banyak teman yang baru terjun ke dunia investasi sering bertanya—“Apakah investasi valas benar-benar bisa menghasilkan uang?” Bagi sebagian investor, jawabannya adalah ya. Pasar valas adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia, dengan volume transaksi harian lebih dari 6 triliun dolar AS, jauh melampaui total volume transaksi pasar futures dan saham.
Dulu, investasi valas sebagian besar dilakukan oleh lembaga keuangan dan orang dengan kekayaan bersih tinggi. Tetapi seiring kemajuan teknologi, investor biasa sekarang juga dapat dengan mudah masuk ke pasar valas. Saat ini, lebih dari 30% transaksi valas harian dilakukan oleh trader ritel, termasuk instrumen derivatif seperti futures dan kontrak selisih harga (CFD), yang menyebabkan jumlah trader valas ritel meningkat secara eksponensial.
Namun, seperti halnya investasi saham, pasar valas penuh dengan peluang keuntungan, risiko juga sama besar. Berbagai studi menunjukkan bahwa 70%-90% investor individu mengalami kerugian dalam trading valas. Oleh karena itu, jika Anda masih belum paham “Bagaimana cara bermain valas”, panduan pengantar belajar valas ini adalah yang Anda butuhkan.
Apa saja jalur investasi valas?
Sebelum memulai investasi valas, sebaiknya pahami dulu berbagai jalur investasi yang ada.
Jalur Investasi
Sumber Keuntungan
Ambang Modal
Leverage
Likuiditas
Risiko dan Keuntungan
Cocok untuk siapa
Tukar mata uang
Selisih kurs
Sangat rendah
Tidak ada
Rendah
Rendah
Wisata, pembayaran, kebutuhan lindung nilai
Deposito valas
Selisih kurs + bunga
Rendah
Tidak ada
Sedang
Rendah
Pelindung modal dan pencari keuntungan bunga
Trading margin valas
Selisih kurs (dua arah) + leverage
Rendah
Tinggi
Sangat tinggi
Tinggi
Trader profesional
Tukar mata uang
Format paling dasar dari trading valas adalah menukar satu mata uang dengan mata uang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berwisata ke Jepang, kita perlu menukar dolar Taiwan menjadi yen Jepang. Proses ini melibatkan transaksi valas paling sederhana.
Deposito valas
Jika investor ingin mengonversi dolar Taiwan ke mata uang lain untuk menghindari risiko atau melindungi nilai, mereka dapat membuka deposito valas di bank dan melakukan transaksi beli/jual. Cara ini termasuk dalam “transaksi spot valas”, yaitu bentuk investasi valas paling dasar.
Deposito valas memiliki karakteristik volume transaksi besar dan risiko serta keuntungan rendah, cocok untuk pemula yang baru mengenal investasi valas. Perlu diperhatikan bahwa setiap bank menetapkan batas minimum setoran berbeda untuk berbagai mata uang, dan jika membatalkan deposito sebelum jatuh tempo, akan kehilangan sebagian bunga. Oleh karena itu, disarankan menggunakan dana yang tidak diperlukan dalam waktu dekat untuk deposito.
Trading margin valas
Metode dengan risiko dan keuntungan lebih tinggi adalah “Trading margin valas”, cocok untuk investor yang sudah memiliki pengalaman tertentu. Trading margin valas memiliki ambang masuk yang relatif rendah, sering disebut sebagai “main valas”, yang membutuhkan analisis pasar mata uang dan prediksi arah kurs, serta mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual.
Investor dapat membuka rekening di bank atau broker valas, menyetor margin sesuai proporsi, dan mulai trading. Batas minimum pembukaan rekening berbeda-beda tergantung lembaga. Mayoritas broker menawarkan leverage sebesar 1:30, 1:100, 1:200, 1:500 dan lain-lain.
Keunggulan trading margin valas adalah modal masuk yang rendah, transaksi 24 jam, dan fleksibilitas dalam posisi long/short. Misalnya, jika percaya euro akan menguat terhadap dolar AS, bisa membeli EUR/USD; jika percaya euro akan melemah, bisa menjual EUR/USD. Jika prediksi harga sesuai, akan mendapatkan keuntungan, sebaliknya akan mengalami kerugian.
