mulai mengintegrasikan jaringan pembayaran berbasis blockchain, volume transaksi stablecoin diperkirakan akan meningkat dari 19,7 triliun dolar AS pada 2024 menjadi 33 triliun dolar AS pada 2025. Tren pertumbuhan ini tidak berubah meskipun terjadi fluktuasi nilai pasar jangka pendek.
Sementara itu, institusi keuangan utama terus menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset kripto. Misalnya, Morgan Stanley telah mengajukan permohonan awal untuk tiga produk ETF kripto, termasuk Morgan Stanley Solana Trust, menandai pengakuan institusional terhadap jaringan kripto penting seperti Solana.
Penurunan nilai pasar stablecoin dalam jangka pendek mungkin membuka jendela penting untuk memahami siklus pasar dan aliran dana.
Bagi platform perdagangan seperti Gate yang menawarkan layanan dan produk beragam, volatilitas pasar adalah tantangan sekaligus peluang. Dengan menyediakan lingkungan perdagangan yang stabil dan aman, serta token ekosistem seperti GT yang memiliki nilai aplikasi nyata, platform dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna selama siklus pasar.
Per 27 Januari, harga GT sekitar $9,85, dan nilai pasarnya tetap sekitar 1,13 miliar dolar AS. Mekanisme deflasi dan pengembangan ekosistem yang terus berkelanjutan membuatnya tetap resilient di tengah volatilitas pasar.
Pandangan Masa Depan
Harga emas menembus di atas 5.000 dolar per ons, sementara Tether menambah cadangan emas sekitar 27 ton di kuartal keempat. Dalam dunia yang semakin kabur antara keuangan tradisional dan digital ini, hilangnya stablecoin senilai 22,4 miliar dolar mungkin hanyalah babak sementara dalam alokasi modal global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nilai pasar stablecoin turun drastis sebesar 2,24 miliar dolar AS: apakah ini peringatan pasar, atau sinyal untuk membeli di bawah?
Dalam waktu hanya 10 hari, stablecoin senilai hingga 22,4 miliar dolar AS menghilang dari pasar kripto, sementara harga Bitcoin merosot sebesar 8%. Laporan terbaru dari platform analisis kripto Santiment mengungkapkan tren pasar ini. Stablecoin sebagai “wadah cadangan” dan “indikator likuiditas” pasar kripto, mengalami penyusutan nilai pasar yang tajam, yang secara langsung mencerminkan perubahan aliran modal.
Para analis menunjukkan bahwa arus keluar dana ini mungkin beralih ke aset safe haven tradisional seperti emas dan perak, atau langsung dikonversi ke fiat dan keluar dari pasar.
01 Pergerakan Pasar
Dalam 10 hari terakhir, pasar kripto menunjukkan sinyal yang patut diwaspadai. Menurut laporan Santiment, total nilai pasar dari 12 stablecoin terbesar berkurang sekitar 22,4 miliar dolar AS.
Perubahan ini bukanlah kejadian yang terisolasi, dan bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin sekitar 8%. Penyusutan total nilai pasar stablecoin biasanya dianggap sebagai indikator awal penting dari likuiditas internal pasar kripto.
Respon pasar cepat dan kompleks. Penerbit stablecoin Tether pada kuartal keempat 2025 menambah sekitar 27 ton emas, sehingga total cadangan emasnya mencapai skala nasional. Ketika sebagian investor memilih menukar stablecoin mereka ke dolar AS dan keluar, sebagian lain tampaknya mencari tempat perlindungan yang lebih tradisional.
02 Aliran Dana
Lalu, ke mana sebenarnya dana sebesar 22,4 miliar dolar AS yang keluar dari pasar stablecoin ini mengalir? Analisis pasar saat ini menunjukkan beberapa arah yang jelas.
Pertama, aset safe haven tradisional menjadi tujuan utama. Ketika ketidakpastian pasar meningkat, dana beralih dari aset kripto berisiko tinggi ke emas dan perak yang dianggap sebagai “pelabuhan aman”.
Tren ini sejalan dengan pencapaian harga emas yang baru-baru ini mencatat rekor tertinggi.
Kedua, sejumlah besar dana langsung keluar dari ekosistem kripto. Berbeda dengan sebelumnya yang menunggu di dalam stablecoin untuk peluang bottom fishing, kali ini lebih banyak investor memilih menukar stablecoin mereka ke fiat dan keluar sepenuhnya.
Perilaku ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin mengalami tekanan yang lebih dalam.
Ketiga, terjadi perbedaan aliran dana antar platform dan jaringan. Misalnya, meskipun total nilai pasar stablecoin menyusut, jaringan Solana pada Januari mencatat pertumbuhan pasokan stablecoin lebih dari 9 miliar dolar AS dalam 24 jam.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa modal sedang melakukan redistribusi dan pemilihan ulang di dalam pasar kripto.
03 Dampak Likuiditas
Penurunan pasokan stablecoin secara langsung memberi tekanan pada likuiditas keseluruhan pasar kripto. Menurunnya likuiditas beli berarti “amunisi” yang dibutuhkan untuk mendorong harga aset semakin berkurang.
Penurunan likuiditas ini dapat menyebabkan rebound pasar yang lebih lemah dan lebih lambat. Pengalaman historis menunjukkan bahwa pemulihan pasar kripto yang kuat biasanya dimulai dari stabilisasi nilai stablecoin, menandai masuknya dana baru dan pemulihan kepercayaan investasi.
