Hasil Treasury AS meningkat seiring penguatan dolar menuju jendela penting untuk keputusan kebijakan moneter. Indeks dolar melonjak ke 99.091, menandai level tertinggi dalam empat minggu dan menguat 0.1%, menandakan kekuatan baru dolar AS saat para trader bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama.
Fadi Al Kurdi dari FFA Kings menekankan bahwa data ketenagakerjaan non-pertanian bulan Desember merupakan momen penting dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter 2026. Setiap deviasi material dari angka perkiraan dapat memicu fluktuasi signifikan di pasar mata uang dan pasar obligasi tetap, menjadikan rilis ini titik balik utama bagi investor yang memantau jalur suku bunga.
Selain data ketenagakerjaan, peserta pasar secara ketat mengamati kemungkinan putusan Mahkamah Agung AS tentang apakah Presiden Donald Trump dapat menggunakan International Emergency Economic Powers Act untuk memberlakukan tarif tanpa memerlukan persetujuan kongres. Ketidakpastian geopolitik ini menambah lapisan kompleksitas lain pada lingkungan makro yang sudah volatil, dengan implikasi yang meluas ke berbagai kelas aset.
Konvergensi dari momentum dolar yang kuat, kenaikan hasil Treasury, dan keputusan kebijakan yang tertunda telah menciptakan sensitivitas pasar yang meningkat. Para trader bersikap defensif, mengantisipasi bahwa setiap angka ketenagakerjaan yang mengejutkan atau pengumuman terkait tarif dapat merubah valuasi mata uang dan dinamika pasar obligasi dalam waktu dekat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indeks Dolar Capai Puncak Empat Minggu Saat Imbal Hasil Surat Utang AS Naik Menjelang Laporan Ketenagakerjaan Penting
Hasil Treasury AS meningkat seiring penguatan dolar menuju jendela penting untuk keputusan kebijakan moneter. Indeks dolar melonjak ke 99.091, menandai level tertinggi dalam empat minggu dan menguat 0.1%, menandakan kekuatan baru dolar AS saat para trader bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama.
Fadi Al Kurdi dari FFA Kings menekankan bahwa data ketenagakerjaan non-pertanian bulan Desember merupakan momen penting dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter 2026. Setiap deviasi material dari angka perkiraan dapat memicu fluktuasi signifikan di pasar mata uang dan pasar obligasi tetap, menjadikan rilis ini titik balik utama bagi investor yang memantau jalur suku bunga.
Selain data ketenagakerjaan, peserta pasar secara ketat mengamati kemungkinan putusan Mahkamah Agung AS tentang apakah Presiden Donald Trump dapat menggunakan International Emergency Economic Powers Act untuk memberlakukan tarif tanpa memerlukan persetujuan kongres. Ketidakpastian geopolitik ini menambah lapisan kompleksitas lain pada lingkungan makro yang sudah volatil, dengan implikasi yang meluas ke berbagai kelas aset.
Konvergensi dari momentum dolar yang kuat, kenaikan hasil Treasury, dan keputusan kebijakan yang tertunda telah menciptakan sensitivitas pasar yang meningkat. Para trader bersikap defensif, mengantisipasi bahwa setiap angka ketenagakerjaan yang mengejutkan atau pengumuman terkait tarif dapat merubah valuasi mata uang dan dinamika pasar obligasi dalam waktu dekat.