Harga emas internasional sedang mengalami siklus kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari menembus $4.000 hingga mencapai di atas $5.100 hanya dalam waktu lebih dari 3 bulan. Bull market logam mulia ini, yang didorong bersama oleh “de-dolarisasi”, tren pembelian emas oleh bank sentral global, dan risiko geopolitik, tidak hanya mempengaruhi pasar keuangan tradisional, tetapi juga membawa peluang dan tantangan baru di bidang aset kripto.
Bagi para trader di platform Gate, memahami dinamika di balik grafik harga emas mungkin dapat membantu dalam mengidentifikasi lebih banyak peluang dalam diversifikasi portofolio aset.
01 Terobosan Sejarah
Pada 26 Januari 2026, pasar keuangan global menyaksikan momen bersejarah—harga emas spot London secara berurutan menembus dua level penting di atas $5.000 dan $5.100, dengan tertinggi mencapai $5.110,25/ons.
Terobosan ini bukanlah kebetulan. Melihat kembali jejak kenaikan emas, tren percepatannya sangat mencolok: dari $1.000/ons pada 2008 hingga $2.000/ons pada 2020, membutuhkan waktu 12 tahun; dari $2.000 ke $3.000 pada Maret 2025, selama 5 tahun; dan dari $3.000 ke $4.000 pada Oktober 2025, hanya sekitar setengah tahun.
Kenaikan harga logam mulia ini telah meluas dari emas ke perak. Harga perak spot London juga mencapai level tertinggi di atas $109,35/ons, dengan kenaikan lebih dari 40% sejak awal 2026.
02 Tiga Penggerak Utama
Kekuatan yang mendorong kenaikan harga emas berasal dari tiga aspek inti, membentuk efek resonansi yang kuat.
Kebangkitan kembali konflik perdagangan menjadi faktor pertama. Pada 17 Januari, mantan Presiden AS Trump menyatakan kemungkinan mengenakan tarif impor terhadap beberapa negara Eropa, meskipun kemudian mengklaim penangguhan, tetapi peningkatan tajam dalam probabilitas gesekan perdagangan meningkatkan ketidakpastian pasar.
Pembelian emas oleh bank sentral global menjadi penopang kedua yang penting. Baru-baru ini, Bank Sentral Polandia menyetujui rencana pembelian hingga 150 ton emas, yang berpotensi meningkatkan total cadangan emas negara tersebut menjadi 700 ton. Tren ini tidak terbatas di Polandia—bank sentral kita sendiri telah menambah cadangan emas selama 14 bulan berturut-turut, dengan peningkatan sebesar 860.000 ons emas pada 2025.
Risiko geopolitik yang meningkat memberikan premi risiko bagi logam mulia. Operasi militer AS terhadap Venezuela, ancaman terhadap Iran, dan klaim kedaulatan atas Greenland semuanya memperburuk ketegangan geopolitik global.
03 Divergensi Pandangan Institusi
Menghadapi terobosan sejarah harga emas, institusi keuangan memberikan analisis dan prediksi yang berbeda tentang tren masa depan.
Goldman Sachs mengeluarkan sinyal bullish yang kuat, dalam laporan terbaru mereka menyesuaikan target harga emas akhir 2026 dari $4.900/ons menjadi $5.400/ons. Mereka memperkirakan tren pembelian emas oleh bank sentral akan berlanjut, dengan volume pembelian bulanan tetap tinggi di sekitar 60 ton.
Dongwu Futures berpendapat bahwa, didorong oleh de-dolarisasi, risiko geopolitik, dan pembelian emas oleh bank sentral global, harga emas masih memiliki potensi kenaikan. UBS menyatakan bahwa kebutuhan diversifikasi portofolio adalah kekuatan pendorong utama kenaikan harga emas saat ini.
Senior Vice President dari Departemen Riset dan Pengembangan Jin Cheng di Orient Financial Research memprediksi bahwa sebelum Tahun Baru Imlek, harga emas internasional diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran $4.800 hingga $5.200/ons.
