Pasar yang mengalami fluktuasi ekstrem akan menghadapkan banyak trader leverage pada situasi mimpi buruk—margin call. Margin dalam akun menghilang dalam sekejap, bahkan bisa berutang ke bursa. Apa sebenarnya yang terjadi? Dan bagaimana cara menghindarinya?
Apa itu Margin Call? Penjelasan Singkat
Margin call adalah kondisi di mana investor salah arah dalam trading, nilai akun (margin) turun di bawah margin minimum, sehingga platform memaksa penutupan posisi.
Secara sederhana, artinya margin Anda tidak cukup, dan platform secara otomatis menutup posisi Anda untuk membatasi kerugian. Proses ini berlangsung tanpa pilihan dari Anda, sepenuhnya reaktif.
Mengapa Margin Call Terjadi? Berbeda untuk Setiap Kelas Aset
Margin call pada Forex dan CFD
Forex dan kontrak selisih harga (CFD) menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, sekaligus memperbesar risiko. Ada konsep inti yang disebut rasio pembayaran di muka:
Rasio pembayaran di muka = Nilai bersih ÷ Margin yang disetorkan × 100%
Misalnya, Anda trading dengan leverage 20x, membeli 0.1 lot pasangan mata uang, perhitungan margin yang diperlukan adalah:
100.000 × 0.1 ÷ 20 = 500 (satuan mata uang)
Ketika kerugian floating di akun terus bertambah, nilai bersih menurun, rasio pembayaran di muka juga menurun. Jika turun di bawah garis peringatan yang ditetapkan platform (biasanya 30%), sistem akan otomatis melakukan margin call dan menutup posisi secara paksa.
Disarankan agar rasio pembayaran di muka dipertahankan di atas 1000% untuk memberi buffer terhadap kerugian floating.
Margin call pada mata uang kripto
Volatilitas pasar cryptocurrency jauh lebih besar daripada forex. Sejarah mencatat banyak kasus di mana Bitcoin mengalami fluktuasi 15% dalam satu hari, menyebabkan banyak trader margin call secara massal.
Perlu diingat: saat margin call pada cryptocurrency, tidak hanya dana di akun yang hilang, tetapi juga aset yang diposisikan akan dipaksa untuk dijual oleh platform.
Margin call pada futures dan saham
Kondisi margin call pada futures mirip dengan cryptocurrency—ketika ekuitas menjadi negatif, margin call terjadi. Tapi karena leverage biasanya lebih rendah, risikonya sedikit lebih kecil.
Trading saham biasa umumnya tidak akan margin call, kecuali melakukan margin beli atau short selling. Jika margin tidak cukup, broker berhak menutup posisi secara paksa.
Bagaimana Menghindari Margin Call? Pengelolaan Risiko Sangat Penting
Take profit dan stop loss: Senjata dasar perlindungan diri
Stop loss (SL): Menetapkan batas harga di bawah, jika harga turun melewati level ini, sistem otomatis menutup posisi, membatasi kerugian.
Take profit (TP): Menetapkan batas harga di atas, jika harga naik melewati level ini, sistem otomatis menutup posisi, mengunci keuntungan.
Penggunaan kedua alat ini secara bersamaan memungkinkan Anda merencanakan rasio risiko dan imbalan:
Rasio risiko-imbalan = (Harga masuk - Harga stop loss) ÷ (Harga take profit - Harga masuk)
Semakin rendah rasio ini, semakin baik imbalan relatif terhadap risiko.
Bagaimana menentukan level take profit dan stop loss?
Analisis teknikal: Mengacu pada support, resistance, moving average, dan indikator lain
Metode persentase: Jika analisis teknikal terlalu rumit, bisa diset di sekitar ±5% dari harga beli
Proteksi saldo negatif: Bantalan keamanan untuk pemula
Platform resmi yang diawasi biasanya menyediakan mekanisme ini: Ketika kerugian akun melebihi modal, platform menanggung kerugian tersebut, Anda tidak berhutang ke bursa.
Ini sangat ramah untuk pemula, seperti janji “tidak akan kehilangan seluruh modal”. Tapi perlu diingat, ini terutama melindungi pemula; trader leverage tinggi mungkin tidak sepenuhnya terlindungi.
Margin Call vs Forced Liquidation vs Penutupan Biasa, Apa Bedanya?
Forced liquidation: Nilai ekuitas turun ke garis peringatan, platform otomatis menutup sebagian posisi, biasanya untuk membatasi kerugian.
Margin call: Pasar melonjak secara gap, platform tidak cukup cepat merespons, margin langsung menjadi nol, bahkan bisa memaksa Anda menambah dana.
Penutupan biasa: Sepenuhnya dilakukan oleh Anda secara sadar, berdasarkan level take profit atau stop loss, atau waktu yang dipilih sendiri.
Singkatnya: Margin call adalah versi upgrade dari forced liquidation, dengan konsekuensi yang lebih serius.
