Renminbi menguat tanpa henti. Hingga akhir November, dolar AS terhadap Renminbi onshore turun ke 7.0824, sedangkan offshore bahkan turun ke 7.0779, keduanya mencatat posisi terendah lebih dari satu tahun. Seberapa kuat gelombang kenaikan ini? Indeks Kurs RMB CFETS telah naik ke 98.22, menyentuh titik tertinggi sejak April tahun ini.
Sinyal Diam Bank Sentral: Strategi Besar di Balik Stabilitas Nilai Tukar
Daripada mengatakan bahwa penguatan Renminbi terjadi secara alami, lebih tepat jika dikatakan ini adalah sebuah penataan yang dirancang dengan cermat. Mekanisme penetapan kurs tengah yang ditetapkan Bank Rakyat China setiap hari—mengizinkan fluktuasi kurs spot dalam kisaran 2% di atas dan di bawah kurs tengah—terus memandu nilai tukar ke arah atas. Selain itu, operasi pembelian dolar AS yang sering dilakukan bank-bank milik negara semakin menstabilkan tren ini, sehingga transaksi USD/RMB menunjukkan karakteristik peningkatan yang stabil.
Dari sudut pandang strategi yang lebih dalam, operasi ini bukan sekadar penyesuaian nilai tukar. Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menunjukkan bahwa China jelas sedang membangun reputasi internasional melalui stabilitas RMB. Pendekatan ini mengingatkan pada situasi krisis Asia 1998—ketika RMB memilih untuk tidak terdepresiasi, sehingga memperkuat posisinya sebagai mata uang jangkar regional.
Respon Pasar Internasional yang Sesungguhnya
Aktivitas perdagangan USD/RMB semakin meningkat. Data dari Bank Pembayaran Internasional menunjukkan bahwa sejak statistik terakhir tahun 2022, volume perdagangan harian USD terhadap RMB telah meningkat hampir 60%, mencapai skala 7.810 miliar dolar AS, yang mewakili lebih dari 8% dari total volume perdagangan valuta asing harian global.
Dibandingkan dengan tahun 2018 saat ketegangan perdagangan, di mana RMB mengalami depresiasi sekitar 5%, situasi ini telah berbalik. Kini, RMB telah menguat hampir 3% pada tahun 2025. Kiyong Seong, kepala strategi makro Asia di Société Générale, berpendapat bahwa menunjukkan kekuatan RMB dalam lingkungan volatilitas pasar sebenarnya telah menyiapkan fondasi yang kokoh untuk meningkatkan posisi internasional RMB.
Peran Penting Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve Tidak Bisa Diabaikan
Salah satu pendorong utama penguatan RMB berasal dari perubahan kebijakan Federal Reserve. Seiring Fed secara bertahap melanjutkan proses penurunan suku bunga, indeks dolar AS tertekan, membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan RMB. Dalam konteks makro ini, peningkatan nilai relatif RMB menjadi tren yang tak terelakkan.
Ekspektasi Institusi: Pada 2026, USD/RMB Akan Menemukan Keseimbangan Baru
Melihat ke depan, para analis Goldman Sachs memberikan prediksi yang jelas. Mereka percaya bahwa dengan dukungan berkelanjutan dari otoritas terhadap penguatan RMB, nilai tukar di akhir tahun berpotensi menyentuh 1 USD = 7 RMB, dan dalam satu tahun ke depan akan meningkat lebih jauh menjadi 6.85.
Prediksi ini mencerminkan sebuah penilaian yang lebih mendalam: internasionalisasi RMB telah menjadi salah satu kebijakan inti pemerintah China. Goldman Sachs menyatakan bahwa, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan non-ekonomi, mereka yakin bahwa peningkatan posisi internasional RMB akan mempercepat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Ini bukan hanya tentang angka kurs USD/RMB yang berubah, tetapi juga simbol dari peningkatan pengaruh China dalam tatanan keuangan global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di balik pencapaian tertinggi baru Yuan Renminbi: Panduan tepat dari bank sentral, susunan ulang pola dolar AS dan Yuan Renminbi segera terjadi
Renminbi menguat tanpa henti. Hingga akhir November, dolar AS terhadap Renminbi onshore turun ke 7.0824, sedangkan offshore bahkan turun ke 7.0779, keduanya mencatat posisi terendah lebih dari satu tahun. Seberapa kuat gelombang kenaikan ini? Indeks Kurs RMB CFETS telah naik ke 98.22, menyentuh titik tertinggi sejak April tahun ini.