Namun, risiko terbesar dari trading margin adalah “margin call”—yaitu saat fluktuasi harga menyebabkan modal hilang seluruhnya. Oleh karena itu, saat trading margin, harus memperhatikan pengendalian risiko, menetapkan stop loss dan take profit, serta menggunakan leverage secara bijak.
Saat memilih broker, harus waspada terhadap penipuan. Banyak platform ilegal yang mengaku sebagai lembaga resmi atau menipu investor melalui media sosial untuk mengumpulkan dana. Pastikan broker valas yang dipilih memiliki lisensi resmi dari otoritas pengawas keuangan. Broker resmi tidak akan melakukan manipulasi harga, mengelola akun orang lain, atau sulit melakukan penarikan dana.
Poin penting belajar valas: Penggunaan leverage dan margin yang benar
Penyebab utama kerugian bagi pemula adalah ketidakmampuan menggunakan leverage dan margin secara tepat. “Leverage tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga memperbesar ketakutan dan keserakahan investor.” Trader profesional harus belajar secara sistematis dan berlatih secara cukup agar mampu mengendalikan leverage dan margin.
Apa itu leverage?
Leverage memungkinkan investor membuka posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil, sehingga bisa “menggandakan” potensi keuntungan. Cara ini memanfaatkan dana trading secara maksimal.
Misalnya, jika broker menawarkan leverage 20:1, berarti posisi yang bisa dibuka adalah 20 kali dari saldo akun. Jika membeli 40.000 unit EUR/USD, hanya perlu 2.000 euro sebagai margin.
Apa itu margin valas?
Margin valas berasal dari tahun 1970-an dan merupakan instrumen derivatif keuangan. Margin biasanya dinyatakan sebagai persentase dari total posisi, misalnya 2%, 5%, atau 25%. Leverage dinyatakan sebagai rasio, seperti 10:1, 50:1, 100:1, 200:1, 400:1, 500:1 dan lain-lain.
▶ 50:1: Untuk setiap 1 dolar yang disetor sebagai modal awal, bisa membuka posisi hingga 50 dolar. Contohnya, menyetor 500 dolar, bisa melakukan transaksi sebesar 25.000 dolar.
▶ 100:1: Leverage standar untuk akun reguler. Dengan modal 2.000 dolar, bisa melakukan transaksi valas hingga 200.000 dolar.
▶ 200:1: Leverage untuk akun mini. Kebanyakan broker menetapkan margin minimum sebesar 500 dolar untuk akun ini.
▶ 400:1: Dengan rasio ini, setiap dolar bisa diperdagangkan hingga 400 dolar. Banyak broker menawarkan leverage ini untuk akun mini.
Efek nyata leverage
Misalnya, trading EURUSD dengan modal 1.000 dolar, menggunakan leverage berbeda akan menghasilkan hasil berbeda:
Rasio Leverage
Modal
Keuntungan 5%
Kerugian 5%
10:1
$1,000
$500 (50%)
-$500 (50%)
50:1
$1,000
$2,500 (250%)
-$2,500 (250%)
100:1
$1,000
$5,000 (500%)
-$5,000 (500%)
200:1
$1,000
$10,000 (1000%)
-$10,000 (1000%)
Tanpa leverage
$1,000
$50 (5%)
-$50 (5%)
Dari tabel terlihat bahwa leverage dapat memperbesar fluktuasi mata uang. Saat menyetor modal $1.000 dan menggunakan leverage 200:1, perubahan harga hanya 5% dapat menyebabkan keuntungan atau kerugian sebesar $10.000.
Jelas bahwa leverage dapat membantu memperbesar keuntungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian besar. Disarankan pemula menggunakan leverage yang lebih rendah, dan trader berpengalaman biasanya membatasi leverage di bawah 10:1. Trader sukses akan membuat strategi yang matang, menyesuaikan timeframe, dan langsung keluar saat target tercapai.
Keunggulan dan risiko investasi valas
Berbeda dengan pasar keuangan lain, pasar valas memiliki karakteristik unik.
