Dalam dunia investasi, kata “Yield” sering digunakan. Tetapi banyak orang masih belum memahami arti sebenarnya atau apa yang dimaksud dengan yield secara mendalam. Masalah ini mempengaruhi pengambilan keputusan investasi mereka. Hari ini kita akan membahas arti, cara perhitungan, dan penerapan Yield dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami.
Yield adalah apa sebenarnya?
Yield atau dalam bahasa Indonesia disebut “Tingkat Pengembalian” adalah angka yang menunjukkan berapa banyak keuntungan yang akan dihasilkan dari investasi Anda dalam periode tertentu, dinyatakan dalam persentase per tahun.
Bayangkan Anda menanamkan uang sebesar 1.000 rupiah ke dalam suatu aset dan mendapatkan hasil kembali, atau menyimpan sebagian pendapatan. Jika dinyatakan sebagai persentase dari modal awal, itu adalah Yield.
Berapa banyak tipe Yield? Mari kita kenali
Yield memiliki berbagai tipe, tergantung pada jenis aset yang Anda investasikan:
1. Dividend Yield - Hasil dari dividen
Dividend Yield adalah ukuran pengembalian dari dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham, dibandingkan dengan harga saham.
Rumus perhitungan: Dividend Yield = (Dividen per saham ÷ Harga saham saat ini) × 100%
Contoh nyata: Perusahaan XYZ memiliki harga saham 200 rupiah dan membayar dividen 10 rupiah per saham, maka Dividend Yield = (10 ÷ 200) × 100% = 5%
2. Bond Yield - Hasil dari obligasi
Bond Yield adalah pengembalian yang akan Anda terima dari investasi obligasi atau surat utang lainnya, dihitung dari bunga yang dibayarkan per tahun dibandingkan dengan nilai obligasi.
Rumus perhitungan: Bond Yield = (Bunga per tahun ÷ Harga beli obligasi) × 100%
Contoh: Anda membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 4% per tahun, maka Bond Yield = (40 ÷ 1.000) × 100% = 4%
3. Earnings Yield - Hasil dari laba
Earnings Yield mengukur dari laba bersih per saham dibandingkan dengan harga saat ini dari saham.
Rumus perhitungan: Earnings Yield = (Laba bersih per saham ÷ Harga saham saat ini) × 100%
4. Mutual Funds Yield - Hasil dari reksa dana
Mutual Funds Yield dihitung dari seluruh pendapatan dari reksa dana, (dividen dan bunga), dibagi dengan nilai bersih aset reksa dana.
Rumus perhitungan: Mutual Funds Yield = (Seluruh pendapatan ÷ Nilai bersih aset reksa dana) × 100%
Apa faktor yang mempengaruhi Yield?
Hasil dari investasi tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi Yield:
Jenis aset: Saham biasa cenderung memberikan Yield yang lebih fluktuatif dibandingkan obligasi karena tingkat risiko yang berbeda.
Kondisi pasar: Suku bunga, kondisi ekonomi, dan stabilitas politik semuanya mempengaruhi Yield yang diharapkan.
Periode investasi: Biasanya, investasi jangka panjang akan memberikan Yield yang lebih tinggi karena waktu yang lebih lama untuk uang bekerja.
Tingkat risiko: Aset dengan risiko tinggi biasanya harus menawarkan Yield yang lebih tinggi sebagai kompensasi risiko tersebut.
Kebijakan perusahaan: Pembayaran dividen, kebijakan investasi, dan manajemen mempengaruhi Yield yang akan diterima investor.
Cara dasar menghitung Yield
Untuk aset umum, rumus dasar adalah:
Yield = ((Harga saat ini – Harga beli) ÷ Harga beli) × 100%
Namun, setiap jenis aset mungkin memiliki metode perhitungan yang berbeda tergantung pada karakteristiknya.
Apakah Yield sama dengan Return?
Ini adalah titik di mana banyak orang bingung:
Yield = pengembalian yang diharapkan, tidak termasuk perubahan harga aset
Return = pengembalian yang sebenarnya diperoleh, termasuk perubahan harga dan pendapatan
Contoh: Anda membeli saham seharga 100 rupiah dan menerima dividen 5 rupiah (Dividend Yield = 5%), tetapi harga saham naik menjadi 120 rupiah, keuntungan dari kenaikan harga adalah 20 rupiah, maka Return sebenarnya = (5 + 20) / 100 × 100% = 25%
Aset mana yang memberikan Yield tertinggi?
Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang, karena tergantung pada:
Saham: Memberikan Yield tinggi dalam jangka panjang, cocok untuk yang sabar terhadap volatilitas.
Properti: Memberikan Yield dari sewa dan kenaikan nilai, cocok untuk investor dengan modal besar.
Reksa dana: Memberikan Yield yang beragam tergantung kebijakan investasi, cocok untuk diversifikasi risiko.
Surat utang: Memberikan Yield lebih rendah tetapi risiko lebih kecil, cocok untuk yang menginginkan kestabilan.
Aset digital: Memberikan Yield tinggi tetapi sangat berisiko, cocok untuk yang paham pasar.
Kesimpulan: Mengapa penting memahami Yield?
