Menguasai ritme pengumuman CPI AS, dan tangkap peluang fluktuasi aset pasar

Mengapa Investor Harus Memperhatikan Pengumuman CPI AS?

Di pasar keuangan global, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS adalah salah satu indikator paling langsung yang mempengaruhi harga aset utama. Pengumuman CPI AS biasanya menjadi indikator utama yang mendahului data PCE yang menjadi acuan utama kebijakan Federal Reserve, sehingga pasar sangat sensitif terhadapnya. Ketika data CPI diumumkan, pasar saham, valuta asing, dan pasar komoditas akan mengalami reaksi berantai, inilah sebabnya banyak investor profesional menambahkan jadwal pengumuman CPI AS ke kalender trading mereka.

Data CPI AS mencerminkan inflasi atau deflasi dalam periode tertentu, dan fluktuasinya tidak hanya mempengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve, tetapi juga secara tidak langsung menentukan aliran modal global. Oleh karena itu, memahami waktu pengumuman CPI AS dan tren potensialnya sangat penting untuk pengelolaan aset.

Penjelasan Jadwal Pengumuman CPI AS 2024

Waktu pengumuman CPI AS adalah hari kerja pertama setiap bulan atau hari kerja terdekat. Karena adanya perbedaan waktu musim panas dan musim dingin di AS, waktu pengumuman juga akan disesuaikan:

  • Musim panas: Pengumuman pukul 20:30 waktu Taiwan
  • Musim dingin: Pengumuman pukul 21:30 waktu Taiwan

Jadwal pengumuman CPI AS sepanjang tahun 2024 (waktu Taiwan) adalah sebagai berikut:

Tanggal Waktu
11 Januari 21:30
13 Februari 21:30
12 Maret 21:30
10 April 20:30
15 Mei 20:30
12 Juni 20:30
11 Juli 20:30
14 Agustus 20:30
11 September 20:30
10 Oktober 20:30
13 November 21:30
11 Desember 21:30

Peserta pasar perlu mencatat waktu pengumuman CPI AS sebelumnya, karena saat data diumumkan, sering kali terjadi volatilitas harga yang tajam.

Komposisi CPI AS dan Fokus Perhatian Investor

Untuk memahami CPI AS secara mendalam, pertama-tama harus memahami komponennya. Proporsi utama dari CPI AS adalah sebagai berikut:

  • Biaya perumahan (termasuk sewa): 30–40%
  • Makanan dan minuman: 13–15%
  • Pendidikan dan komunikasi: 6–7%
  • Energi: 6–8%
  • Kesehatan: 7–9%
  • Transportasi: 5–6%
  • Mobil baru: 3–5%
  • Hiburan dan rekreasi: 3–5%
  • Pakaian dan tekstil: 2–3%
  • Mobil bekas: 2–3%

Investor dapat menemukan titik analisis dari komponen-komponen ini. Di antaranya, biaya perumahan memiliki proporsi tertinggi, diikuti makanan dan minuman. Kedua kategori ini paling mudah mempengaruhi perubahan CPI secara keseluruhan, sehingga harus menjadi fokus pengawasan.

Perbedaan Kunci Antara CPI, CPI Inti, dan PCE

Banyak orang bingung tentang indikator inflasi AS, padahal cukup memahami beberapa perbedaan dasar sudah cukup.

Perbedaan antara CPI dan CPI Inti terletak pada cakupan perhitungan. CPI mencakup semua perubahan harga barang dan jasa, sehingga dipengaruhi oleh fluktuasi harga makanan dan energi. Sedangkan CPI Inti mengecualikan makanan dan energi, sehingga lebih akurat mencerminkan tren harga barang dan jasa lainnya, dan fluktuasinya relatif lebih stabil.

Perbedaan antara CPI dan PCE terletak pada metode perhitungannya. CPI menggunakan metode bobot tetap (Laspeyres), sedangkan PCE menggunakan metode bobot berantai (chain-weighted). PCE lebih mampu mencerminkan efek substitusi konsumsi—misalnya, saat harga minyak melonjak, konsumen mungkin beralih ke sumber energi lain, sehingga bobot minyak dalam keranjang konsumsi berkurang. Karakteristik “mengurangi puncak dan mengisi kekosongan” ini membuat PCE lebih stabil dan lebih mencerminkan tekanan inflasi nyata.

Dua indikator utama yang harus diperhatikan investor adalah:

  1. Pertumbuhan tahunan CPI AS: Data inflasi yang paling awal diumumkan, sangat diperhatikan pasar, dan sering memicu volatilitas harga aset yang signifikan saat dirilis.
  2. Pertumbuhan tahunan PCE AS: Waktunya sedikit lebih lambat, tetapi ini adalah dasar utama pengambilan keputusan Federal Reserve dan juga penting.

Secara umum, pertumbuhan tahunan CPI dan PCE bergerak dalam arah yang sama dan memiliki besaran yang serupa. Namun, pasar lebih memperhatikan data CPI yang lebih awal, sementara Federal Reserve lebih fokus pada data PCE yang lebih ilmiah.