Saran Terakhir
Trading leverage ibarat pedang bermata dua, jika digunakan dengan benar bisa memperbesar keuntungan, jika salah bisa melukai diri sendiri. Sebelum melakukan trading leverage:
Pelajari trading secara mendalam, pahami risiko setiap produk
Selalu tetapkan stop loss dan take profit, jangan berharap keberuntungan
Jaga rasio pembayaran di muka di level aman
Pemula disarankan mulai dari posisi kecil, lalu tingkatkan leverage setelah terbiasa
Ingat: Melindungi modal adalah prioritas utama, mencari keuntungan adalah prioritas kedua. Banyak akun yang tidak bisa kembali setelah margin call besar, ini bukan omong kosong.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Veteran di dunia kripto semua menghindari "margin call", panduan penyelamatan diri yang wajib diketahui pemula
Pasar yang mengalami fluktuasi ekstrem akan menghadapkan banyak trader leverage pada situasi mimpi buruk—margin call. Margin dalam akun menghilang dalam sekejap, bahkan bisa berutang ke bursa. Apa sebenarnya yang terjadi? Dan bagaimana cara menghindarinya?
Apa itu Margin Call? Penjelasan Singkat
Margin call adalah kondisi di mana investor salah arah dalam trading, nilai akun (margin) turun di bawah margin minimum, sehingga platform memaksa penutupan posisi.
Secara sederhana, artinya margin Anda tidak cukup, dan platform secara otomatis menutup posisi Anda untuk membatasi kerugian. Proses ini berlangsung tanpa pilihan dari Anda, sepenuhnya reaktif.
Mengapa Margin Call Terjadi? Berbeda untuk Setiap Kelas Aset
Margin call pada Forex dan CFD
Forex dan kontrak selisih harga (CFD) menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, sekaligus memperbesar risiko. Ada konsep inti yang disebut rasio pembayaran di muka:
Rasio pembayaran di muka = Nilai bersih ÷ Margin yang disetorkan × 100%
Misalnya, Anda trading dengan leverage 20x, membeli 0.1 lot pasangan mata uang, perhitungan margin yang diperlukan adalah:
100.000 × 0.1 ÷ 20 = 500 (satuan mata uang)
Ketika kerugian floating di akun terus bertambah, nilai bersih menurun, rasio pembayaran di muka juga menurun. Jika turun di bawah garis peringatan yang ditetapkan platform (biasanya 30%), sistem akan otomatis melakukan margin call dan menutup posisi secara paksa.
Disarankan agar rasio pembayaran di muka dipertahankan di atas 1000% untuk memberi buffer terhadap kerugian floating.
Margin call pada mata uang kripto
Volatilitas pasar cryptocurrency jauh lebih besar daripada forex. Sejarah mencatat banyak kasus di mana Bitcoin mengalami fluktuasi 15% dalam satu hari, menyebabkan banyak trader margin call secara massal.
Perlu diingat: saat margin call pada cryptocurrency, tidak hanya dana di akun yang hilang, tetapi juga aset yang diposisikan akan dipaksa untuk dijual oleh platform.
Margin call pada futures dan saham
Kondisi margin call pada futures mirip dengan cryptocurrency—ketika ekuitas menjadi negatif, margin call terjadi. Tapi karena leverage biasanya lebih rendah, risikonya sedikit lebih kecil.
Trading saham biasa umumnya tidak akan margin call, kecuali melakukan margin beli atau short selling. Jika margin tidak cukup, broker berhak menutup posisi secara paksa.
Bagaimana Menghindari Margin Call? Pengelolaan Risiko Sangat Penting
Take profit dan stop loss: Senjata dasar perlindungan diri
Stop loss (SL): Menetapkan batas harga di bawah, jika harga turun melewati level ini, sistem otomatis menutup posisi, membatasi kerugian.
Take profit (TP): Menetapkan batas harga di atas, jika harga naik melewati level ini, sistem otomatis menutup posisi, mengunci keuntungan.
Penggunaan kedua alat ini secara bersamaan memungkinkan Anda merencanakan rasio risiko dan imbalan:
Rasio risiko-imbalan = (Harga masuk - Harga stop loss) ÷ (Harga take profit - Harga masuk)
Semakin rendah rasio ini, semakin baik imbalan relatif terhadap risiko.
Bagaimana menentukan level take profit dan stop loss?
Proteksi saldo negatif: Bantalan keamanan untuk pemula
Platform resmi yang diawasi biasanya menyediakan mekanisme ini: Ketika kerugian akun melebihi modal, platform menanggung kerugian tersebut, Anda tidak berhutang ke bursa.
Ini sangat ramah untuk pemula, seperti janji “tidak akan kehilangan seluruh modal”. Tapi perlu diingat, ini terutama melindungi pemula; trader leverage tinggi mungkin tidak sepenuhnya terlindungi.
Margin Call vs Forced Liquidation vs Penutupan Biasa, Apa Bedanya?
Forced liquidation: Nilai ekuitas turun ke garis peringatan, platform otomatis menutup sebagian posisi, biasanya untuk membatasi kerugian.
Margin call: Pasar melonjak secara gap, platform tidak cukup cepat merespons, margin langsung menjadi nol, bahkan bisa memaksa Anda menambah dana.
Penutupan biasa: Sepenuhnya dilakukan oleh Anda secara sadar, berdasarkan level take profit atau stop loss, atau waktu yang dipilih sendiri.
Singkatnya: Margin call adalah versi upgrade dari forced liquidation, dengan konsekuensi yang lebih serius.
Saran Terakhir
Trading leverage ibarat pedang bermata dua, jika digunakan dengan benar bisa memperbesar keuntungan, jika salah bisa melukai diri sendiri. Sebelum melakukan trading leverage:
Ingat: Melindungi modal adalah prioritas utama, mencari keuntungan adalah prioritas kedua. Banyak akun yang tidak bisa kembali setelah margin call besar, ini bukan omong kosong.