Amerika Serikat memperkirakan inflasi mencapai 3.4%, kepercayaan terhadap lapangan kerja turun ke level terendah dalam 12 tahun. Begitu data ini keluar, pasar dan Federal Reserve sama-sama tidak bisa diam.
Titik pengamatan kunci berikutnya sangat jelas: pertama, data inflasi aktual (CPI, PCE), apakah ekspektasi konsumen yang meningkat benar-benar akan berubah menjadi tekanan harga; kedua, laporan pasar tenaga kerja, apakah tingkat pengangguran benar-benar meningkat atau hanya fluktuasi emosional; ketiga, pertumbuhan gaji, hal ini langsung menghubungkan inflasi dan lapangan kerja, jika kenaikan gaji sangat tajam, bisa mendukung konsumsi sekaligus mendorong inflasi.
Ada satu hal yang harus diperhatikan—ekspektasi sendiri bisa menggerakkan kenyataan. Begitu konsumen khawatir tentang inflasi, mereka mungkin akan menimbun barang atau meminta kenaikan gaji lebih awal; begitu takut kehilangan pekerjaan, mereka akan menahan pengeluaran. Perilaku ini sebaliknya bisa benar-benar mendorong inflasi naik atau memperburuk perlambatan ekonomi. Kutukan self-fulfilling prophecy seperti ini terbentuk.
Jalur soft landing yang diinginkan Federal Reserve semakin menyempit. Awalnya, mereka harus menyeimbangkan antara inflasi dan lapangan kerja, sekarang ekspektasi publik bahkan memburuk, sehingga tantangan semakin besar. Pasar secara umum memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari 2026, memberi diri mereka periode observasi, menunggu data yang lebih jelas, dan juga memberi ruang untuk koordinasi kebijakan internal.
Dalam waktu dekat, diperkirakan akan menjadi masa yang didorong data dan fluktuasi yang sering. Setiap laporan ekonomi bisa menjadi titik balik sentimen pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HalfBuddhaMoney
· 01-09 02:49
Soft landing semakin terlihat seperti dongeng
Lihat AsliBalas0
MetaverseLandlord
· 01-09 02:35
Saya berharap hal ini benar-benar luar biasa, bisa mewujudkan diri sendiri begitu saja saat runtuh. Ketika orang takut, mereka benar-benar akan menimbulkan masalah.
Lihat AsliBalas0
DaoDeveloper
· 01-09 02:34
ngl loop umpan balik ekspektasi ini pada dasarnya adalah kerentanan kontrak pintar yang berlangsung secara nyata... teori permainan di sini sangat brutal. jika semua orang percaya inflasi akan datang, boom, itu terjadi juga. ramalan yang memuaskan diri sendiri yang dikodekan ke dalam perilaku manusia
Amerika Serikat memperkirakan inflasi mencapai 3.4%, kepercayaan terhadap lapangan kerja turun ke level terendah dalam 12 tahun. Begitu data ini keluar, pasar dan Federal Reserve sama-sama tidak bisa diam.
Titik pengamatan kunci berikutnya sangat jelas: pertama, data inflasi aktual (CPI, PCE), apakah ekspektasi konsumen yang meningkat benar-benar akan berubah menjadi tekanan harga; kedua, laporan pasar tenaga kerja, apakah tingkat pengangguran benar-benar meningkat atau hanya fluktuasi emosional; ketiga, pertumbuhan gaji, hal ini langsung menghubungkan inflasi dan lapangan kerja, jika kenaikan gaji sangat tajam, bisa mendukung konsumsi sekaligus mendorong inflasi.
Ada satu hal yang harus diperhatikan—ekspektasi sendiri bisa menggerakkan kenyataan. Begitu konsumen khawatir tentang inflasi, mereka mungkin akan menimbun barang atau meminta kenaikan gaji lebih awal; begitu takut kehilangan pekerjaan, mereka akan menahan pengeluaran. Perilaku ini sebaliknya bisa benar-benar mendorong inflasi naik atau memperburuk perlambatan ekonomi. Kutukan self-fulfilling prophecy seperti ini terbentuk.
Jalur soft landing yang diinginkan Federal Reserve semakin menyempit. Awalnya, mereka harus menyeimbangkan antara inflasi dan lapangan kerja, sekarang ekspektasi publik bahkan memburuk, sehingga tantangan semakin besar. Pasar secara umum memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari 2026, memberi diri mereka periode observasi, menunggu data yang lebih jelas, dan juga memberi ruang untuk koordinasi kebijakan internal.
Dalam waktu dekat, diperkirakan akan menjadi masa yang didorong data dan fluktuasi yang sering. Setiap laporan ekonomi bisa menjadi titik balik sentimen pasar.