Pengawasan Korea Selatan Kembali Mengambil Tindakan Tegas: Kasus Manipulasi Harga Aset Virtual Akan Membekukan Akun, Mencegah Pemindahan Hasil Kejahatan
Korea Selatan sedang memperkuat pengawasan terhadap pasar aset virtual. Komite Keuangan berencana meneliti pengenalan sistem “penangguhan pembayaran”, di mana akun yang diduga melakukan manipulasi harga aset virtual akan diberlakukan pembekuan lebih awal, membatasi penarikan koin, transfer, dan pengeluaran dana lainnya. Sistem baru ini diperkirakan akan didorong dalam “Legislasi Tahap Kedua Aset Virtual”, dengan tujuan mencegah tersangka memindahkan atau menyembunyikan hasil ilegal selama tahap penyelidikan.
Isi Inti Sistem Baru
Komite Keuangan mengemukakan ide ini dalam rapat rutin November 2025. Berdasarkan informasi terbaru, sistem ini akan merujuk pada praktik di pasar modal terkait manipulasi harga saham, dengan melakukan pembekuan akun yang diduga melakukan manipulasi harga aset virtual lebih awal.
Mengapa Sistem ini Dibutuhkan
Sistem yang ada saat ini memiliki celah yang jelas. Penyitaan atau penarikan kembali hasil ilegal dari aset virtual biasanya harus dilakukan setelah penyelidikan dari kejaksaan dan mendapatkan surat perintah pengadilan. Dalam proses ini, tersangka memiliki cukup waktu untuk memindahkan aset ke dompet pribadi atau saluran lain untuk disembunyikan, sehingga efisiensi penegakan hukum menjadi rendah.
Otoritas keuangan berpendapat bahwa setelah aset virtual masuk ke dompet pribadi, lebih mudah untuk disembunyikan, sehingga langkah pembekuan aset di awal sangat penting. Sistem baru ini dapat membatasi aliran dana sejak awal penyelidikan, memastikan hasil ilegal tidak dipindahkan sebelum pengadilan.
Perbandingan dengan Praktik Pasar Modal
Dimensi Perbandingan
Pasar Modal (Manipulasi Harga Saham)
Aset Virtual (Akan Didorong)
Waktu Pembekuan
Pembekuan lebih awal saat penyelidikan
Pembekuan lebih awal saat diduga manipulasi
Langkah Pembatasan
Penangguhan pembayaran akun
Penangguhan penarikan koin, transfer, pembayaran
Dasar Hukum
Undang-Undang Pasar Modal
Legislasi Tahap Kedua Aset Virtual
Tujuan
Mencegah transfer hasil ilegal
Mencegah transfer hasil ilegal
Sinyal Tren Regulasi
Langkah ini mencerminkan peningkatan pengawasan otoritas keuangan Korea Selatan terhadap pasar aset virtual secara berkelanjutan. Data terkait juga menunjukkan tren ini: berdasarkan informasi terbaru, hanya 2 perusahaan penyedia layanan aset virtual yang mendapatkan lisensi dari FIU (Financial Intelligence Unit) pada tahun 2025, berkurang setengah dari 4 perusahaan pada 2024 (termasuk DSRV, INEX, B-DAX, Dolphin).
Ini menunjukkan standar regulasi yang semakin tinggi dan peningkatan ambang masuk pasar. Dengan didorongnya sistem penangguhan pembayaran, dapat dilihat bahwa otoritas keuangan Korea Selatan memperkuat regulasi pasar aset virtual dari berbagai dimensi.