Keunggulan investasi valas
Transaksi dua arah: bisa posisi long maupun short, sehingga peluang profit tetap ada terlepas dari arah pasar
Perdagangan 24 jam: pasar valas buka nonstop sepanjang tahun, memudahkan penyesuaian strategi kapan saja
Leverage tinggi: leverage bisa mencapai 200 kali modal, dengan satuan transaksi terkecil yang rendah, cocok untuk fleksibilitas
Biaya transaksi rendah: struktur over-the-counter (OTC) secara signifikan menurunkan biaya transaksi, tanpa komisi
Likuiditas tinggi: pasar global, data terbuka, kedalaman pasar besar, sulit dikendalikan secara manipulatif
Risiko investasi valas
Risiko tinggi: leverage tinggi berarti investor bisa kehilangan seluruh modal
Pengaruh berita besar: sangat bergantung pada data ekonomi, politik, kebijakan bank sentral, dan faktor tak terduga lainnya
Tekanan psikologis besar: bergantung sepenuhnya pada pengambilan keputusan sendiri, fluktuasi pasar cepat dan keras, membutuhkan pengetahuan dan mental kuat
Pemula harus berpikir matang: “Apakah saya cocok untuk trading valas?” Trading valas membutuhkan fleksibilitas dan partisipasi tinggi. Jika hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan, risiko kerugian besar sangat mungkin terjadi. Investor valas menghadapi risiko tinggi, volatilitas tinggi, dan leverage besar. Trader yang sukses harus terus belajar, menguasai teknik pengelolaan modal yang efektif, membuat rencana trading yang matang, dan memiliki kemampuan menanggung risiko.
Panduan belajar valas: Mata uang apa yang harus dipilih pemula?
Di seluruh dunia ada 180 jenis mata uang berbeda. Berdasarkan karakteristiknya, mata uang dalam trading valas terbagi menjadi empat kategori utama:
● Mata uang kebijakan: pergerakannya dipengaruhi oleh kebijakan dan kondisi ekonomi negara tersebut, seperti dolar AS, euro
● Mata uang safe haven: digunakan untuk menghindari risiko dalam perdagangan internasional dan pasar keuangan, seperti yen Jepang
● Mata uang komoditas: dipengaruhi oleh ekspor komoditas besar, seperti dolar Australia, rubel Rusia
● Mata uang pasar berkembang: dikendalikan ketat oleh pemerintah dan relatif stabil, seperti yuan
Pemula dalam trading valas bisa memilih tiga kategori pertama untuk memulai. Berikut sepuluh mata uang dengan volume transaksi tertinggi (likuiditas tertinggi), menyumbang hampir 90% dari volume pasar valas:
Peringkat
Pasangan Mata Uang
Proporsi Transaksi
1
EURUSD
27.95%
2
USDJPY
13.34%
3
GBPUSD
11.27%
4
AUDUSD
6.37%
5
USDCAD
5.22%
6
USDCHF
4.63%
7
NZDUSD
4.08%
8
EURJPY
3.93%
9
GBPJPY
3.57%
10
EURGBP
2.78%
📌Perlu diperhatikan: semakin besar volume transaksi suatu pasangan mata uang, semakin tinggi likuiditasnya, spread lebih kecil, dan selisih harga beli dan jual lebih tipis, seperti EUR/USD. Sedangkan AUD sebagai mata uang komoditas sangat dipengaruhi oleh harga bahan mentah, bijih besi, daging sapi, wol, sehingga harga AUD/USD(AUDUSD) cenderung lebih fluktuatif.
Keunggulan pasangan mata uang likuid tinggi
Spread lebih rendah
Biaya transaksi lebih murah
Eksekusi order lebih cepat
Mendapatkan lebih banyak informasi dan berita
Pergerakan harga lebih halus
Pemilihan mata uang berdasarkan gaya trading
Jika Anda trader berpengalaman, mata uang yang lebih volatil akan membawa peluang lebih banyak, tetapi juga risiko kerugian lebih besar. Pemula yang kurang pengalaman sebaiknya menghindari mata uang yang sangat volatil, karena risiko lebih tinggi daripada pasangan mata uang biasa.
Disarankan pemula mulai dari mata uang dengan volatilitas rendah, misalnya dari pasangan EUR/USD, karena likuiditas tinggi dan fluktuasi kecil, sehingga biaya lebih rendah, kondisi trading lebih baik, dan informasi lebih cepat didapat.
Bagaimana memilih platform trading valas?
Saat berinvestasi valas, pastikan memilih platform resmi yang diawasi.