Sinyal Diam Bank Sentral: Strategi Besar di Balik Stabilitas Nilai Tukar
Daripada mengatakan bahwa penguatan Renminbi terjadi secara alami, lebih tepat jika dikatakan ini adalah sebuah penataan yang dirancang dengan cermat. Mekanisme penetapan kurs tengah yang ditetapkan Bank Rakyat China setiap hari—mengizinkan fluktuasi kurs spot dalam kisaran 2% di atas dan di bawah kurs tengah—terus memandu nilai tukar ke arah atas. Selain itu, operasi pembelian dolar AS yang sering dilakukan bank-bank milik negara semakin menstabilkan tren ini, sehingga transaksi USD/RMB menunjukkan karakteristik peningkatan yang stabil.
Dari sudut pandang strategi yang lebih dalam, operasi ini bukan sekadar penyesuaian nilai tukar. Kelvin Lam, ekonom senior di Pantheon Macroeconomics, menunjukkan bahwa China jelas sedang membangun reputasi internasional melalui stabilitas RMB. Pendekatan ini mengingatkan pada situasi krisis Asia 1998—ketika RMB memilih untuk tidak terdepresiasi, sehingga memperkuat posisinya sebagai mata uang jangkar regional.
Respon Pasar Internasional yang Sesungguhnya
Aktivitas perdagangan USD/RMB semakin meningkat. Data dari Bank Pembayaran Internasional menunjukkan bahwa sejak statistik terakhir tahun 2022, volume perdagangan harian USD terhadap RMB telah meningkat hampir 60%, mencapai skala 7.810 miliar dolar AS, yang mewakili lebih dari 8% dari total volume perdagangan valuta asing harian global.
Dibandingkan dengan tahun 2018 saat ketegangan perdagangan, di mana RMB mengalami depresiasi sekitar 5%, situasi ini telah berbalik. Kini, RMB telah menguat hampir 3% pada tahun 2025. Kiyong Seong, kepala strategi makro Asia di Société Générale, berpendapat bahwa menunjukkan kekuatan RMB dalam lingkungan volatilitas pasar sebenarnya telah menyiapkan fondasi yang kokoh untuk meningkatkan posisi internasional RMB.
Peran Penting Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve Tidak Bisa Diabaikan
Salah satu pendorong utama penguatan RMB berasal dari perubahan kebijakan Federal Reserve. Seiring Fed secara bertahap melanjutkan proses penurunan suku bunga, indeks dolar AS tertekan, membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan RMB. Dalam konteks makro ini, peningkatan nilai relatif RMB menjadi tren yang tak terelakkan.
Ekspektasi Institusi: Pada 2026, USD/RMB Akan Menemukan Keseimbangan Baru
Melihat ke depan, para analis Goldman Sachs memberikan prediksi yang jelas. Mereka percaya bahwa dengan dukungan berkelanjutan dari otoritas terhadap penguatan RMB, nilai tukar di akhir tahun berpotensi menyentuh 1 USD = 7 RMB, dan dalam satu tahun ke depan akan meningkat lebih jauh menjadi 6.85.
Prediksi ini mencerminkan sebuah penilaian yang lebih mendalam: internasionalisasi RMB telah menjadi salah satu kebijakan inti pemerintah China. Goldman Sachs menyatakan bahwa, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan non-ekonomi, mereka yakin bahwa peningkatan posisi internasional RMB akan mempercepat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Ini bukan hanya tentang angka kurs USD/RMB yang berubah, tetapi juga simbol dari peningkatan pengaruh China dalam tatanan keuangan global.