Dampak Potensial terhadap Pasar
Penerapan sistem baru ini berpotensi membawa beberapa dampak:
Biaya manipulasi harga akan meningkat secara signifikan, karena pelaku manipulasi menghadapi risiko pembekuan aset lebih awal
Bursa aset virtual perlu mengembangkan sistem pengendalian risiko yang lebih lengkap untuk memenuhi persyaratan regulasi
Kesadaran kepatuhan dari pelaku pasar perlu ditingkatkan lebih lanjut
Penyedia layanan yang sudah mendapatkan lisensi mungkin akan semakin memperkuat posisi mereka dalam kompetisi
Kesimpulan
Otoritas keuangan Korea Selatan sedang belajar dari pengalaman matang di pasar modal dan secara bertahap menyempurnakan sistem pengawasan aset virtual. Dari dorongan sistem penangguhan pembayaran, legislasi tahap kedua aset virtual, hingga penurunan jumlah pengajuan lisensi, ini menunjukkan proses peningkatan regulasi yang sistematis. Hal ini bermanfaat untuk perkembangan pasar yang sehat dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek mungkin menuntut standar kepatuhan yang lebih tinggi dari pelaku pasar. Memantau isi dan jadwal pelaksanaan legislasi “Legislasi Tahap Kedua Aset Virtual” di Korea Selatan akan membantu memahami arah regulasi di pasar utama Asia.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengawasan Korea Selatan Kembali Mengambil Tindakan Tegas: Kasus Manipulasi Harga Aset Virtual Akan Membekukan Akun, Mencegah Pemindahan Hasil Kejahatan
Korea Selatan sedang memperkuat pengawasan terhadap pasar aset virtual. Komite Keuangan berencana meneliti pengenalan sistem “penangguhan pembayaran”, di mana akun yang diduga melakukan manipulasi harga aset virtual akan diberlakukan pembekuan lebih awal, membatasi penarikan koin, transfer, dan pengeluaran dana lainnya. Sistem baru ini diperkirakan akan didorong dalam “Legislasi Tahap Kedua Aset Virtual”, dengan tujuan mencegah tersangka memindahkan atau menyembunyikan hasil ilegal selama tahap penyelidikan.
Isi Inti Sistem Baru
Komite Keuangan mengemukakan ide ini dalam rapat rutin November 2025. Berdasarkan informasi terbaru, sistem ini akan merujuk pada praktik di pasar modal terkait manipulasi harga saham, dengan melakukan pembekuan akun yang diduga melakukan manipulasi harga aset virtual lebih awal.
Mengapa Sistem ini Dibutuhkan
Sistem yang ada saat ini memiliki celah yang jelas. Penyitaan atau penarikan kembali hasil ilegal dari aset virtual biasanya harus dilakukan setelah penyelidikan dari kejaksaan dan mendapatkan surat perintah pengadilan. Dalam proses ini, tersangka memiliki cukup waktu untuk memindahkan aset ke dompet pribadi atau saluran lain untuk disembunyikan, sehingga efisiensi penegakan hukum menjadi rendah.
Otoritas keuangan berpendapat bahwa setelah aset virtual masuk ke dompet pribadi, lebih mudah untuk disembunyikan, sehingga langkah pembekuan aset di awal sangat penting. Sistem baru ini dapat membatasi aliran dana sejak awal penyelidikan, memastikan hasil ilegal tidak dipindahkan sebelum pengadilan.
Perbandingan dengan Praktik Pasar Modal
Sinyal Tren Regulasi
Langkah ini mencerminkan peningkatan pengawasan otoritas keuangan Korea Selatan terhadap pasar aset virtual secara berkelanjutan. Data terkait juga menunjukkan tren ini: berdasarkan informasi terbaru, hanya 2 perusahaan penyedia layanan aset virtual yang mendapatkan lisensi dari FIU (Financial Intelligence Unit) pada tahun 2025, berkurang setengah dari 4 perusahaan pada 2024 (termasuk DSRV, INEX, B-DAX, Dolphin).
Ini menunjukkan standar regulasi yang semakin tinggi dan peningkatan ambang masuk pasar. Dengan didorongnya sistem penangguhan pembayaran, dapat dilihat bahwa otoritas keuangan Korea Selatan memperkuat regulasi pasar aset virtual dari berbagai dimensi.
Dampak Potensial terhadap Pasar
Penerapan sistem baru ini berpotensi membawa beberapa dampak:
Kesimpulan
Otoritas keuangan Korea Selatan sedang belajar dari pengalaman matang di pasar modal dan secara bertahap menyempurnakan sistem pengawasan aset virtual. Dari dorongan sistem penangguhan pembayaran, legislasi tahap kedua aset virtual, hingga penurunan jumlah pengajuan lisensi, ini menunjukkan proses peningkatan regulasi yang sistematis. Hal ini bermanfaat untuk perkembangan pasar yang sehat dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek mungkin menuntut standar kepatuhan yang lebih tinggi dari pelaku pasar. Memantau isi dan jadwal pelaksanaan legislasi “Legislasi Tahap Kedua Aset Virtual” di Korea Selatan akan membantu memahami arah regulasi di pasar utama Asia.