TDM strategi menekankan keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan, tetapi pertanyaan kunci muncul—melihat pasar waterfall saja, lalu melihat fountain, apa logikanya?
Belakangan ini, pola pasar bearish memang sulit dijalankan, banyak orang sedang memikirkan apakah harus mengubah pendekatan. Berpindah dari posisi short ke long tampaknya adalah satu jalan, tetapi masalahnya adalah bagaimana memilih waktu yang tepat? Membeli secara buta atau mengejar harga tinggi sama-sama berisiko terkena trap.
Daripada bingung menentukan arah, lebih baik memahami dulu: apakah ini rebound sejati atau hanya jebakan palsu? Apakah volume transaksi mendukung? Di level mana support-nya? Jika dasar-dasar ini sudah dipahami, peralihan antara bullish dan bearish bisa dilakukan dengan lebih tenang. Kalau tidak, apapun "keseimbangan kekuatan dan kelemahan" yang dimiliki tetap sia-sia—terdengar hebat, tapi kenyataannya tetap berjudi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ForkItAllDay
· 01-08 16:56
Pada akhirnya, semuanya tergantung pada volume, rebound tanpa volume hanyalah ilusi, saudara.
Lihat AsliBalas0
LiquidationAlert
· 01-08 04:30
Jangan pakai cara ini lagi, akhirnya tetap melihat volume dan support, rebound tanpa volume saya tidak percaya.
Lihat AsliBalas0
SatoshiChallenger
· 01-06 17:55
Yang ironisnya, semakin banyak orang menekankan "analisis fundamental", mereka malah beralih ke judi volume dan level support. Data menunjukkan bahwa dalam putaran sebelumnya, tingkat likuidasi mencapai 98%, tapi siapa peduli [tertawa dingin]
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-06 17:54
Lagi teori yang sama, telingaku sudah berisi. Apakah ini bounce yang sebenarnya atau bull trap, aku tidak mengerti volume tradingnya kak.
---
Saya averaging down di puncak, ini cerita saya hahaha.
---
Dual strategy? Aku lihat itu kerugian ganda.
---
Support level mendukung apa sih, break lalu break lagi dong.
---
Daripada analisis arah lebih baik kupikirkan cara cut loss, ini pembelajaran dari darah.
---
Waterfall atau fountain sama aja, semuanya uangku mengalir ke bawah.
---
Volume confirmation apa-apaan, retail trader tidak mengerti pasti rugi.
---
Ini benar-benar perubahan kondisi bull-bear, akun dari positif jadi negatif.
---
Timing salah, strategi apapun percuma.
---
Aku ingin tahu, siapa yang bisa benar-benar tembus bull trap ini.
Lihat AsliBalas0
AllInAlice
· 01-06 17:30
Singkatnya, ini adalah perjudian, tidak ada strategi yang bisa menyelamatkan hati yang tergoda untuk bermain.
TDM strategi menekankan keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan, tetapi pertanyaan kunci muncul—melihat pasar waterfall saja, lalu melihat fountain, apa logikanya?
Belakangan ini, pola pasar bearish memang sulit dijalankan, banyak orang sedang memikirkan apakah harus mengubah pendekatan. Berpindah dari posisi short ke long tampaknya adalah satu jalan, tetapi masalahnya adalah bagaimana memilih waktu yang tepat? Membeli secara buta atau mengejar harga tinggi sama-sama berisiko terkena trap.
Daripada bingung menentukan arah, lebih baik memahami dulu: apakah ini rebound sejati atau hanya jebakan palsu? Apakah volume transaksi mendukung? Di level mana support-nya? Jika dasar-dasar ini sudah dipahami, peralihan antara bullish dan bearish bisa dilakukan dengan lebih tenang. Kalau tidak, apapun "keseimbangan kekuatan dan kelemahan" yang dimiliki tetap sia-sia—terdengar hebat, tapi kenyataannya tetap berjudi.