Saat ini, permintaan pasar terhadap USDT sudah menunjukkan tanda stagnasi. Data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata 60 hari dari nilai pasar USDT telah menurun tajam dari sekitar 15 miliar dolar AS pada akhir November tahun lalu menjadi sekitar 3,3 miliar dolar AS.
Lebih mencolok lagi, Tether baru-baru ini membakar 30 miliar USDT, yang merupakan pembakaran terbesar dalam tiga tahun terakhir dan pertama sejak Mei tahun lalu. Pembakaran besar ini biasanya terjadi saat investor menukarkan USDT mereka ke dolar AS, dan diartikan oleh beberapa pengamat sebagai tanda kehati-hatian dari pelaku pasar besar di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan ketegangan geopolitik yang meningkat.
04 Data On-Chain
Dari data on-chain dan performa pasar secara spesifik, dampak dari pengurangan nilai pasar stablecoin ini mulai terlihat di berbagai level.
Korelasi antara stablecoin dan harga Bitcoin kembali terkonfirmasi. Dalam siklus pasar sebelumnya, pertumbuhan likuiditas yang cepat (ditandai dengan peningkatan cepat nilai pasar USDT) seringkali sejalan dengan kenaikan Bitcoin. Sebaliknya, saat pertumbuhan likuiditas melambat, Bitcoin cenderung stagnan atau bahkan mengalami tren penurunan.
Altcoin mengalami tekanan yang lebih besar dibanding Bitcoin. Ketika likuiditas pasar mengerut, dana cenderung keluar dari aset berisiko tinggi terlebih dahulu. Pola “penghindaran risiko” ini telah terbukti dalam berbagai koreksi pasar.
05 Strategi Investasi
Menghadapi penyusutan nilai pasar stablecoin dan pengurangan likuiditas, investor perlu menyesuaikan strategi untuk mengantisipasi risiko potensial.
Bagi investor jangka panjang, tetap tenang dan konsisten melakukan dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Pasar kripto memiliki karakter siklus yang signifikan, dan kesabaran selama masa penurunan seringkali menjadi kunci kemenangan jangka panjang.
Dengan metode DCA, menginvestasikan jumlah tetap secara berkala dapat membantu meratakan dampak fluktuasi pasar.
Untuk trader jangka pendek, perlu lebih memperhatikan level support dan resistance secara teknikal. Saat volatilitas meningkat, pengaturan stop-loss menjadi alat penting dalam manajemen risiko. Trader dapat mempertimbangkan membangun posisi secara bertahap di support utama dan mengambil keuntungan di resistance.
Manajemen risiko harus menjadi prioritas utama. Pastikan hanya menginvestasikan dana yang mampu Anda tanggung kerugiannya, dan hindari mengikuti emosi pasar yang mendorong beli saat harga tinggi dan jual saat harga rendah. Diversifikasi risiko ke beberapa aset yang kurang berkorelasi juga merupakan cara efektif untuk mengurangi volatilitas portofolio secara keseluruhan.
Dalam masa volatilitas pasar, token yang memiliki aplikasi nyata dan mekanisme deflasi, seperti GateToken (GT), mungkin menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Sebagai token dasar dari platform Gate dan ekosistemnya, GT tidak hanya digunakan untuk membayar biaya transaksi dan mendapatkan manfaat VIP, tetapi juga melalui mekanisme buyback dan pembakaran secara berkala untuk mengurangi suplai.
06 Pandangan Industri
Meskipun dalam jangka pendek nilai pasar stablecoin menyusut dan memberi tekanan, dari sudut pandang jangka panjang, stablecoin tetap merupakan infrastruktur penting dalam ekosistem kripto. Investor berpengalaman Dan Tapiero berpendapat bahwa adopsi stablecoin adalah salah satu peluang terbesar di bidang kripto hingga 2026.
Seiring perusahaan tradisional mulai mengintegrasikan jaringan pembayaran berbasis blockchain, volume transaksi stablecoin diperkirakan akan meningkat dari 19,7 triliun dolar AS pada 2024 menjadi 33 triliun dolar AS pada 2025. Tren pertumbuhan ini tidak berubah meskipun terjadi fluktuasi nilai pasar jangka pendek.
Sementara itu, institusi keuangan utama terus menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset kripto. Misalnya, Morgan Stanley telah mengajukan permohonan awal untuk tiga produk ETF kripto, termasuk Morgan Stanley Solana Trust, menandai pengakuan institusional terhadap jaringan kripto penting seperti Solana.
Penurunan nilai pasar stablecoin dalam jangka pendek mungkin membuka jendela penting untuk memahami siklus pasar dan aliran dana.
Bagi platform perdagangan seperti Gate yang menawarkan layanan dan produk beragam, volatilitas pasar adalah tantangan sekaligus peluang. Dengan menyediakan lingkungan perdagangan yang stabil dan aman, serta token ekosistem seperti GT yang memiliki nilai aplikasi nyata, platform dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna selama siklus pasar.
Per 27 Januari, harga GT sekitar $9,85, dan nilai pasarnya tetap sekitar 1,13 miliar dolar AS. Mekanisme deflasi dan pengembangan ekosistem yang terus berkelanjutan membuatnya tetap resilient di tengah volatilitas pasar.
Pandangan Masa Depan
Harga emas menembus di atas 5.000 dolar per ons, sementara Tether menambah cadangan emas sekitar 27 ton di kuartal keempat. Dalam dunia yang semakin kabur antara keuangan tradisional dan digital ini, hilangnya stablecoin senilai 22,4 miliar dolar mungkin hanyalah babak sementara dalam alokasi modal global.