04 Reaksi Pasar Berantai
Terobosan sejarah harga emas ini dengan cepat memicu serangkaian reaksi berantai di pasar terkait.
Di pasar domestik, merek-merek utama seperti Chow Tai Fook, Chow Sang Sang, Lao Feng Xiang, dan lainnya, secara umum menaikkan harga per gram emas murni menjadi sekitar 1.570 hingga 1.580 yuan RMB. Karena kenaikan harga emas yang terlalu cepat, banyak perhiasan emas dengan harga tetap bahkan tidak sempat diubah, sehingga muncul fenomena “inversi harga emas”.
Sektor logam mulia di pasar A-share mengalami lonjakan besar. Pada 26 Januari, harga emas toko lama naik lebih dari 11%, Chifeng Gold naik lebih dari 7%, dan kenaikan di Zhubeng Gold, Lingbao Gold, China Gold International dan lainnya juga melebihi 5%.
Dalam hal cadangan emas akun, harga transaksi emas yang disimpan di bank juga meningkat secara bersamaan, dengan beberapa bank melampaui harga 1.140 yuan/gram. Deretan reaksi pasar ini menunjukkan pengaruh luas dari kenaikan harga emas.
05 Peluang Emas di Dunia Kripto
Performa kuat pasar emas berinteraksi menarik dengan bidang aset kripto. Trader kripto dan investor logam mulia cenderung memiliki preferensi risiko yang serupa dan kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi, keduanya sangat memperhatikan faktor makroekonomi dan risiko geopolitik.
Di platform Gate, investor dapat berpartisipasi dalam peluang terkait emas melalui berbagai cara. Di pasar spot, perdagangan aset terkait emas sangat aktif, menyediakan jalur langsung bagi trader untuk mengikuti tren ini.
Narasi “emas digital” dalam dunia cryptocurrency dan sifat safe haven dari emas fisik membentuk resonansi yang menarik. Seiring semakin kaburnya batas antara keuangan tradisional dan keuangan kripto, korelasi antara emas dan aset kripto menjadi dimensi baru yang menarik perhatian investor.
06 Prospek Pasar dan Risiko
Melihat ke depan, tren pasar emas akan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dongwu Futures menekankan pentingnya memperhatikan proses tarif AS-Eropa, kandidat Ketua Federal Reserve, serta situasi di Timur Tengah dan Greenland.
Xia Yingying, kepala tim riset logam mulia dan energi baru di Nanhua Futures, memperkirakan bahwa harga emas tahun 2026 mungkin akan menantang level $6.000/ons. Ia berpendapat bahwa dalam tahun pemilihan umum tengah AS, ketidakpastian geopolitik mungkin akan muncul berulang kali.
Chicago Mercantile Exchange (CME) baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk menurunkan suhu pasar emas berjangka, dengan menaikkan margin sejumlah kontrak. Langkah ini menekan semangat spekulasi pasar dan mengurangi efisiensi penggunaan dana, tetapi belum mengubah tren kenaikan harga emas yang terus berlanjut.
Prospek Masa Depan
Ketika harga emas menembus $5.100, sebuah toko penjualan emas di Shanghai penuh dengan lebih dari 30 pelanggan yang menunggu, dan sistem kutipan harga real-time di toko tersebut terus memperbarui harga logam mulia seperti emas, perak, dan platinum.
Suasana ramai di toko emas tradisional dan aktivitas aktif di bursa kripto menciptakan kontras yang menarik. Baik investor konservatif yang menaruh dana di emas fisik maupun pengguna pionir yang bertransaksi aset kripto di platform Gate, semuanya sedang menjalani cara mereka sendiri dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Setiap garis K di grafik harga emas tidak hanya mencerminkan perubahan geopolitik dan kebijakan moneter, tetapi juga menggambarkan pemikiran ulang investor global terhadap cara penyimpanan nilai.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga emas internasional menembus 5.100 dolar, bagaimana trader kripto harus memanfaatkan pasar bullish emas?
