Perdagangan berjangka dari nol: Apa itu berjangka, bagaimana cara bermain, dan bagaimana menghindari risiko

Banyak investor pemula yang mulai mengenal saham, segera akan mendengar konsep futures ini. Tapi apa sebenarnya futures itu? Mengapa ada yang mendapatkan keuntungan besar dari sana, sementara yang lain malah kehilangan seluruh modal? Artikel ini akan membawamu memahami esensi dari trading futures secara mendalam.

Apa itu futures? Penjelasan singkat

Futures adalah kontrak standar yang mengikat pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi sejumlah tertentu aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati hari ini. Aset tersebut bisa berupa kedelai, emas, minyak mentah, atau indeks saham, kurs, bahkan obligasi.

Poin utama: Kamu hanya perlu membayar margin sebagian untuk mengunci posisi, bukan seluruh nilai kontrak. Inilah perbedaan terbesar futures dengan spot.

Sejarah futures: dari risiko pertanian

Futures lahir terkait erat dengan pertanian. Pada masa awal, petani menghadapi risiko pasar yang besar—panen melimpah harga jatuh, gagal panen harga melonjak. Untuk menghindari fluktuasi harga yang tak terkendali ini, pedagang dan petani mulai menandatangani kontrak: tahun ini dengan harga tetap, akan mengirimkan sejumlah hasil panen di tahun berikutnya.

Gagasan sederhana ini berkembang menjadi pasar futures modern. Dibandingkan dengan zaman Dinasti China yang mengatur gudang resmi untuk menstabilkan harga, negara-negara Barat lebih dulu menemukan cara mengelola risiko melalui kontrak.

Apa bedanya futures dan spot?

Dimensi Futures Spot
Objek transaksi Kontrak Barang/aset nyata
Modal yang dibutuhkan Hanya margin (5-10%) Pembayaran penuh
Waktu jatuh tempo Ada tanggal pengiriman tetap Tidak terbatas, bisa dipakai kapan saja
Leverage Ada leverage, keuntungan/risk diperbesar Tanpa leverage
Arah transaksi Bisa long maupun short Biasanya hanya long

Singkatnya, futures menggunakan modal kecil untuk mengontrol posisi besar, sedangkan spot adalah membeli sejumlah barang sesuai dana yang ada.

Apa saja informasi dalam kontrak futures?

Setiap kontrak futures secara jelas mencantumkan:

  • Nama dan kode aset
  • Jumlah transaksi (spesifikasi kontrak)
  • Ukuran perubahan harga terkecil
  • Waktu transaksi
  • Tanggal pengiriman/jatuh tempo
  • Metode penyelesaian (fisik atau cash settlement)

Detail ini menentukan ruang gerak dan risiko yang akan dihadapi.

Bagaimana cara bermain futures? 5 langkah dasar

Langkah pertama: Tentukan jenis tradingmu

Pertama, tanyakan pada diri sendiri: Apakah aku investor jangka panjang atau trader jangka pendek?

  • Investor jangka panjang: futures bukan alat utama, hanya untuk hedging risiko (misalnya, memegang saham dan menggunakan short futures untuk melindungi dari penurunan)
  • Trader jangka pendek: bisa aktif trading futures, memanfaatkan leverage untuk memperbesar keuntungan jangka pendek

Langkah kedua: Buka akun di broker futures resmi

Futures adalah produk standar yang diterbitkan bursa. Kamu harus melalui broker berlisensi untuk ikut bertransaksi. Ada berbagai bursa di berbagai negara:

  • Bursa Futures Taiwan (futures indeks Taiwan)
  • CME (Chicago Mercantile Exchange) untuk indeks saham AS
  • NYMEX (New York Mercantile Exchange) untuk energi
  • SGX (Singapore Exchange) untuk berbagai pasar

Kriteria utama memilih broker: keamanan, harga yang akurat, biaya kompetitif.

Langkah ketiga: Latihan pakai akun demo

99% pemula sebaiknya mulai latihan dengan dana virtual. Melalui trading demo, kamu bisa:

  • Uji strategi trading apakah menguntungkan
  • Kenali antarmuka platform
  • Rasakan tekanan psikologis (meski pakai dana virtual)

Yang terpenting, sejak awal bangun disiplin stop loss dan take profit yang ketat.

Langkah keempat: Pilih instrumen trading

Jenis futures utama meliputi:

Indeks futures: S&P 500, Nasdaq 100, Dow Jones Industrial

Futures komoditas pertanian: gandum, jagung, kedelai, kapas, gula, kopi

Futures logam: emas, perak, tembaga, platinum

Futures energi: minyak mentah, gas alam, minyak pemanas, bensin

Futures suku bunga: obligasi pemerintah berbagai tenor

Pemula disarankan mulai dari instrumen yang likuid dan volatilitasnya relatif stabil (misalnya indeks utama).

Langkah kelima: Deposit dana dan buat rencana trading

Sebelum deposit, pelajari margin minimum dari kontrak futures tersebut. Saat buat rencana trading, harus mencakup:

  • Prediksi arah pasar dan dasar analisisnya
  • Harga masuk yang diharapkan
  • Titik stop loss
  • Titik take profit
  • Persentase kerugian maksimal dari total modal (disarankan tidak lebih dari 2%)

Beli (long) atau jual (short)? Dua operasi dasar

Long (bullish): memperkirakan harga aset akan naik

Contoh: Kamu yakin indeks saham AS akan rebound, bank sentral akan menggelontorkan likuiditas. Saatnya beli futures indeks, tunggu naik lalu jual untuk ambil keuntungan.

