Apakah emas tahun 2025 masih memiliki ruang untuk naik? Analisis lengkap tren harga emas yang wajib dibaca oleh investor

Gelombang harga emas ini telah menjadi topik terpanas di kalangan investor. Sejak akhir tahun lalu hingga saat ini, kenaikan harga emas mencatat rekor tertinggi dalam hampir 30 tahun, membuat banyak investor yang menunggu merasa cemas: Pergerakan harga emas hari ini masih di posisi tinggi, apakah sudah terlambat untuk masuk sekarang?

Sebenarnya, memahami logika di balik harga emas adalah kunci untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana. Mari kita uraikan secara bertahap faktor pendorong dasar dari gelombang pasar ini.

Mengapa harga emas tiba-tiba melonjak? Tiga faktor kunci yang perlu dipahami

1. Ketidakpastian kebijakan yang terus meningkat, permintaan lindung nilai yang melonjak

Memasuki awal tahun 2025, variabel kebijakan global meningkat tajam. Rencana tarif yang digagas secara intensif oleh pemerintahan Trump langsung memicu sentimen risiko di pasar. Masa ketidakpastian kebijakan seperti ini biasanya akan memicu pembelian lindung nilai, berdasarkan pengalaman sejarah (selama perang dagang 2018), harga emas biasanya mengalami kenaikan jangka pendek sebesar 5–10% dalam lingkungan seperti ini.

Tekanan tarif menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menurun, dan perusahaan serta investor institusional meningkatkan alokasi emas untuk mengurangi risiko, yang menjadi salah satu faktor utama pendukung kenaikan harga saat ini.

2. Ekspektasi suku bunga turun menjadi kekuatan tak terlihat yang mendorong harga emas

Arah kebijakan Federal Reserve sering kali diremehkan pengaruhnya terhadap emas. Secara sederhana: Semakin rendah suku bunga, semakin rendah pula biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan bunga, sehingga daya tarik relatif emas semakin kuat.

Berdasarkan data CME tentang kontrak berjangka suku bunga, probabilitas penurunan suku bunga berikutnya telah mencapai 84,7%. Lebih penting lagi, suku bunga riil (suku bunga nominal dikurangi tingkat inflasi) menunjukkan hubungan terbalik yang jelas dengan harga emas. Ketika pasar mengantisipasi penurunan suku bunga, harga emas cenderung naik terlebih dahulu; sebaliknya, jika tidak, biasanya harga akan terkoreksi.

Ini juga menjelaskan mengapa keputusan penurunan suku bunga yang tampaknya moderat kadang-kadang malah menyebabkan harga emas berbalik turun—karena pasar telah mengantisipasi dan mengkonsumsi ekspektasi tersebut sebelumnya.

3. Bank sentral di berbagai negara menjadi pembeli emas jangka panjang

Faktor ini sering diabaikan, tetapi memiliki makna strategis yang besar. Berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), pada kuartal ketiga 2025, pembelian bersih emas oleh bank sentral di seluruh dunia mencapai 220 ton, meningkat 28% dari kuartal sebelumnya. Selama sembilan bulan pertama, bank sentral telah membeli sekitar 634 ton emas.

Lebih menarik lagi, dalam survei bank sentral yang dirilis WGC, 76% dari bank sentral yang disurvei menyatakan akan meningkatkan proporsi emas dalam cadangan mereka dalam lima tahun ke depan, sekaligus memperkirakan penurunan cadangan dolar AS. Ini mencerminkan bahwa bank sentral global sedang melakukan penyesuaian alokasi aset jangka panjang, dan emas menjadi alat penting dalam proses de-dolarisasi.

Faktor lain yang mendukung kenaikan harga emas secara mendalam

Selain faktor utama di atas, ada beberapa faktor latar belakang yang tidak kalah penting:

Utang global yang tinggi, ruang kebijakan moneter terbatas — Data IMF menunjukkan total utang global telah mencapai 307 triliun dolar AS. Beban utang yang tinggi ini membuat negara-negara sulit menaikkan suku bunga secara signifikan, secara objektif cenderung mendorong kebijakan longgar, yang pada gilirannya menekan suku bunga riil dan secara tidak langsung menguntungkan emas.

Risiko geopolitik yang terus memanas — Konflik Rusia-Ukraina yang berkelanjutan, ketegangan di Timur Tengah, dan faktor lainnya terus meningkatkan daya tarik aset lindung nilai. Setiap kali peristiwa ini meningkat, emas sering menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven.

Sentimen dana jangka pendek yang mendorong pasar — Media yang gencar memberitakan, opini di media sosial, dan faktor lainnya menarik banyak investor ritel untuk ikut arus, membentuk efek pengumpulan dana jangka pendek yang memperbesar volatilitas harga.

