Pikirkan dengan seksama, distribusi token awal dari proyek baru kemungkinan besar memang dikendalikan oleh tim atau pihak inti yang terlibat. Kalau tidak, bagaimana mungkin token tersebut langsung diambil dalam hitungan detik setelah pasar dibuka? Secara logika, hampir tidak ada penjelasan lain.
Yang menarik, ada beberapa orang yang akan mengajukan pertanyaan balik: Kalau begitu, mengapa tidak terlebih dahulu mempelajari distribusi kepemilikan token secara spesifik? Logikanya adalah—jika sebuah alamat atau tim memegang ratusan ribu hingga seratus dua puluh ribu token, lalu peserta lain secara serentak masuk untuk membeli di bawah, bukankah itu justru menimbulkan masalah? Singkatnya, ini adalah masalah pengenalan risiko.
Namun kenyataannya, para peserta yang benar-benar terlibat dalam perdagangan PVP sebenarnya sangat memahami logika ini. Mereka juga mengerti pentingnya distribusi kepemilikan. Masalahnya adalah—antara mengetahui dan melaksanakan selalu ada jarak. Kadang-kadang emosi FOMO mengalahkan penilaian rasional, kadang-kadang interpretasi data belum cukup mendalam.
Jadi, ini lebih mirip dengan ketidakseimbangan informasi dan permainan psikologis antar peserta. Pendekatan yang benar-benar aman selalu dimulai dengan melakukan pekerjaan rumah—memastikan siapa yang memegang kendali, lalu memutuskan apakah akan ikut serta atau tidak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PonziWhisperer
· 5menit yang lalu
Tahu akan tahu, saat benar-benar mengalami FOMO, semuanya lupa, haha
Lihat AsliBalas0
alpha_leaker
· 22jam yang lalu
Antara tahu dan melakukan ada selembar kertas jendela, sangat luar biasa... Saya tetap mengatakan, FOMO akan selalu menjadi biaya pendidikan termahal
Lihat AsliBalas0
WalletDoomsDay
· 23jam yang lalu
Tahu dan melakukan memang di balik tirai tipis, itu benar. Tapi saya rasa ada lebih dari satu lapisan yang memisahkan...
Lihat AsliBalas0
gm_or_ngmi
· 23jam yang lalu
Tahu tentang pengembalian, tapi saat momen FOMO siapa sih yang peduli lagi melihat distribusi posisi, itu hanya sikap penjudi saja
Angka ini sebenarnya cukup tepat.
Pikirkan dengan seksama, distribusi token awal dari proyek baru kemungkinan besar memang dikendalikan oleh tim atau pihak inti yang terlibat. Kalau tidak, bagaimana mungkin token tersebut langsung diambil dalam hitungan detik setelah pasar dibuka? Secara logika, hampir tidak ada penjelasan lain.
Yang menarik, ada beberapa orang yang akan mengajukan pertanyaan balik: Kalau begitu, mengapa tidak terlebih dahulu mempelajari distribusi kepemilikan token secara spesifik? Logikanya adalah—jika sebuah alamat atau tim memegang ratusan ribu hingga seratus dua puluh ribu token, lalu peserta lain secara serentak masuk untuk membeli di bawah, bukankah itu justru menimbulkan masalah? Singkatnya, ini adalah masalah pengenalan risiko.
Namun kenyataannya, para peserta yang benar-benar terlibat dalam perdagangan PVP sebenarnya sangat memahami logika ini. Mereka juga mengerti pentingnya distribusi kepemilikan. Masalahnya adalah—antara mengetahui dan melaksanakan selalu ada jarak. Kadang-kadang emosi FOMO mengalahkan penilaian rasional, kadang-kadang interpretasi data belum cukup mendalam.
Jadi, ini lebih mirip dengan ketidakseimbangan informasi dan permainan psikologis antar peserta. Pendekatan yang benar-benar aman selalu dimulai dengan melakukan pekerjaan rumah—memastikan siapa yang memegang kendali, lalu memutuskan apakah akan ikut serta atau tidak.