Apa itu leverage? Mengapa investor ingin menggunakannya?
Perdagangan leverage adalah berinvestasi dengan dana pinjaman, dengan tujuan utama “menggunakan sedikit untuk mendapatkan banyak”. Bayangkan Anda hanya memiliki 100.000 yuan, tetapi melalui mekanisme leverage, Anda dapat mengendalikan aset sebesar 1 juta yuan bahkan lebih besar. Saat pasar naik, ini adalah alat emas untuk memperbesar keuntungan; tetapi begitu berbalik, kerugian juga akan berlipat ganda.
Sederhananya, leverage adalah “leverage pinjaman” di pasar keuangan. Anda menyetor sejumlah kecil dana sebagai margin, dan broker atau platform perdagangan meminjamkan sisa dana kepada Anda, memungkinkan Anda melakukan transaksi dalam skala yang lebih besar. Misalnya, jika Anda memiliki 100.000 yuan dana sendiri, dengan leverage 10 kali, Anda dapat mengendalikan transaksi sebesar 1 juta yuan.
Konsep ini bukan hal baru. Penulis Rich Dad, Robert Kiyosaki, pernah menekankan bahwa, penggunaan leverage secara moderat adalah cara efektif untuk meningkatkan tingkat pengembalian. Pandangannya adalah, daripada memegang uang tunai, lebih baik memanfaatkan dana pinjaman untuk menciptakan arus kas. Penggunaan leverage yang baik dapat meningkatkan nilai aset; tetapi penggunaan yang tidak tepat bisa membuat Anda bangkrut dalam semalam.
Bagaimana cara kerja investasi leverage? Hubungan antara margin dan faktor leverage
Ketika berbicara tentang leverage, kita harus memahami konsep margin. Margin adalah dana sendiri yang harus Anda setorkan, yang menentukan faktor leverage Anda.
Faktor leverage = Nilai total transaksi ÷ Margin
Mari kita jelaskan secara spesifik dengan kontrak berjangka indeks Taiwan:
Misalnya, harga penutupan terbaru dari kontrak berjangka indeks Taiwan adalah 13.000 poin, dengan nilai per poin 200 yuan. Nilai total satu kontrak berjangka indeks Taiwan adalah:
13.000 poin × 200 yuan/poin = 2.600.000 yuan
Dalam perdagangan berjangka, Anda tidak perlu membayar seluruh 2,6 juta yuan. Jika margin adalah 136.000 yuan, maka faktor leverage adalah:
2.600.000 yuan ÷ 136.000 yuan ≈ 19,11 kali
Ini berarti Anda menggunakan dana 13,6 ribu yuan untuk mengendalikan aset bernilai 2,6 juta yuan.
Efek ganda leverage: Keuntungan tinggi vs Risiko tinggi
Situasi 1: Pasar bullish, keuntungan melimpah
Jika kontrak berjangka indeks Taiwan naik 5% (dari 13.000 poin ke 13.650 poin):
Modal Anda hampir habis, hampir kehilangan seluruhnya
Dari kedua contoh ini, dapat dilihat bahwa semakin tinggi faktor leverage, semakin besar potensi keuntungan dan risiko yang diperbesar secara proporsional.
Penjelasan lengkap alat perdagangan leverage: Empat pilihan utama
1. Perdagangan berjangka: alat likuiditas kontrak standar
Berjangka adalah kontrak di mana kedua pihak berjanji untuk membeli dan menjual pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati. Perdagangan berjangka dilakukan di bursa, menggunakan kontrak standar.
Jenis berjangka umum meliputi:
Logam berjangka: emas, perak, tembaga dan logam mulia lainnya
Indeks berjangka: Dow Jones Industrial, S&P 500, Nasdaq, Hang Seng Index, dll.
Produk pertanian berjangka: gandum, kedelai, kapas, dll.
Energi berjangka: minyak mentah, gas alam, batu bara, dll.