Yield adalah alat dasar yang membantu Anda membuat keputusan investasi secara cerdas. Baik Anda berinvestasi di saham, obligasi, properti, maupun reksa dana, memahami Yield akan membantu Anda:
Membandingkan peluang investasi secara adil
Menilai tingkat risiko yang harus diterima
Merencanakan investasi sesuai tujuan keuangan
Investasi memiliki risiko, tetapi dengan pengetahuan tentang Yield dan analisis yang sistematis, Anda dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang mendapatkan pendapatan yang berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Yield berarti apa? Mengapa investor perlu memahami hal ini
Dalam dunia investasi, kata “Yield” sering digunakan. Tetapi banyak orang masih belum memahami arti sebenarnya atau apa yang dimaksud dengan yield secara mendalam. Masalah ini mempengaruhi pengambilan keputusan investasi mereka. Hari ini kita akan membahas arti, cara perhitungan, dan penerapan Yield dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami.
Yield adalah apa sebenarnya?
Yield atau dalam bahasa Indonesia disebut “Tingkat Pengembalian” adalah angka yang menunjukkan berapa banyak keuntungan yang akan dihasilkan dari investasi Anda dalam periode tertentu, dinyatakan dalam persentase per tahun.
Bayangkan Anda menanamkan uang sebesar 1.000 rupiah ke dalam suatu aset dan mendapatkan hasil kembali, atau menyimpan sebagian pendapatan. Jika dinyatakan sebagai persentase dari modal awal, itu adalah Yield.
Berapa banyak tipe Yield? Mari kita kenali
Yield memiliki berbagai tipe, tergantung pada jenis aset yang Anda investasikan:
1. Dividend Yield - Hasil dari dividen
Dividend Yield adalah ukuran pengembalian dari dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham, dibandingkan dengan harga saham.
Rumus perhitungan: Dividend Yield = (Dividen per saham ÷ Harga saham saat ini) × 100%
Contoh nyata: Perusahaan XYZ memiliki harga saham 200 rupiah dan membayar dividen 10 rupiah per saham, maka Dividend Yield = (10 ÷ 200) × 100% = 5%
2. Bond Yield - Hasil dari obligasi
Bond Yield adalah pengembalian yang akan Anda terima dari investasi obligasi atau surat utang lainnya, dihitung dari bunga yang dibayarkan per tahun dibandingkan dengan nilai obligasi.
Rumus perhitungan: Bond Yield = (Bunga per tahun ÷ Harga beli obligasi) × 100%
Contoh: Anda membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 4% per tahun, maka Bond Yield = (40 ÷ 1.000) × 100% = 4%
3. Earnings Yield - Hasil dari laba
Earnings Yield mengukur dari laba bersih per saham dibandingkan dengan harga saat ini dari saham.
Rumus perhitungan: Earnings Yield = (Laba bersih per saham ÷ Harga saham saat ini) × 100%
4. Mutual Funds Yield - Hasil dari reksa dana
Mutual Funds Yield dihitung dari seluruh pendapatan dari reksa dana, (dividen dan bunga), dibagi dengan nilai bersih aset reksa dana.
Rumus perhitungan: Mutual Funds Yield = (Seluruh pendapatan ÷ Nilai bersih aset reksa dana) × 100%
Apa faktor yang mempengaruhi Yield?
Hasil dari investasi tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi Yield:
Jenis aset: Saham biasa cenderung memberikan Yield yang lebih fluktuatif dibandingkan obligasi karena tingkat risiko yang berbeda.
Kondisi pasar: Suku bunga, kondisi ekonomi, dan stabilitas politik semuanya mempengaruhi Yield yang diharapkan.
Periode investasi: Biasanya, investasi jangka panjang akan memberikan Yield yang lebih tinggi karena waktu yang lebih lama untuk uang bekerja.
Tingkat risiko: Aset dengan risiko tinggi biasanya harus menawarkan Yield yang lebih tinggi sebagai kompensasi risiko tersebut.
Kebijakan perusahaan: Pembayaran dividen, kebijakan investasi, dan manajemen mempengaruhi Yield yang akan diterima investor.
Cara dasar menghitung Yield
Untuk aset umum, rumus dasar adalah:
Yield = ((Harga saat ini – Harga beli) ÷ Harga beli) × 100%
Namun, setiap jenis aset mungkin memiliki metode perhitungan yang berbeda tergantung pada karakteristiknya.
Apakah Yield sama dengan Return?
Ini adalah titik di mana banyak orang bingung:
Contoh: Anda membeli saham seharga 100 rupiah dan menerima dividen 5 rupiah (Dividend Yield = 5%), tetapi harga saham naik menjadi 120 rupiah, keuntungan dari kenaikan harga adalah 20 rupiah, maka Return sebenarnya = (5 + 20) / 100 × 100% = 25%
Aset mana yang memberikan Yield tertinggi?
Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang, karena tergantung pada:
Saham: Memberikan Yield tinggi dalam jangka panjang, cocok untuk yang sabar terhadap volatilitas.
Properti: Memberikan Yield dari sewa dan kenaikan nilai, cocok untuk investor dengan modal besar.
Reksa dana: Memberikan Yield yang beragam tergantung kebijakan investasi, cocok untuk diversifikasi risiko.
Surat utang: Memberikan Yield lebih rendah tetapi risiko lebih kecil, cocok untuk yang menginginkan kestabilan.
Aset digital: Memberikan Yield tinggi tetapi sangat berisiko, cocok untuk yang paham pasar.
Kesimpulan: Mengapa penting memahami Yield?
Yield adalah alat dasar yang membantu Anda membuat keputusan investasi secara cerdas. Baik Anda berinvestasi di saham, obligasi, properti, maupun reksa dana, memahami Yield akan membantu Anda:
Investasi memiliki risiko, tetapi dengan pengetahuan tentang Yield dan analisis yang sistematis, Anda dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang mendapatkan pendapatan yang berkelanjutan.