Likuiditas global meningkat pesat: pasar kripto menyambut peluang baru, apakah yang besar akan datang?
Melalui grafik likuiditas global mingguan terbaru menunjukkan bahwa sejak titik terendah 2023-2024, indikator ini telah pulih dengan kuat dan mempercepat kenaikan dari akhir 2025 hingga awal 2026, menembus rekor tertinggi, mendekati triliun dolar. Panah merah dalam grafik menonjolkan momentum “pump” terbaru, mencerminkan bank sentral utama terus menyuntikkan dana, memperluas pasokan uang melalui kebijakan pelonggaran. Fenomena ini sangat positif bagi aset berisiko terutama Bitcoin. Secara historis, lonjakan likuiditas sering kali menandakan pasar bullish kripto: seperti tahun 2017 dan 2020-2021, harga BTC melonjak secara drastis; sebaliknya, pengencangan pada 2022 memicu kejatuhan pasar. Inti dari likuiditas adalah efek “cetak uang”, yang sangat terkait dengan arah BTC (tingkat korelasi lebih dari 80%), dan harga biasanya tertinggal 6-12 bulan. Saat ini, BTC berkisar di antara @E5@.000-@E5@.000 dolar, sedang dalam tahap “pengejaran”, analis memprediksi kemungkinan terjadinya kenaikan besar lagi pada 2026, mendorong BTC melampaui 10.000 dolar. Secara lebih luas, likuiditas yang cukup akan menguntungkan seluruh ekosistem kripto, termasuk altcoin, DeFi, dan aset dunia nyata (RWA), menarik dana institusi dan permintaan ETF. Namun, perlu waspada terhadap risiko: jika inflasi tidak terkendali atau peristiwa geopolitik memicu pengetatan kebijakan, pasar bisa mengalami koreksi tajam. Secara keseluruhan, likuiditas “pump” yang kuat di awal tahun 2026 memberikan bahan bakar yang cukup untuk pasar bullish kripto, dan investor harus memantau perubahan indikator secara ketat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Likuiditas global meningkat pesat: pasar kripto menyambut peluang baru, apakah yang besar akan datang?
Melalui grafik likuiditas global mingguan terbaru menunjukkan bahwa sejak titik terendah 2023-2024, indikator ini telah pulih dengan kuat dan mempercepat kenaikan dari akhir 2025 hingga awal 2026, menembus rekor tertinggi, mendekati triliun dolar.
Panah merah dalam grafik menonjolkan momentum “pump” terbaru, mencerminkan bank sentral utama terus menyuntikkan dana, memperluas pasokan uang melalui kebijakan pelonggaran. Fenomena ini sangat positif bagi aset berisiko terutama Bitcoin.
Secara historis, lonjakan likuiditas sering kali menandakan pasar bullish kripto: seperti tahun 2017 dan 2020-2021, harga BTC melonjak secara drastis; sebaliknya, pengencangan pada 2022 memicu kejatuhan pasar. Inti dari likuiditas adalah efek “cetak uang”, yang sangat terkait dengan arah BTC (tingkat korelasi lebih dari 80%), dan harga biasanya tertinggal 6-12 bulan.
Saat ini, BTC berkisar di antara @E5@.000-@E5@.000 dolar, sedang dalam tahap “pengejaran”, analis memprediksi kemungkinan terjadinya kenaikan besar lagi pada 2026, mendorong BTC melampaui 10.000 dolar.
Secara lebih luas, likuiditas yang cukup akan menguntungkan seluruh ekosistem kripto, termasuk altcoin, DeFi, dan aset dunia nyata (RWA), menarik dana institusi dan permintaan ETF. Namun, perlu waspada terhadap risiko: jika inflasi tidak terkendali atau peristiwa geopolitik memicu pengetatan kebijakan, pasar bisa mengalami koreksi tajam.
Secara keseluruhan, likuiditas “pump” yang kuat di awal tahun 2026 memberikan bahan bakar yang cukup untuk pasar bullish kripto, dan investor harus memantau perubahan indikator secara ketat.