Indeks saham berjangka: derivatif indeks saham berbagai negara
Kontrak berjangka menyebutkan underlying, harga, dan waktu kedaluwarsa. Sebelum jatuh tempo, trader dapat memilih untuk menutup posisi atau memperpanjang. Pada saat penyelesaian, dilakukan berdasarkan “harga penyelesaian” di pasar spot, yang berarti saat pasar sangat volatile, harga penyelesaian bisa tidak terduga.
2. Opsi: alat lindung risiko yang fleksibel
Opsi (juga disebut hak opsi) memberi pemegang hak untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan. Berbeda dengan berjangka, opsi adalah hak, bukan kewajiban, pembeli dapat memilih untuk mengeksekusi atau tidak.
Opsi terbagi menjadi call dan put. Call memberi hak untuk membeli di masa depan dengan harga tetap; put memberi hak untuk menjual dengan harga tetap. Opsi sangat cocok digunakan untuk lindung risiko atau sebagai pelengkap trading leverage.
3. ETF leverage: pilihan leverage yang lebih rendah risiko
Di pasar ETF, istilah umum termasuk “ETF leverage”, “ETF dua kali leverage”, “ETF terbalik satu kali”. Ini semua termasuk dalam kategori ETF leverage.
Karakteristik ETF leverage:
Cocok untuk investor aktif jangka pendek
Menunjukkan hasil berkali lipat dalam tren yang jelas
Tidak baik saat pasar sideways atau volatile
Biaya transaksi jauh lebih tinggi daripada berjangka (biasanya 10-15 kali biaya berjangka)
Biasanya menggunakan strategi jangka pendek
Karena biaya transaksi tinggi dan performa buruk saat sideways, banyak investor merasa trading langsung di berjangka lebih menguntungkan.
4. CFD: trading aset global dalam satu platform
Kontrak Perbedaan Harga (CFD) adalah alat leverage paling umum di platform luar negeri saat ini. Memungkinkan investor melakukan trading dua arah (long/short) secara mudah, tanpa harus memegang aset fisik, dan tanpa masalah rollover kontrak berjangka.
Keunggulan CFD:
Tanpa pengiriman fisik, tanpa masalah tanggal settlement
Mendukung trading dua arah, long dan short secara fleksibel
Beragam produk, termasuk saham, logam mulia, komoditas, indeks, forex, dan kripto
Leverage dan volume trading dapat disesuaikan sendiri
Margin dan pinjaman saham: cara leverage di pasar saham
Bagi investor yang ingin menggunakan leverage di pasar saham, margin trading adalah pilihan utama.
Margin beli: meminjam dana dari broker untuk membeli saham, seperti leverage untuk long
Margin jual: meminjam saham dari broker untuk melakukan short selling
Di pasar saham Hong Kong (HKEX), margin trading juga banyak digunakan, banyak investor memanfaatkan mekanisme ini untuk memperbesar leverage trading mereka.
Risiko leverage: peringatan kasus nyata
Ancaman margin call dan likuidasi
Saat pasar sangat volatile, hal paling menakutkan adalah “margin call” atau “likuidasi”. Ketika kerugian mencapai batas tertentu, broker akan memaksa menutup posisi, dan kerugian bisa melebihi modal awal.
Kasus nyata: tragedi miliarder YouTuber Korea
Pada 2022, seorang YouTuber Korea bernama Satto melakukan trading berjangka kripto saat siaran langsung. Ia yakin Bitcoin akan naik, dan membuka posisi long dengan 25 kali leverage saat harga 41.666 USD. Hasilnya, saat Bitcoin turun di bawah 40.000 USD, ia tidak melakukan stop loss tepat waktu, malah menambah posisi leverage long, dan akhirnya dalam beberapa jam kehilangan lebih dari 1 juta USD.
