Pasar Fokus: Probabilitas Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve Desember Terkunci di 85%, Tekan Prospek Penguatan Dolar
Euro/USD dalam dua hari berturut-turut mengalami kenaikan, menyentuh level 1.1595, dengan kenaikan sebesar 0.22%. Dorongan utama di balik kenaikan ini adalah ekspektasi kuat trader terhadap kebijakan pelonggaran Federal Reserve yang akan datang. Berdasarkan data alat pengamatan Federal Reserve CME, probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Desember tetap di posisi tinggi 85%, yang berarti pasar hampir memastikan akhir dari siklus kenaikan suku bunga dolar.
Sementara itu, indeks dolar (DXY) juga tidak luput, turun 0.21% menjadi 99.57, mencerminkan menurunnya daya tarik dolar sebagai aset safe haven.
Data Ekonomi Campuran, Sentimen Pasar Masih Cenderung Lemah terhadap Dolar
Data mingguan menunjukkan bahwa jumlah klaim pengangguran awal di AS terus membaik. Hingga minggu 21 November, jumlah klaim pengangguran awal turun menjadi 216.000, lebih baik dari perkiraan 225.000, dan juga lebih rendah dari angka sebelumnya 222.000. Ini tampaknya mengirim sinyal bahwa pasar tenaga kerja tetap kokoh.
Namun, kinerja pesanan barang tahan lama menunjukkan perlambatan. Pada bulan September, pesanan barang tahan lama hanya meningkat 0.5% secara bulanan, jauh di bawah kenaikan 2.9% di bulan Agustus, meskipun tetap di atas perkiraan 0.3%, tren perlambatan terlihat jelas. Setelah dikurangi transportasi dan pertahanan, pesanan inti meningkat 0.9% secara bulanan, melebihi perkiraan 0.2%.
Kontradiksi data ini tidak mengubah kecenderungan pesimis pasar. Trader umumnya berpendapat bahwa konsumsi yang lemah, kekhawatiran terhadap prospek pendapatan dan kondisi keuangan rumah tangga yang meningkat, telah membuka jalan bagi Federal Reserve untuk melanjutkan pemotongan suku bunga.
Sikap Bank Sentral Eropa Tegas, Isyarat Ruang Pemotongan Suku Bunga Terbatas
Berbeda dengan kecenderungan pelonggaran Federal Reserve, pejabat ECB mengirimkan sinyal yang relatif hawkish. Wakil Presiden ECB de Gindos menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah cukup wajar. Anggota Dewan Kebijakan, Vujicic, bahkan secara langsung mengatakan: Pemotongan suku bunga lebih lanjut harus melihat penurunan jalur inflasi.
Chief Economist ECB, Lane, menambahkan bahwa untuk mempertahankan target inflasi, perlu pengamatan terhadap percepatan inflasi non-energi. Pernyataan ini menunjukkan kemungkinan besar ECB akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sepanjang tahun ini, yang juga mendukung penguatan euro terhadap dolar.
Analisis Teknikal: 1.1600 Menjadi Titik Kunci
Dari grafik, euro/USD telah menembus MA 20 hari (SMA) di 1.1556, tetapi terhalang di level 1.1600. RSI menunjukkan momentum yang masih optimis, tetapi sudah mendatar, mengindikasikan fase konsolidasi akan segera terjadi.
Jika menembus 1.1600, tekanan dari pembeli akan menghadapi resistance di area MA 50 dan MA 100 di 1.1631/1.1646, kemudian di level psikologis 1.1700. Sebaliknya, jika turun di bawah 1.1550, area permintaan berikutnya berada di 1.1500. Dalam skenario pelemahan lebih lanjut, support penting berada di sekitar MA 200 di 1.1426.