Negara-negara di seluruh dunia memiliki lembaga pengawas ketat terhadap broker, seperti:
Financial Conduct Authority (FCA) Inggris(
Australian Securities and Investments Commission (ASIC))
National Futures Association (NFA) AS(
Markets in Financial Instruments Directive (MiFID) Uni Eropa)
Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC)(
Saat memilih platform, pastikan platform tersebut memiliki lisensi resmi dari lembaga pengawas tersebut. Platform resmi biasanya menawarkan transaksi tanpa komisi atau spread rendah, leverage yang fleksibel, alat trading lengkap (seperti stop loss, take profit, trailing stop, sinyal trading), dan mendukung berbagai instrumen keuangan.
Strategi dan tips trading valas
) Faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga valas
Harga valas dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk ketidakstabilan politik global, perubahan suku bunga, performa pasar saham, data ekonomi, dan lain-lain. Pelaku pasar meliputi lembaga bisnis, bank investasi, hedge fund, pemerintah, organisasi multinasional, dan investor pribadi, yang menyediakan likuiditas cukup besar. Trader perlu mempelajari fundamental pasar dan mengikuti berita untuk memahami tren mata uang.
( Menggunakan leverage untuk transaksi besar
Investor bisa membeli saat mata uang menguat (long) dan menjual saat melemah (short). Mekanisme dua arah ini membantu trader melewati pasar bearish dan mencari peluang profit di pasar yang sangat fluktuatif.
) Efek ganda leverage
Leverage tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga memperbesar ketakutan dan keserakahan. Trader yang benar-benar berpengalaman harus belajar secara sistematis dan berlatih secara konsisten. Pemula harus berhati-hati dalam mengatur rasio leverage.
( Mulai dari lot kecil
Keunggulan investasi valas adalah bisa memulai dengan modal kecil. Pemula disarankan memulai dari lot kecil, mengumpulkan pengalaman trading dalam kondisi risiko rendah, dan secara bertahap mengurangi beban psikologis.
) Membuat dan mengikuti rencana trading
Buat strategi trading yang jelas dan patuhi secara disiplin, hindari perubahan strategi yang terlalu sering. Tetapi, jika tren pasar berubah atau kondisi tidak menguntungkan, harus mampu beradaptasi dan mengubah strategi pada waktu yang tepat.
Pentingkan pengaturan stop loss dan take profit
Tentukan titik masuk dan keluar secara jelas. Misalnya, saat keuntungan mencapai 20%, langsung ambil profit. Apapun kondisi pasar, jika target tercapai, sebaiknya keluar dan menunggu peluang berikutnya.
Latihan dari akun demo
Pemula harus memahami risiko secara mendalam dan mulai latihan trading dari akun demo. Trading simulasi membantu menguji berbagai strategi, memperdalam pemahaman tentang trading valas, dan menghindari kerugian saat trading nyata.
Kesimpulan
Artikel pengantar belajar valas ini membahas lima poin utama untuk membantu pemula menguasai investasi valas, termasuk memahami jalur investasi, belajar leverage dan margin, mengenal keunggulan dan risiko, memilih mata uang yang tepat, dan memilih platform resmi.
Pasar valas memang menawarkan peluang menghasilkan uang, dan karena modal masuk rendah, leverage fleksibel, serta volatilitas tinggi, semakin banyak trader ritel yang ikut berpartisipasi. Tetapi, risiko tinggi dari trading leverage adalah hal penting yang harus dipahami sebelum masuk.
Jika mampu menanggung risiko leverage, mengincar keuntungan lebih besar, dan siap secara mental, investor harus mencari platform trading resmi untuk mulai belajar. Disarankan memulai dari akun demo gratis tanpa risiko, lalu setelah pengalaman cukup, baru bertransaksi secara nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Pemula Perdagangan Valas: Lima Poin Inti dan Pengalaman Praktis
banyak teman yang baru terjun ke dunia investasi sering bertanya—“Apakah investasi valas benar-benar bisa menghasilkan uang?” Bagi sebagian investor, jawabannya adalah ya. Pasar valas adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia, dengan volume transaksi harian lebih dari 6 triliun dolar AS, jauh melampaui total volume transaksi pasar futures dan saham.
Dulu, investasi valas sebagian besar dilakukan oleh lembaga keuangan dan orang dengan kekayaan bersih tinggi. Tetapi seiring kemajuan teknologi, investor biasa sekarang juga dapat dengan mudah masuk ke pasar valas. Saat ini, lebih dari 30% transaksi valas harian dilakukan oleh trader ritel, termasuk instrumen derivatif seperti futures dan kontrak selisih harga (CFD), yang menyebabkan jumlah trader valas ritel meningkat secara eksponensial.