Harga emas internasional sedang mengalami siklus kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari menembus $4.000 hingga mencapai di atas $5.100 hanya dalam waktu lebih dari 3 bulan. Bull market logam mulia ini, yang didorong bersama oleh “de-dolarisasi”, tren pembelian emas oleh bank sentral global, dan risiko geopolitik, tidak hanya mempengaruhi pasar keuangan tradisional, tetapi juga membawa peluang dan tantangan baru di bidang aset kripto.
Bagi para trader di platform Gate, memahami dinamika di balik grafik harga emas mungkin dapat membantu dalam mengidentifikasi lebih banyak peluang dalam diversifikasi portofolio aset.
01 Terobosan Sejarah
Pada 26 Januari 2026, pasar keuangan global menyaksikan momen bersejarah—harga emas spot London secara berurutan menembus dua level penting di atas $5.000 dan $5.100, dengan tertinggi mencapai $5.110,25/ons.
Terobosan ini bukanlah kebetulan. Melihat kembali jejak kenaikan emas, tren percepatannya sangat mencolok: dari $1.000/ons pada 2008 hingga $2.000/ons pada 2020, membutuhkan waktu 12 tahun; dari $2.000 ke $3.000 pada Maret 2025, selama 5 tahun; dan dari $3.000 ke $4.000 pada Oktober 2025, hanya sekitar setengah tahun.
Kenaikan harga logam mulia ini telah meluas dari emas ke perak. Harga perak spot London juga mencapai level tertinggi di atas $109,35/ons, dengan kenaikan lebih dari 40% sejak awal 2026.
02 Tiga Penggerak Utama
Kekuatan yang mendorong kenaikan harga emas berasal dari tiga aspek inti, membentuk efek resonansi yang kuat.
Kebangkitan kembali konflik perdagangan menjadi faktor pertama. Pada 17 Januari, mantan Presiden AS Trump menyatakan kemungkinan mengenakan tarif impor terhadap beberapa negara Eropa, meskipun kemudian mengklaim penangguhan, tetapi peningkatan tajam dalam probabilitas gesekan perdagangan meningkatkan ketidakpastian pasar.
Pembelian emas oleh bank sentral global menjadi penopang kedua yang penting. Baru-baru ini, Bank Sentral Polandia menyetujui rencana pembelian hingga 150 ton emas, yang berpotensi meningkatkan total cadangan emas negara tersebut menjadi 700 ton. Tren ini tidak terbatas di Polandia—bank sentral kita sendiri telah menambah cadangan emas selama 14 bulan berturut-turut, dengan peningkatan sebesar 860.000 ons emas pada 2025.
Risiko geopolitik yang meningkat memberikan premi risiko bagi logam mulia. Operasi militer AS terhadap Venezuela, ancaman terhadap Iran, dan klaim kedaulatan atas Greenland semuanya memperburuk ketegangan geopolitik global.
03 Divergensi Pandangan Institusi
Menghadapi terobosan sejarah harga emas, institusi keuangan memberikan analisis dan prediksi yang berbeda tentang tren masa depan.
Goldman Sachs mengeluarkan sinyal bullish yang kuat, dalam laporan terbaru mereka menyesuaikan target harga emas akhir 2026 dari $4.900/ons menjadi $5.400/ons. Mereka memperkirakan tren pembelian emas oleh bank sentral akan berlanjut, dengan volume pembelian bulanan tetap tinggi di sekitar 60 ton.
Dongwu Futures berpendapat bahwa, didorong oleh de-dolarisasi, risiko geopolitik, dan pembelian emas oleh bank sentral global, harga emas masih memiliki potensi kenaikan. UBS menyatakan bahwa kebutuhan diversifikasi portofolio adalah kekuatan pendorong utama kenaikan harga emas saat ini.
Senior Vice President dari Departemen Riset dan Pengembangan Jin Cheng di Orient Financial Research memprediksi bahwa sebelum Tahun Baru Imlek, harga emas internasional diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran $4.800 hingga $5.200/ons.
