Pikirkan tentang itu—jika peradaban manusia terus berkembang, penerapan AI di luar angkasa bukan hanya mungkin, tetapi tak terelakkan. Inilah tantangannya: untuk benar-benar mencapai ambang energi yang bermakna pada skala Kardashev (kita berbicara tentang memanfaatkan bahkan sebagian kecil dari output matahari), Anda memerlukan satelit AI bertenaga surya yang beroperasi jauh di luar angkasa. Ini bukan lagi fiksi ilmiah. Matematika-nya sederhana: Anda tidak dapat melakukan skala tanpa sistem kecerdasan terdistribusi dan otonom yang mengumpulkan energi matahari dari jarak yang jauh. Sangat luar biasa ketika Anda menyadari bahwa ini adalah tulang punggung infrastruktur untuk peradaban Tipe II mana pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BanklessAtHeart
· 01-08 22:50
Skala Kardashev itu benar-benar harus bergantung pada AI agar bisa terwujud, kalau tidak bagaimana manusia bisa bertahan
Lihat AsliBalas0
APY_Chaser
· 01-08 22:49
Tingkat Kardashev ini teori, sejujurnya, agak terlalu romantis, tetapi satelit AI tenaga surya memang merupakan hambatan yang tidak bisa diabaikan.
Lihat AsliBalas0
ForkLibertarian
· 01-08 22:45
Keterbatasan teori skala Karst memang sudah tidak mampu lagi, apakah benar-benar harus mengandalkan AI luar angkasa untuk memperpanjang hidup?
---
Sistem cerdas otonom terdistribusi terdengar sangat keren, tapi batas atas densitas energi, tidak ada yang berani membahasnya lebih dalam.
---
Peradaban Tipe II masih jauh dari kita, mari selesaikan dulu krisis energi di Bumi sebelum berbangga.
---
Kumpulan satelit tenaga surya... terdengar indah, siapa yang akan menanggung biaya pemeliharaannya, bro?
---
Logika ini bukannya adalah versi AI sebagai penyelamat dunia, dengan kata lain, mengulang lagi.
---
Tapi kembali lagi, arah pengumpulan energi terdistribusi memang benar, hanya jadwalnya sedikit terlalu optimis.
Lihat AsliBalas0
fren.eth
· 01-08 22:28
ngl Skala Kardashev itu terdengar gila, benar-benar bisa mendapatkan energi matahari sampai sejauh itu?
Pikirkan tentang itu—jika peradaban manusia terus berkembang, penerapan AI di luar angkasa bukan hanya mungkin, tetapi tak terelakkan. Inilah tantangannya: untuk benar-benar mencapai ambang energi yang bermakna pada skala Kardashev (kita berbicara tentang memanfaatkan bahkan sebagian kecil dari output matahari), Anda memerlukan satelit AI bertenaga surya yang beroperasi jauh di luar angkasa. Ini bukan lagi fiksi ilmiah. Matematika-nya sederhana: Anda tidak dapat melakukan skala tanpa sistem kecerdasan terdistribusi dan otonom yang mengumpulkan energi matahari dari jarak yang jauh. Sangat luar biasa ketika Anda menyadari bahwa ini adalah tulang punggung infrastruktur untuk peradaban Tipe II mana pun.