Namun, seperti halnya investasi saham, pasar valas penuh dengan peluang keuntungan, risiko juga sama besar. Berbagai studi menunjukkan bahwa 70%-90% investor individu mengalami kerugian dalam trading valas. Oleh karena itu, jika Anda masih belum paham “Bagaimana cara bermain valas”, panduan pengantar belajar valas ini adalah yang Anda butuhkan.
Apa saja jalur investasi valas?
Sebelum memulai investasi valas, sebaiknya pahami dulu berbagai jalur investasi yang ada.
Tukar mata uang
Format paling dasar dari trading valas adalah menukar satu mata uang dengan mata uang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berwisata ke Jepang, kita perlu menukar dolar Taiwan menjadi yen Jepang. Proses ini melibatkan transaksi valas paling sederhana.
Deposito valas
Jika investor ingin mengonversi dolar Taiwan ke mata uang lain untuk menghindari risiko atau melindungi nilai, mereka dapat membuka deposito valas di bank dan melakukan transaksi beli/jual. Cara ini termasuk dalam “transaksi spot valas”, yaitu bentuk investasi valas paling dasar.
Deposito valas memiliki karakteristik volume transaksi besar dan risiko serta keuntungan rendah, cocok untuk pemula yang baru mengenal investasi valas. Perlu diperhatikan bahwa setiap bank menetapkan batas minimum setoran berbeda untuk berbagai mata uang, dan jika membatalkan deposito sebelum jatuh tempo, akan kehilangan sebagian bunga. Oleh karena itu, disarankan menggunakan dana yang tidak diperlukan dalam waktu dekat untuk deposito.
Trading margin valas
Metode dengan risiko dan keuntungan lebih tinggi adalah “Trading margin valas”, cocok untuk investor yang sudah memiliki pengalaman tertentu. Trading margin valas memiliki ambang masuk yang relatif rendah, sering disebut sebagai “main valas”, yang membutuhkan analisis pasar mata uang dan prediksi arah kurs, serta mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual.
Investor dapat membuka rekening di bank atau broker valas, menyetor margin sesuai proporsi, dan mulai trading. Batas minimum pembukaan rekening berbeda-beda tergantung lembaga. Mayoritas broker menawarkan leverage sebesar 1:30, 1:100, 1:200, 1:500 dan lain-lain.
Keunggulan trading margin valas adalah modal masuk yang rendah, transaksi 24 jam, dan fleksibilitas dalam posisi long/short. Misalnya, jika percaya euro akan menguat terhadap dolar AS, bisa membeli EUR/USD; jika percaya euro akan melemah, bisa menjual EUR/USD. Jika prediksi harga sesuai, akan mendapatkan keuntungan, sebaliknya akan mengalami kerugian.
Namun, risiko terbesar dari trading margin adalah “margin call”—yaitu saat fluktuasi harga menyebabkan modal hilang seluruhnya. Oleh karena itu, saat trading margin, harus memperhatikan pengendalian risiko, menetapkan stop loss dan take profit, serta menggunakan leverage secara bijak.
Saat memilih broker, harus waspada terhadap penipuan. Banyak platform ilegal yang mengaku sebagai lembaga resmi atau menipu investor melalui media sosial untuk mengumpulkan dana. Pastikan broker valas yang dipilih memiliki lisensi resmi dari otoritas pengawas keuangan. Broker resmi tidak akan melakukan manipulasi harga, mengelola akun orang lain, atau sulit melakukan penarikan dana.
Poin penting belajar valas: Penggunaan leverage dan margin yang benar
Penyebab utama kerugian bagi pemula adalah ketidakmampuan menggunakan leverage dan margin secara tepat. “Leverage tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga memperbesar ketakutan dan keserakahan investor.” Trader profesional harus belajar secara sistematis dan berlatih secara cukup agar mampu mengendalikan leverage dan margin.
Apa itu leverage?
Leverage memungkinkan investor membuka posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil, sehingga bisa “menggandakan” potensi keuntungan. Cara ini memanfaatkan dana trading secara maksimal.