Kisah ini menunjukkan apa itu “jebakan leverage”:
Terlalu percaya diri menyebabkan leverage berlebihan
Kurangnya manajemen risiko dan disiplin stop loss
Saat pasar berbalik, berusaha membalikkan keadaan, akhirnya bencana berlipat ganda
Risiko utama trading leverage
Risiko margin call meningkat pesat: semakin besar faktor leverage, semakin besar kemungkinan margin call
Kerugian membesar: kerugian juga diperbesar oleh leverage
Tekanan psikologis: trading berisiko tinggi mudah menyebabkan pengambilan keputusan buruk
Risiko waktu: terutama di derivatif, waktu yang berlalu sendiri adalah biaya
Perbandingan keunggulan dan kelemahan trading leverage
Keunggulan
Meningkatkan efisiensi modal: dana kecil bisa ikut transaksi besar, menghemat biaya
Meningkatkan potensi keuntungan: jika prediksi pasar benar, hasilnya berlipat
Kelemahan
Risiko margin call meningkat pesat: semakin tinggi leverage, semakin sulit mengendalikan risiko
Kerugian membesar: kerugian juga diperbesar, modal cepat terkuras
Strategi pengelolaan risiko leverage
Apapun alat leverage yang dipilih, strategi berikut sangat penting:
1. Mulai dari leverage rendah
Jangan pernah langsung menggunakan leverage tertinggi. Disarankan mulai dari 2 atau 3 kali leverage untuk latihan, secara bertahap mengumpulkan pengalaman.
2. Tetapkan stop loss yang ketat
Ini adalah langkah pengendalian risiko paling penting. Tentukan batas kerugian maksimal, dan disiplin menjalankannya. Banyak trader yang gagal karena mengabaikan stop loss.
3. Siapkan margin yang cukup
Jangan gunakan seluruh dana untuk trading. Sisihkan margin cadangan yang cukup untuk menghindari margin call akibat fluktuasi kecil.
4. Jangan terlalu berlebihan leverage
Disarankan menjaga leverage di 5 kali atau kurang. Semakin tinggi leverage, semakin sulit mengendalikan risiko.
5. Evaluasi secara rutin kemampuan risiko
Sesuaikan leverage dengan volatilitas pasar. Saat volatilitas tinggi, kurangi leverage; saat stabil, bisa sedikit ditingkatkan.
Penutup: leverage adalah alat, bukan jurus ampuh
Leverage sendiri tidak baik atau buruk, tergantung penggunaannya. Penggunaan leverage secara moderat dan pengendalian risiko yang baik memang dapat meningkatkan pengembalian. Tetapi penyalahgunaan leverage dan mengabaikan risiko adalah jalan cepat menuju kebangkrutan.
Ingat tiga poin ini:
Mulai dari leverage rendah: jangan langsung pakai leverage tertinggi
Tetapkan stop loss ketat: tentukan batas kerugian, dan patuhi
Terus belajar: pahami prinsip leverage, terus tingkatkan strategi trading
Leverage adalah risiko tinggi, tetapi bukan berarti membuka leverage pasti buruk. Jika leverage digunakan untuk investasi yang wajar dan dengan pengendalian risiko yang cukup, ini adalah alat efektif untuk pertumbuhan aset. Kuncinya adalah tetap rendah hati dan disiplin, selalu ingat: pasar tidak akan pernah berubah demi siapa pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Lengkap Perdagangan Margin: Dari Pemula Hingga Manajemen Risiko Tingkat Lanjut
Apa itu leverage? Mengapa investor ingin menggunakannya?
Perdagangan leverage adalah berinvestasi dengan dana pinjaman, dengan tujuan utama “menggunakan sedikit untuk mendapatkan banyak”. Bayangkan Anda hanya memiliki 100.000 yuan, tetapi melalui mekanisme leverage, Anda dapat mengendalikan aset sebesar 1 juta yuan bahkan lebih besar. Saat pasar naik, ini adalah alat emas untuk memperbesar keuntungan; tetapi begitu berbalik, kerugian juga akan berlipat ganda.