Fokus pasar saat ini sudah jelas: keinginan Federal Reserve untuk memotong suku bunga versus ekspektasi penurunan kenaikan suku bunga dolar, keduanya menentukan arah jangka pendek euro terhadap dolar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Euro/USD berfluktuasi di sekitar level 1.16, ekspektasi kenaikan suku bunga dolar AS mereda dan mendorong penguatan euro
Pasar Fokus: Probabilitas Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve Desember Terkunci di 85%, Tekan Prospek Penguatan Dolar
Euro/USD dalam dua hari berturut-turut mengalami kenaikan, menyentuh level 1.1595, dengan kenaikan sebesar 0.22%. Dorongan utama di balik kenaikan ini adalah ekspektasi kuat trader terhadap kebijakan pelonggaran Federal Reserve yang akan datang. Berdasarkan data alat pengamatan Federal Reserve CME, probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Desember tetap di posisi tinggi 85%, yang berarti pasar hampir memastikan akhir dari siklus kenaikan suku bunga dolar.
Sementara itu, indeks dolar (DXY) juga tidak luput, turun 0.21% menjadi 99.57, mencerminkan menurunnya daya tarik dolar sebagai aset safe haven.
Data Ekonomi Campuran, Sentimen Pasar Masih Cenderung Lemah terhadap Dolar
Data mingguan menunjukkan bahwa jumlah klaim pengangguran awal di AS terus membaik. Hingga minggu 21 November, jumlah klaim pengangguran awal turun menjadi 216.000, lebih baik dari perkiraan 225.000, dan juga lebih rendah dari angka sebelumnya 222.000. Ini tampaknya mengirim sinyal bahwa pasar tenaga kerja tetap kokoh.
Namun, kinerja pesanan barang tahan lama menunjukkan perlambatan. Pada bulan September, pesanan barang tahan lama hanya meningkat 0.5% secara bulanan, jauh di bawah kenaikan 2.9% di bulan Agustus, meskipun tetap di atas perkiraan 0.3%, tren perlambatan terlihat jelas. Setelah dikurangi transportasi dan pertahanan, pesanan inti meningkat 0.9% secara bulanan, melebihi perkiraan 0.2%.
Kontradiksi data ini tidak mengubah kecenderungan pesimis pasar. Trader umumnya berpendapat bahwa konsumsi yang lemah, kekhawatiran terhadap prospek pendapatan dan kondisi keuangan rumah tangga yang meningkat, telah membuka jalan bagi Federal Reserve untuk melanjutkan pemotongan suku bunga.
Sikap Bank Sentral Eropa Tegas, Isyarat Ruang Pemotongan Suku Bunga Terbatas
Berbeda dengan kecenderungan pelonggaran Federal Reserve, pejabat ECB mengirimkan sinyal yang relatif hawkish. Wakil Presiden ECB de Gindos menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah cukup wajar. Anggota Dewan Kebijakan, Vujicic, bahkan secara langsung mengatakan: Pemotongan suku bunga lebih lanjut harus melihat penurunan jalur inflasi.
Chief Economist ECB, Lane, menambahkan bahwa untuk mempertahankan target inflasi, perlu pengamatan terhadap percepatan inflasi non-energi. Pernyataan ini menunjukkan kemungkinan besar ECB akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sepanjang tahun ini, yang juga mendukung penguatan euro terhadap dolar.
Analisis Teknikal: 1.1600 Menjadi Titik Kunci
Dari grafik, euro/USD telah menembus MA 20 hari (SMA) di 1.1556, tetapi terhalang di level 1.1600. RSI menunjukkan momentum yang masih optimis, tetapi sudah mendatar, mengindikasikan fase konsolidasi akan segera terjadi.
Jika menembus 1.1600, tekanan dari pembeli akan menghadapi resistance di area MA 50 dan MA 100 di 1.1631/1.1646, kemudian di level psikologis 1.1700. Sebaliknya, jika turun di bawah 1.1550, area permintaan berikutnya berada di 1.1500. Dalam skenario pelemahan lebih lanjut, support penting berada di sekitar MA 200 di 1.1426.
Fokus pasar saat ini sudah jelas: keinginan Federal Reserve untuk memotong suku bunga versus ekspektasi penurunan kenaikan suku bunga dolar, keduanya menentukan arah jangka pendek euro terhadap dolar.