Misalnya, jika broker menawarkan leverage 20:1, berarti posisi yang bisa dibuka adalah 20 kali dari saldo akun. Jika membeli 40.000 unit EUR/USD, hanya perlu 2.000 euro sebagai margin.
Apa itu margin valas?
Margin valas berasal dari tahun 1970-an dan merupakan instrumen derivatif keuangan. Margin biasanya dinyatakan sebagai persentase dari total posisi, misalnya 2%, 5%, atau 25%. Leverage dinyatakan sebagai rasio, seperti 10:1, 50:1, 100:1, 200:1, 400:1, 500:1 dan lain-lain.
▶ 50:1: Untuk setiap 1 dolar yang disetor sebagai modal awal, bisa membuka posisi hingga 50 dolar. Contohnya, menyetor 500 dolar, bisa melakukan transaksi sebesar 25.000 dolar.
▶ 100:1: Leverage standar untuk akun reguler. Dengan modal 2.000 dolar, bisa melakukan transaksi valas hingga 200.000 dolar.
▶ 200:1: Leverage untuk akun mini. Kebanyakan broker menetapkan margin minimum sebesar 500 dolar untuk akun ini.
▶ 400:1: Dengan rasio ini, setiap dolar bisa diperdagangkan hingga 400 dolar. Banyak broker menawarkan leverage ini untuk akun mini.
Efek nyata leverage
Misalnya, trading EURUSD dengan modal 1.000 dolar, menggunakan leverage berbeda akan menghasilkan hasil berbeda:
Dari tabel terlihat bahwa leverage dapat memperbesar fluktuasi mata uang. Saat menyetor modal $1.000 dan menggunakan leverage 200:1, perubahan harga hanya 5% dapat menyebabkan keuntungan atau kerugian sebesar $10.000.
Jelas bahwa leverage dapat membantu memperbesar keuntungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian besar. Disarankan pemula menggunakan leverage yang lebih rendah, dan trader berpengalaman biasanya membatasi leverage di bawah 10:1. Trader sukses akan membuat strategi yang matang, menyesuaikan timeframe, dan langsung keluar saat target tercapai.
Keunggulan dan risiko investasi valas
Berbeda dengan pasar keuangan lain, pasar valas memiliki karakteristik unik.
Keunggulan investasi valas
Risiko investasi valas
Pemula harus berpikir matang: “Apakah saya cocok untuk trading valas?” Trading valas membutuhkan fleksibilitas dan partisipasi tinggi. Jika hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan, risiko kerugian besar sangat mungkin terjadi. Investor valas menghadapi risiko tinggi, volatilitas tinggi, dan leverage besar. Trader yang sukses harus terus belajar, menguasai teknik pengelolaan modal yang efektif, membuat rencana trading yang matang, dan memiliki kemampuan menanggung risiko.
Panduan belajar valas: Mata uang apa yang harus dipilih pemula?
Di seluruh dunia ada 180 jenis mata uang berbeda. Berdasarkan karakteristiknya, mata uang dalam trading valas terbagi menjadi empat kategori utama:
● Mata uang kebijakan: pergerakannya dipengaruhi oleh kebijakan dan kondisi ekonomi negara tersebut, seperti dolar AS, euro
● Mata uang safe haven: digunakan untuk menghindari risiko dalam perdagangan internasional dan pasar keuangan, seperti yen Jepang
● Mata uang komoditas: dipengaruhi oleh ekspor komoditas besar, seperti dolar Australia, rubel Rusia
● Mata uang pasar berkembang: dikendalikan ketat oleh pemerintah dan relatif stabil, seperti yuan
Pemula dalam trading valas bisa memilih tiga kategori pertama untuk memulai. Berikut sepuluh mata uang dengan volume transaksi tertinggi (likuiditas tertinggi), menyumbang hampir 90% dari volume pasar valas:
📌Perlu diperhatikan: semakin besar volume transaksi suatu pasangan mata uang, semakin tinggi likuiditasnya, spread lebih kecil, dan selisih harga beli dan jual lebih tipis, seperti EUR/USD. Sedangkan AUD sebagai mata uang komoditas sangat dipengaruhi oleh harga bahan mentah, bijih besi, daging sapi, wol, sehingga harga AUD/USD(AUDUSD) cenderung lebih fluktuatif.