Short (bearish): memperkirakan harga akan turun

Contoh: Kamu prediksi harga minyak akan anjlok, bisa langsung jual kontrak futures minyak. Jika harga benar turun, beli kembali di harga lebih rendah, lalu dapat selisihnya.

Keunggulan futures, kedua operasi ini sama mudahnya, tidak seperti short saham yang harus pinjam saham dan bayar bunga.

Keunggulan futures: kenapa orang memilihnya?

1. Dengan modal kecil, potensi keuntungan besar

Margin memungkinkan kamu mengontrol posisi senilai ratusan juta dengan modal 10 juta. Ini daya tarik utama futures.

2. Fleksibilitas long maupun short

Di pasar saham, short selling sulit dan harus pinjam saham. Di futures, keduanya sama mudah. Saat pasar naik, long; saat turun, short. Tidak ada peluang yang terlewat.

3. Lindung nilai risiko yang sudah ada

Misalnya kamu punya portofolio saham senilai 1 miliar, khawatir pasar turun. Kamu bisa melakukan short futures indeks untuk hedging. Jika pasar turun, keuntungan dari posisi futures bisa menutup kerugian saham.

4. Likuiditas tinggi

Pasar futures internasional banyak peserta, transaksi sering, spread kecil. Untuk modal besar, mudah masuk dan keluar posisi.

Risiko futures: kenyataan yang harus dihadapi

1. Leverage adalah pedang bermata dua

Leverage memperbesar keuntungan, tapi juga kerugian. Kalau untung 10 kali lipat, kerugian juga bisa 10 kali lipat. Inilah mengapa pemula sering mengalami margin call dan likuidasi paksa.

2. Potensi kerugian tak terbatas

Beli saham paling buruk kehilangan modal. Tapi futures hanya membutuhkan margin, jika harga bergerak ekstrem, kamu bisa berutang ke broker. Secara teori, kerugian bisa tak terbatas.

3. Tekanan margin call

Kalau harga bergerak tidak menguntungkan, broker akan minta tambahan margin (margin call). Kalau tidak bisa, posisi akan dilikuidasi paksa, kerugian pasti terjadi.

4. Kontrak ada tanggal jatuh tempo

Berbeda dengan saham yang bisa dipertahankan kapan saja, futures harus ditutup sebelum tanggal pengiriman. Kalau lupa, bisa terpaksa menerima pengiriman fisik atau rugi.

5. Modal awal tampak rendah, tapi syaratnya tinggi

Walau margin kecil, trading futures membutuhkan analisis teknikal, psikologi kuat, dan manajemen risiko yang baik. Makanya, kebanyakan pelaku futures adalah institusi, bukan retail.

Manajemen risiko: nyawa dari trading futures

Agar bertahan di pasar futures, harus melakukan:

Pasang stop loss dan take profit sejak awal: tentukan target keuntungan dan batas kerugian sebelum masuk posisi. Jangan berharap “nanti balik lagi”.

Kontrol ukuran posisi: kerugian maksimal per transaksi tidak lebih dari 2% dari total modal.

Pilih kontrak likuid: kontrak bulan jauh biasanya kurang likuid dan rawan terjebak. Lebih baik fokus pada kontrak bulan dekat yang mendekati tanggal pengiriman.

Lakukan review rutin: catat setiap transaksi, analisis penyebab masuk dan keluar. Ini kunci untuk belajar dan berkembang.

Kuatkan mental: futures memperbesar emosi, ketakutan dan keserakahan. Kalau tidak mampu menerima fluktuasi 10% dalam sehari, jangan trading futures.

Contract for Difference (CFD): alternatif selain futures

CFD adalah instrumen yang berada di antara futures dan spot. Ia mempertahankan keunggulan futures (leverage, fleksibilitas long/short), tapi memperbaiki kekurangannya:

Keunggulan CFD:

  • Tidak ada tanggal pengiriman, bisa dipakai kapan saja
  • Lebih banyak instrumen (lebih dari 200 produk di platform tertentu)
  • Spesifikasi kontrak lebih fleksibel, leverage bisa dipilih 1-200x
  • Margin lebih rendah

Kekurangan CFD:

  • Likuiditas bisa lebih rendah dibanding futures standar
  • Perlu paham mekanisme risiko platform

CFD cocok untuk trader kecil yang ingin diversifikasi dan leverage tinggi, tapi risiko tetap ada—apalagi leverage kecil pun bisa bikin likuidasi kalau tidak hati-hati.

Kata penutup

Apa itu futures? Ia adalah alat kekuasaan yang memungkinkan kamu memanfaatkan leverage untuk menambah kekayaan, sekaligus menanggung risiko kerugian tak terbatas.

Sebelum trading futures, tanyakan tiga hal ini:

  1. Apakah aku benar-benar memahami risiko futures?
  2. Apakah aku punya disiplin dan sistem manajemen risiko yang ketat?
  3. Apakah dana yang aku miliki mampu menanggung fluktuasi ini?

Kalau jawabannya “iya”, futures bisa jadi senjata ampuh. Kalau masih ragu, coba pakai akun demo selama 3 bulan untuk uji strategi. Pasar futures tidak akan lari, tapi modalmu bisa hilang kapan saja.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)