04 Reaksi Pasar Berantai
Terobosan sejarah harga emas ini dengan cepat memicu serangkaian reaksi berantai di pasar terkait.
Di pasar domestik, merek-merek utama seperti Chow Tai Fook, Chow Sang Sang, Lao Feng Xiang, dan lainnya, secara umum menaikkan harga per gram emas murni menjadi sekitar 1.570 hingga 1.580 yuan RMB. Karena kenaikan harga emas yang terlalu cepat, banyak perhiasan emas dengan harga tetap bahkan tidak sempat diubah, sehingga muncul fenomena “inversi harga emas”.
Sektor logam mulia di pasar A-share mengalami lonjakan besar. Pada 26 Januari, harga emas toko lama naik lebih dari 11%, Chifeng Gold naik lebih dari 7%, dan kenaikan di Zhubeng Gold, Lingbao Gold, China Gold International dan lainnya juga melebihi 5%.
Dalam hal cadangan emas akun, harga transaksi emas yang disimpan di bank juga meningkat secara bersamaan, dengan beberapa bank melampaui harga 1.140 yuan/gram. Deretan reaksi pasar ini menunjukkan pengaruh luas dari kenaikan harga emas.
05 Peluang Emas di Dunia Kripto
Performa kuat pasar emas berinteraksi menarik dengan bidang aset kripto. Trader kripto dan investor logam mulia cenderung memiliki preferensi risiko yang serupa dan kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi, keduanya sangat memperhatikan faktor makroekonomi dan risiko geopolitik.
Di platform Gate, investor dapat berpartisipasi dalam peluang terkait emas melalui berbagai cara. Di pasar spot, perdagangan aset terkait emas sangat aktif, menyediakan jalur langsung bagi trader untuk mengikuti tren ini.
Narasi “emas digital” dalam dunia cryptocurrency dan sifat safe haven dari emas fisik membentuk resonansi yang menarik. Seiring semakin kaburnya batas antara keuangan tradisional dan keuangan kripto, korelasi antara emas dan aset kripto menjadi dimensi baru yang menarik perhatian investor.
06 Prospek Pasar dan Risiko
Melihat ke depan, tren pasar emas akan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dongwu Futures menekankan pentingnya memperhatikan proses tarif AS-Eropa, kandidat Ketua Federal Reserve, serta situasi di Timur Tengah dan Greenland.
Xia Yingying, kepala tim riset logam mulia dan energi baru di Nanhua Futures, memperkirakan bahwa harga emas tahun 2026 mungkin akan menantang level $6.000/ons. Ia berpendapat bahwa dalam tahun pemilihan umum tengah AS, ketidakpastian geopolitik mungkin akan muncul berulang kali.
Chicago Mercantile Exchange (CME) baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk menurunkan suhu pasar emas berjangka, dengan menaikkan margin sejumlah kontrak. Langkah ini menekan semangat spekulasi pasar dan mengurangi efisiensi penggunaan dana, tetapi belum mengubah tren kenaikan harga emas yang terus berlanjut.
Prospek Masa Depan
Ketika harga emas menembus $5.100, sebuah toko penjualan emas di Shanghai penuh dengan lebih dari 30 pelanggan yang menunggu, dan sistem kutipan harga real-time di toko tersebut terus memperbarui harga logam mulia seperti emas, perak, dan platinum.
Suasana ramai di toko emas tradisional dan aktivitas aktif di bursa kripto menciptakan kontras yang menarik. Baik investor konservatif yang menaruh dana di emas fisik maupun pengguna pionir yang bertransaksi aset kripto di platform Gate, semuanya sedang menjalani cara mereka sendiri dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Setiap garis K di grafik harga emas tidak hanya mencerminkan perubahan geopolitik dan kebijakan moneter, tetapi juga menggambarkan pemikiran ulang investor global terhadap cara penyimpanan nilai.