Sederhananya, leverage adalah “leverage pinjaman” di pasar keuangan. Anda menyetor sejumlah kecil dana sebagai margin, dan broker atau platform perdagangan meminjamkan sisa dana kepada Anda, memungkinkan Anda melakukan transaksi dalam skala yang lebih besar. Misalnya, jika Anda memiliki 100.000 yuan dana sendiri, dengan leverage 10 kali, Anda dapat mengendalikan transaksi sebesar 1 juta yuan.
Konsep ini bukan hal baru. Penulis Rich Dad, Robert Kiyosaki, pernah menekankan bahwa, penggunaan leverage secara moderat adalah cara efektif untuk meningkatkan tingkat pengembalian. Pandangannya adalah, daripada memegang uang tunai, lebih baik memanfaatkan dana pinjaman untuk menciptakan arus kas. Penggunaan leverage yang baik dapat meningkatkan nilai aset; tetapi penggunaan yang tidak tepat bisa membuat Anda bangkrut dalam semalam.
Bagaimana cara kerja investasi leverage? Hubungan antara margin dan faktor leverage
Ketika berbicara tentang leverage, kita harus memahami konsep margin. Margin adalah dana sendiri yang harus Anda setorkan, yang menentukan faktor leverage Anda.
Faktor leverage = Nilai total transaksi ÷ Margin
Mari kita jelaskan secara spesifik dengan kontrak berjangka indeks Taiwan:
Misalnya, harga penutupan terbaru dari kontrak berjangka indeks Taiwan adalah 13.000 poin, dengan nilai per poin 200 yuan. Nilai total satu kontrak berjangka indeks Taiwan adalah:
13.000 poin × 200 yuan/poin = 2.600.000 yuan
Dalam perdagangan berjangka, Anda tidak perlu membayar seluruh 2,6 juta yuan. Jika margin adalah 136.000 yuan, maka faktor leverage adalah:
2.600.000 yuan ÷ 136.000 yuan ≈ 19,11 kali
Ini berarti Anda menggunakan dana 13,6 ribu yuan untuk mengendalikan aset bernilai 2,6 juta yuan.
Efek ganda leverage: Keuntungan tinggi vs Risiko tinggi
Situasi 1: Pasar bullish, keuntungan melimpah
Jika kontrak berjangka indeks Taiwan naik 5% (dari 13.000 poin ke 13.650 poin):
Situasi 2: Pasar turun, kehilangan seluruh modal
Jika kontrak berjangka indeks Taiwan turun 5% (dari 13.000 poin ke 12.350 poin):
Dari kedua contoh ini, dapat dilihat bahwa semakin tinggi faktor leverage, semakin besar potensi keuntungan dan risiko yang diperbesar secara proporsional.
Penjelasan lengkap alat perdagangan leverage: Empat pilihan utama
1. Perdagangan berjangka: alat likuiditas kontrak standar
Berjangka adalah kontrak di mana kedua pihak berjanji untuk membeli dan menjual pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati. Perdagangan berjangka dilakukan di bursa, menggunakan kontrak standar.
Jenis berjangka umum meliputi:
Kontrak berjangka menyebutkan underlying, harga, dan waktu kedaluwarsa. Sebelum jatuh tempo, trader dapat memilih untuk menutup posisi atau memperpanjang. Pada saat penyelesaian, dilakukan berdasarkan “harga penyelesaian” di pasar spot, yang berarti saat pasar sangat volatile, harga penyelesaian bisa tidak terduga.
2. Opsi: alat lindung risiko yang fleksibel
Opsi (juga disebut hak opsi) memberi pemegang hak untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan. Berbeda dengan berjangka, opsi adalah hak, bukan kewajiban, pembeli dapat memilih untuk mengeksekusi atau tidak.
Opsi terbagi menjadi call dan put. Call memberi hak untuk membeli di masa depan dengan harga tetap; put memberi hak untuk menjual dengan harga tetap. Opsi sangat cocok digunakan untuk lindung risiko atau sebagai pelengkap trading leverage.
3. ETF leverage: pilihan leverage yang lebih rendah risiko
Di pasar ETF, istilah umum termasuk “ETF leverage”, “ETF dua kali leverage”, “ETF terbalik satu kali”. Ini semua termasuk dalam kategori ETF leverage.
