Selama bertahun-tahun, satu pikiran telah hidup di dalam diriku seperti batu di dasar sungai—diam, berat, tak tergoyahkan. Sepanjang perjalanan tumbuh dewasa, itu menjadi pelindung sekaligus benderaku: melindungiku saat aku sendiri, dan mengingatkanku siapa aku saat aku berdiri tegak.



Sebagai anak kecil, aku pernah memberi tahu semua orang bahwa kupu-kupu bersayap perak tinggal di aliran di belakang rumah kami. Orang dewasa tertawa lembut dan berkata itu hanya sinar matahari yang menipu mataku. Aku tidak berargumen. Esok sore, aku pergi ke sana sendiri. Aku menunggu di dekat batu basah sampai langit mulai gelap. Dan kemudian—satu hinggap di jariku. Sayapnya bersinar seperti bintang yang tersebar. Dalam momen itu, aku belajar sesuatu yang penting: beberapa kebenaran tidak dimaksudkan untuk dijelaskan, hanya dialami.

Di sekolah menengah, aku jatuh cinta pada puisi. Kata-kataku tidak cocok di dalam baris yang rapi atau makna yang sederhana. Suatu hari, teman meja belajarku melihat buku catatanku dan tertawa, “Kau menyebut ini puisi?” Aku menutup buku itu dan tidak pernah menunjukkannya lagi. Tapi setiap malam, di bawah lampu meja yang remang-remang, aku terus menulis ulang baris-baris itu—diam-diam, dengan sabar—seperti menanam benih tak terlihat di dalam gelap. Bertahun-tahun kemudian, saat namaku muncul di sebuah majalah, orang-orang yang pernah mengejekku sudah lupa. Tapi aku tidak. Aku ingat anak laki-laki yang membangun dunianya sendiri saat tidak ada yang percaya.

Ketika aku memasuki dunia kerja, aku mengusulkan sebuah ide berani lintas disiplin. Ruangan menjadi hening. Kemudian bosku berkata, “Terlalu tidak realistis. Pasar menginginkan keamanan.” Aku tersenyum dan mengangguk—tapi di malam hari, aku bekerja pada ide yang sama. Pada pukul 3 pagi, dengan kopi dingin di sampingku dan cahaya layar yang menerangi ruangan, aku terus melangkah. Enam bulan kemudian, seorang klien menunjuk proposalku dan bertanya, “Dari mana asalnya ini?” Aku menjawab, “Itu datang begitu saja ke aku.” Tapi aku tahu kebenarannya—itu berasal dari semua malam yang diam itu.

Bahkan hari ini, aku masih berjalan sendiri. Saat orang lain mengejar tren, aku menjelajahi cerita yang terlupakan. Saat dunia berteriak, aku menumbuhkan pikiran yang tenang. Di saat semua orang terburu-buru memilih pihak, aku memilih untuk berhenti sejenak. Apakah itu kesepian? Ya. Tapi dalam ketidakpahaman itulah akar terdalamku tumbuh.

Keraguan umum terjadi di dunia ini. Tapi memilih berjalan sendiri adalah memilih untuk tetap jujur pada diri sendiri. Dan kapan pun kebisingan menjadi terlalu keras, aku ingat: anak kecil di tepi sungai, remaja di bawah lampu, pekerja pukul 3 pagi. Mereka mengingatkanku bahwa beberapa jalan harus dilalui dalam keheningan—agar kau bisa mendengar langkahmu sendiri dengan jelas.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukanlah dilihat oleh orang lain, tetapi menjadi cahaya sendiri di dalam gelap.

#加密市场回调 #Gate广场创作者新春激励
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Discoveryvip
· 11jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
方羡vip
· 11jam yang lalu
Duduklah dengan nyaman dan pegang dengan baik, kita akan segera lepas landas 🛫
Lihat AsliBalas0
方羡vip
· 11jam yang lalu
Pengemudi berpengalaman, bimbing aku 📈
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)