Pernah bertanya-tanya mengapa orang Amerika terus menghabiskan uang meskipun mereka terus mengeluh tentang betapa mahalnya semuanya? Ternyata ada pola nyata di sini. Sementara keluhan inflasi membanjiri media sosial dan survei menunjukkan kekhawatiran yang meningkat tentang biaya hidup, pola pengeluaran konsumen menunjukkan cerita yang berbeda—dompet tetap terbuka. Kontradiksi antara apa yang dikatakan orang dan apa yang mereka lakukan dengan uang mereka mengungkapkan sesuatu yang menarik tentang psikologi konsumen modern. Perilaku pengeluaran ini, bahkan di tengah kekhawatiran tentang keterjangkauan, memiliki implikasi nyata terhadap dinamika inflasi dan tren pasar. Apakah itu didorong oleh ketersediaan kredit, pertumbuhan upah di sektor tertentu, atau sekadar kebiasaan, fenomena ini terus membuat ekonom berdebat tentang apa arti sinyal campuran ini bagi trajektori ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
StablecoinAnxiety
· 5jam yang lalu
Singkatnya, mereka cuma ngomong miskin, tapi dompet di tangan jauh lebih jujur, trik ini sudah dipakai selama puluhan tahun.
Lihat AsliBalas0
BridgeTrustFund
· 7jam yang lalu
Mengatakan miskin di mulut, tapi mengeluarkan uang di tangan, bukankah ini adalah penyakit umum manusia modern... Hutang menumpuk setinggi gunung tetap harus terus membeli
Lihat AsliBalas0
MetaDreamer
· 7jam yang lalu
ngl ini adalah contoh klasik dari omongan tidak punya uang tapi tetap membeli... utang kartu kredit benar-benar menjadi penolong hidup orang Amerika
Lihat AsliBalas0
BTCRetirementFund
· 7jam yang lalu
Benar sekali, mulut mengaku miskin tapi tangan tetap mengeluarkan uang, inilah kenyataan
Lihat AsliBalas0
PoolJumper
· 7jam yang lalu
Berteriak miskin di mulut, tetapi dompet di tangan lebih jujur daripada siapa pun... Inilah manusia modern.
Pernah bertanya-tanya mengapa orang Amerika terus menghabiskan uang meskipun mereka terus mengeluh tentang betapa mahalnya semuanya? Ternyata ada pola nyata di sini. Sementara keluhan inflasi membanjiri media sosial dan survei menunjukkan kekhawatiran yang meningkat tentang biaya hidup, pola pengeluaran konsumen menunjukkan cerita yang berbeda—dompet tetap terbuka. Kontradiksi antara apa yang dikatakan orang dan apa yang mereka lakukan dengan uang mereka mengungkapkan sesuatu yang menarik tentang psikologi konsumen modern. Perilaku pengeluaran ini, bahkan di tengah kekhawatiran tentang keterjangkauan, memiliki implikasi nyata terhadap dinamika inflasi dan tren pasar. Apakah itu didorong oleh ketersediaan kredit, pertumbuhan upah di sektor tertentu, atau sekadar kebiasaan, fenomena ini terus membuat ekonom berdebat tentang apa arti sinyal campuran ini bagi trajektori ekonomi.