Karakteristik ETF leverage:
Karena biaya transaksi tinggi dan performa buruk saat sideways, banyak investor merasa trading langsung di berjangka lebih menguntungkan.
4. CFD: trading aset global dalam satu platform
Kontrak Perbedaan Harga (CFD) adalah alat leverage paling umum di platform luar negeri saat ini. Memungkinkan investor melakukan trading dua arah (long/short) secara mudah, tanpa harus memegang aset fisik, dan tanpa masalah rollover kontrak berjangka.
Keunggulan CFD:
Margin dan pinjaman saham: cara leverage di pasar saham
Bagi investor yang ingin menggunakan leverage di pasar saham, margin trading adalah pilihan utama.
Di pasar saham Hong Kong (HKEX), margin trading juga banyak digunakan, banyak investor memanfaatkan mekanisme ini untuk memperbesar leverage trading mereka.
Risiko leverage: peringatan kasus nyata
Ancaman margin call dan likuidasi
Saat pasar sangat volatile, hal paling menakutkan adalah “margin call” atau “likuidasi”. Ketika kerugian mencapai batas tertentu, broker akan memaksa menutup posisi, dan kerugian bisa melebihi modal awal.
Kasus nyata: tragedi miliarder YouTuber Korea
Pada 2022, seorang YouTuber Korea bernama Satto melakukan trading berjangka kripto saat siaran langsung. Ia yakin Bitcoin akan naik, dan membuka posisi long dengan 25 kali leverage saat harga 41.666 USD. Hasilnya, saat Bitcoin turun di bawah 40.000 USD, ia tidak melakukan stop loss tepat waktu, malah menambah posisi leverage long, dan akhirnya dalam beberapa jam kehilangan lebih dari 1 juta USD.
Kisah ini menunjukkan apa itu “jebakan leverage”:
Risiko utama trading leverage
Perbandingan keunggulan dan kelemahan trading leverage
Keunggulan
Kelemahan
Strategi pengelolaan risiko leverage
Apapun alat leverage yang dipilih, strategi berikut sangat penting:
1. Mulai dari leverage rendah
Jangan pernah langsung menggunakan leverage tertinggi. Disarankan mulai dari 2 atau 3 kali leverage untuk latihan, secara bertahap mengumpulkan pengalaman.
2. Tetapkan stop loss yang ketat
Ini adalah langkah pengendalian risiko paling penting. Tentukan batas kerugian maksimal, dan disiplin menjalankannya. Banyak trader yang gagal karena mengabaikan stop loss.
3. Siapkan margin yang cukup
Jangan gunakan seluruh dana untuk trading. Sisihkan margin cadangan yang cukup untuk menghindari margin call akibat fluktuasi kecil.
4. Jangan terlalu berlebihan leverage
Disarankan menjaga leverage di 5 kali atau kurang. Semakin tinggi leverage, semakin sulit mengendalikan risiko.
5. Evaluasi secara rutin kemampuan risiko
Sesuaikan leverage dengan volatilitas pasar. Saat volatilitas tinggi, kurangi leverage; saat stabil, bisa sedikit ditingkatkan.
Penutup: leverage adalah alat, bukan jurus ampuh
Leverage sendiri tidak baik atau buruk, tergantung penggunaannya. Penggunaan leverage secara moderat dan pengendalian risiko yang baik memang dapat meningkatkan pengembalian. Tetapi penyalahgunaan leverage dan mengabaikan risiko adalah jalan cepat menuju kebangkrutan.
Ingat tiga poin ini:
Leverage adalah risiko tinggi, tetapi bukan berarti membuka leverage pasti buruk. Jika leverage digunakan untuk investasi yang wajar dan dengan pengendalian risiko yang cukup, ini adalah alat efektif untuk pertumbuhan aset. Kuncinya adalah tetap rendah hati dan disiplin, selalu ingat: pasar tidak akan pernah berubah demi siapa pun.