Dua Faktor Utama yang Mempengaruhi Tren CPI AS 2024

Faktor pertama: Pemilihan Presiden AS 2024

Pemilihan presiden AS akan diadakan pada tahun 2024 dan hasilnya akan diumumkan pada bulan November. Dalam proses ini, tidak peduli partai atau kandidatnya, cenderung terlalu optimis terhadap janji kampanye. Ditambah dengan situasi internasional yang kompleks saat ini, calon presiden AS mungkin cenderung memproyeksikan konflik internal ke luar negeri, memperburuk ketegangan geopolitik global, dan mempercepat proses de-globalisasi. Akibatnya, tingkat inflasi sulit untuk turun secara signifikan.

Faktor kedua: Intensitas dan Kecepatan Penurunan Suku Bunga Federal Reserve

Berdasarkan data yang dirilis CME Group, probabilitas tertinggi pasar memperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebanyak 6 basis poin pada 2024. Ini mencerminkan bahwa pasar memperkirakan CPI AS kemungkinan akan menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2024, sesuai dengan analisis tren CPI yang akan dibahas berikutnya.

Logistik dan Minyak Mentah: Faktor Inflasi yang Mudah Terabaikan

Melihat kembali tiga puluh tahun terakhir, AS mengalami empat siklus CPI yang jelas, masing-masing terkait dengan krisis tabungan dan pinjaman tahun 1990-an, gelembung internet tahun 2000, krisis subprime tahun 2008, dan pandemi COVID-19 tahun 2020. Kasus tahun 2020 sangat berharga untuk direnungkan—pengaruh logistik global terhadap inflasi AS jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Selama pandemi, sistem logistik global sempat lumpuh, dan Federal Reserve melakukan stimulus ekonomi besar-besaran, menyebabkan CPI mencapai puncaknya pada Juni 2022. Setelah itu, seiring meredanya pandemi dan membaiknya kondisi logistik, CPI mulai menurun.

Memasuki 2023, krisis di Laut Merah kembali mengganggu logistik regional. Serangan berkelanjutan oleh Houthi menyebabkan perusahaan pelayaran menghindari jalur Laut Merah dari Asia ke Eropa, meningkatkan waktu dan biaya pengiriman secara signifikan. Sejak awal Desember 2023, tarif pengangkutan di jalur Asia-Eropa meningkat lebih dari dua kali lipat.

Meskipun dampak serangan ini terhadap harga kontainer tidak sebesar gelombang kedua pandemi akhir 2020 atau insiden Terusan Suez tahun 2021, gangguan logistik regional dan peningkatan biaya akhirnya tetap akan tercermin dalam harga konsumen. Situasi ini perlu dipantau secara ketat, untuk mengantisipasi peningkatan harga lebih lanjut.

Prediksi Tren CPI AS 2024 dan Analisis Fundamental

Untuk memprediksi tren CPI AS secara akurat, perlu memahami terlebih dahulu kinerja ekonomi AS tahun 2024. Berdasarkan prediksi Dana Moneter Internasional (IMF):

  • Pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 3.1%, naik 0.2% dari sebelumnya
  • Pertumbuhan ekonomi AS tahun ini diperkirakan 2.1%, menempati posisi kedua di antara negara utama, dan akan melambat menjadi 1.7% pada 2025
  • Zona Euro diperkirakan tumbuh 0.9% di 2024 dan 1.7% di 2025
  • Inflasi global akan turun dari 5.8% di 2024 menjadi 4.4% di 2025

Pertumbuhan ekonomi AS yang kuat menunjukkan bahwa tingkat inflasi juga tidak akan turun secara drastis.

Berdasarkan analisis tersebut, kami memprediksi tren CPI AS 2024 sebagai berikut:

Karena komoditas utama (terutama minyak mentah) mengalami penurunan bergejolak di paruh pertama 2023, CPI AS di paruh pertama 2024 kemungkinan sulit untuk turun dengan cepat karena basis yang rendah. Selain itu, cadangan minyak saat ini sedang menurun, memberikan dukungan positif terhadap harga minyak.

Dengan mempertimbangkan secara komprehensif dukungan harga minyak, ketidakpastian politik dari pemilihan presiden, dampak berkelanjutan dari krisis logistik Laut Merah, dan kinerja ekonomi AS yang relatif kuat, kami memperkirakan:

  • CPI AS akan mencapai titik terendah pada kuartal pertama 2024
  • Kuartal kedua kemungkinan mengalami rebound
  • Pada paruh kedua akan kembali menurun

Pergerakan ini dapat memberi tekanan pada pasar saham AS, karena kekakuan CPI akan memperlambat proses penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Ringkasan

Data CPI AS memiliki pengaruh besar terhadap pasar keuangan global. Investor perlu membedakan dengan jelas antara CPI, CPI Inti, dan PCE, serta memahami waktu pengumuman CPI AS secara spesifik. Pada 2024, faktor-faktor seperti pemilihan presiden AS, kebijakan moneter Federal Reserve, kondisi logistik global, dan harga minyak akan bersama-sama menentukan tren CPI. Secara umum, CPI AS diperkirakan akan cenderung menurun pada 2024, tetapi kemungkinan akan mengalami rebound dalam periode tertentu. Ketidakpastian ini adalah alasan utama mengapa investor harus memantau pasar secara ketat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)