Keunggulan pasangan mata uang likuid tinggi
Pemilihan mata uang berdasarkan gaya trading
Jika Anda trader berpengalaman, mata uang yang lebih volatil akan membawa peluang lebih banyak, tetapi juga risiko kerugian lebih besar. Pemula yang kurang pengalaman sebaiknya menghindari mata uang yang sangat volatil, karena risiko lebih tinggi daripada pasangan mata uang biasa.
Disarankan pemula mulai dari mata uang dengan volatilitas rendah, misalnya dari pasangan EUR/USD, karena likuiditas tinggi dan fluktuasi kecil, sehingga biaya lebih rendah, kondisi trading lebih baik, dan informasi lebih cepat didapat.
Bagaimana memilih platform trading valas?
Saat berinvestasi valas, pastikan memilih platform resmi yang diawasi.
Negara-negara di seluruh dunia memiliki lembaga pengawas ketat terhadap broker, seperti:
Saat memilih platform, pastikan platform tersebut memiliki lisensi resmi dari lembaga pengawas tersebut. Platform resmi biasanya menawarkan transaksi tanpa komisi atau spread rendah, leverage yang fleksibel, alat trading lengkap (seperti stop loss, take profit, trailing stop, sinyal trading), dan mendukung berbagai instrumen keuangan.
Strategi dan tips trading valas
) Faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga valas
Harga valas dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk ketidakstabilan politik global, perubahan suku bunga, performa pasar saham, data ekonomi, dan lain-lain. Pelaku pasar meliputi lembaga bisnis, bank investasi, hedge fund, pemerintah, organisasi multinasional, dan investor pribadi, yang menyediakan likuiditas cukup besar. Trader perlu mempelajari fundamental pasar dan mengikuti berita untuk memahami tren mata uang.
( Menggunakan leverage untuk transaksi besar
Investor bisa membeli saat mata uang menguat (long) dan menjual saat melemah (short). Mekanisme dua arah ini membantu trader melewati pasar bearish dan mencari peluang profit di pasar yang sangat fluktuatif.
) Efek ganda leverage
Leverage tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga memperbesar ketakutan dan keserakahan. Trader yang benar-benar berpengalaman harus belajar secara sistematis dan berlatih secara konsisten. Pemula harus berhati-hati dalam mengatur rasio leverage.
( Mulai dari lot kecil
Keunggulan investasi valas adalah bisa memulai dengan modal kecil. Pemula disarankan memulai dari lot kecil, mengumpulkan pengalaman trading dalam kondisi risiko rendah, dan secara bertahap mengurangi beban psikologis.
) Membuat dan mengikuti rencana trading
Buat strategi trading yang jelas dan patuhi secara disiplin, hindari perubahan strategi yang terlalu sering. Tetapi, jika tren pasar berubah atau kondisi tidak menguntungkan, harus mampu beradaptasi dan mengubah strategi pada waktu yang tepat.
Pentingkan pengaturan stop loss dan take profit
Tentukan titik masuk dan keluar secara jelas. Misalnya, saat keuntungan mencapai 20%, langsung ambil profit. Apapun kondisi pasar, jika target tercapai, sebaiknya keluar dan menunggu peluang berikutnya.
Latihan dari akun demo
Pemula harus memahami risiko secara mendalam dan mulai latihan trading dari akun demo. Trading simulasi membantu menguji berbagai strategi, memperdalam pemahaman tentang trading valas, dan menghindari kerugian saat trading nyata.
Kesimpulan
Artikel pengantar belajar valas ini membahas lima poin utama untuk membantu pemula menguasai investasi valas, termasuk memahami jalur investasi, belajar leverage dan margin, mengenal keunggulan dan risiko, memilih mata uang yang tepat, dan memilih platform resmi.
Pasar valas memang menawarkan peluang menghasilkan uang, dan karena modal masuk rendah, leverage fleksibel, serta volatilitas tinggi, semakin banyak trader ritel yang ikut berpartisipasi. Tetapi, risiko tinggi dari trading leverage adalah hal penting yang harus dipahami sebelum masuk.
Jika mampu menanggung risiko leverage, mengincar keuntungan lebih besar, dan siap secara mental, investor harus mencari platform trading resmi untuk mulai belajar. Disarankan memulai dari akun demo gratis tanpa risiko, lalu setelah pengalaman cukup, baru bertransaksi secara nyata.