Pandangan dari lembaga profesional? Ringkasan prediksi target harga 2026

Meskipun baru-baru ini terjadi koreksi, pandangan dari bank investasi besar terhadap prospek jangka menengah-panjang emas tetap optimistis:

  • J.P. Morgan menaikkan target harga Q4 2026 menjadi 5055@E5@ dolar per ons, menganggap koreksi saat ini adalah konsolidasi teknikal yang sehat
  • Goldman Sachs mempertahankan target harga 4900@E5@ dolar per ons pada akhir 2026
  • Bank of America paling agresif, bahkan menyiratkan harga emas bisa menembus 6000@E5@ dolar

Kesamaan dari prediksi ini adalah: faktor pendukung jangka panjang untuk harga emas (permintaan lindung nilai, pembelian bank sentral, ekspektasi suku bunga turun) tetap ada dan tidak berubah.

Pergerakan harga emas hari ini: setelah rekor tertinggi, berfluktuasi

Melihat kembali bulan Oktober, harga emas sempat mendekati 4400@E5@ dolar per ons, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Setelah itu, terjadi koreksi teknikal yang normal sebagai bagian dari proses pemulihan. Menurut Reuters, kenaikan keseluruhan pada 2024–2025 telah mendekati level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, melampaui rekor kenaikan di 2007 dan 2010.

Segmen ritel perhiasan juga mencerminkan tren ini, dengan merek terkenal seperti Chow Tai Fook dan Luk Fook Jewelry tetap mempertahankan harga emas batangan di atas 1100 yuan/gram, tanpa tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Apa yang harus dilakukan investor ritel? Strategi berbeda untuk empat tipe investor

Setelah memahami logika harga emas, investor dari berbagai tipe harus menerapkan strategi yang berbeda:

Trader jangka pendek berpengalaman — Volatilitas pasar adalah panggung Anda. Likuiditas pasar emas cukup tinggi, arah harga relatif mudah diprediksi, terutama saat terjadi fluktuasi besar, kekuatan bullish dan bearish terlihat jelas. Tapi ingat untuk menggunakan kalender ekonomi untuk mengikuti data AS, karena volatilitas biasanya terbesar sebelum dan sesudah pengumuman data.

Pemula yang baru masuk pasar — Jangan sampai terbuai oleh tren kenaikan. Disarankan mencoba dengan modal kecil, lalu secara bertahap menambah posisi setelah terbiasa dengan pasar. Hindari membeli saat harga sedang tinggi, karena risiko terjebak di posisi atas dan menjual di posisi bawah sangat besar. Volatilitas emas rata-rata tahunan sebesar 19,4%, tidak kalah dari saham, jadi kesiapan mental sangat penting.

Investor alokasi aset jangka panjang — Jika memandang emas sebagai alat pelindung nilai selama lebih dari 10 tahun, masuk sekarang adalah langkah yang masuk akal. Tapi harus siap menghadapi fluktuasi besar dalam jangka menengah. Siklus emas sangat panjang, bisa melipatgandakan nilai atau bahkan setengahnya. Jangan menaruh seluruh dana di satu aset saja, alokasi sebaiknya dikontrol secara proporsional.

Investor yang mengincar maksimalisasi keuntungan — Bisa mempertimbangkan strategi kombinasi antara posisi jangka panjang dan trading short-term. Melakukan trading jangka pendek sebelum dan sesudah data pasar AS dirilis dapat memperbesar potensi keuntungan. Tapi ini membutuhkan pengalaman pasar dan kemampuan pengelolaan risiko yang baik.

Tiga pengingat penting

  1. Volatilitas emas tidak bisa diabaikan — Volatilitas tahunan sebesar 19,4%, setara dengan pasar saham
  2. Perlu memperpanjang horizon waktu — Dalam jangka 10 tahun, emas akan tetap menjaga nilai, meskipun prosesnya sangat fluktuatif
  3. Perhitungan biaya transaksi penting — Spread beli-jual emas fisik biasanya antara 5%–20%, yang akan menggerus keuntungan

Kesimpulan: Pelajaran investasi dari pergerakan harga emas hari ini

Gelombang kenaikan harga emas ini belum berakhir, baik untuk jangka menengah maupun jangka pendek, masih ada ruang untuk beraksi. Tapi, kuncinya adalah memahami logika pasar dan bukan sekadar ikut-ikutan.

Ketidakpastian kebijakan, ekspektasi suku bunga turun, dan pembelian oleh bank sentral adalah tiga faktor utama yang tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan memberikan dasar fundamental yang kuat bagi emas. Di sisi lain, perlu waspada terhadap risiko volatilitas jangka pendek, terutama menjelang data ekonomi dan pertemuan Federal Reserve.

Alokasikan emas secara proporsional, kendalikan leverage dan posisi, itulah strategi yang tepat untuk melewati gelombang pasar ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)